Waduk Malahayu – Menikmati Sunset Penuh Nilai dan Makna

Februari 11, 2020 No Comments JELAJAH ZigerWix

Setelah lelah mengerjakan UAS, akhirnya perkuliahanku libur untuk beberapa bulan kedepan. Waktu yang aku gunakan untuk kuliah setiap akhir pekan, bisa ku gunakan untuk pulang kampung. Di rumah, aku sedikit kesal melihat sepupuku terus bermain gadget. Seolah permainan tradisional yang dulu sangat menyenangkan tidak ada artinya lagi. Tak ingin melihat kegiatan itu terlalu lama, aku langsung mengajaknya untuk keluar. Ingin ku tunjukan padanya, bahwa alam ini sangat indah untuk dilewatkan. Aku ingin mengajaknya ke waduk malahayu, di Jawa Tengah.

Bermain Game

Berangkat Waduk Malahayu

Setelah bersiap, aku dan sepupuku berangkat pada pukul 08.00 WIB. Diperjalanan, aku menceramahinya agar tidak terlalu sering bermain dengan gadget. Ada banyak keindahan diluar sana, maka dari itu lebih baik pergi mengunjunginya dari pada terus didepan layar digital. Sepupuku berusia sepuluh tahun, aku kira ia sudah cukup umur untuk memikirikan apa yang aku katakan. Apa yang aku lakukan hanya ingin menanamkan pemikiran baru padanya. Asik berbicara, tak terasa sudah satu jam aku mengendarai motor ini. Hingga akhirnya aku sampai di waduk malahayu.

Gerbang Obyek Wisata Malahayu

Suasana yang familiar bagiku, karena ini bukan pertama kalinya aku menapakan kaki di tempat ini. Gerbang dengan tulisan “Objek Wisata Malahayu” akan terlihat setelah jembatan terakhir. Disitu akan ada beberapa orang penjaga yang memberikan karcis tanda masuk. Waduk Malahayu sendiri letaknya lumayan jauh dari pintu masuk, yaitu sekitar 300 meter setelah gerbang.

Kampung Pelangi

Hal pertama yang akan terlihat setelah masuk gerbang adalah Kampung Pelangi. Disana banyak rumah warga yang dicat warna-warni, pemandangan tersebut cukup menyegarkan mata. Apalagi bukan hanya dinding rumah saja yang berwarna-warni, tapi pagar dan jalannya juga dicat. Benar-benar pemandangan unik yang memanjakan mata, karena biasanya rumah hanya dicat dengan satu warna. Berbeda di kampung pelangi ini, semuanya berwarna-warni. Bahkan bukan hanya rumah saja, warung-warung yang berada disamping jalan juga dicat warna-warni. Warung ini berada di sepanjang jalan antara gerbang dengan waduk malahayu.

Kampung Pelangi Malahayu

BBM Fantasi Land

Setelah melihat kampung pelangi, selanjutnya aku melihat tulisan besar “BBM Fantasi Land” di dekat tempat parkir bawah. Waduk malahayu ini memiliki tempat parkir bawah dan atas. BBM Fantasi Land berada dibawah, dekat dengan parkiran. Tempat ini sejenis taman air yang memiliki beberapa fasilitas. Fasilitas tersebut antara lain bola air, angsa air, terapi ikan, dan sebagainya. Bagi yang menyukai dunia air, bisa mencoba taman ini. Namun sayang, saat itu aku dan sepupuku tak sempat menikmati serunya bermain di BBM Fantasi Land. Karena kami tidak membawa baju ganti, aku takut baju yang kami kenakan basah. Atas pertimbangan itu, aku memutuskan untuk melewatkan pesonanya. Lain waktu, aku pasti akan mencoba taman air ini.

BBM Fantasi Land

Situs Benteng Dinamit

Terus naik keatas menuju waduk malahayu, aku disajikan indahnya warna-warni warung yang menghiasi jalan dengan sangat cantiknya. Beberapa meter sebelum sampai di parkiran atas, terdapat satu tempat yang menarik pandangan. Dengan gerbang yang unik, dan jalan yang dipenuhi ban mobil berwarna-warni. Tempat tersebut tepat disebelah kiri jalan, sebelum sampai dibawah waduk. Jalan yang terbuat dari ban berwarna-warni tersebut menuju puncak bukit. Dimana terdapat sebuah benteng yang bernama benteng dinamit diatasnya. Jika dilihat dari ukurannya, benteng ini sangat kecil. Aku belum mengetahui sejarah benteng dinamit ini, namun aku yakin bahwa nilai historis yang ada didalamnya sangat besar.

Situs Benteng Dinamit

Pesona Waduk Malahayu

Setelah melewati benteng dinamit, aku sampai di tempat parkir atas. Ujung jalan ini adalah gundukan tanah yang dijadikan sebagai tembok untuk menampung air didalam waduk. Disisi kiri terdapat tulisan besar “Waduk Malahayu”. Sedangkan disisi kanannya terlihat hamparan rumput hijau yang menghiasi. Untuk dapat melihat keindahannya, aku harus menaiki anak tangga terlebih dahulu. Ketika sampai di puncak, terlihat dengan jelas sebuah pesona indah yang disajikan oleh alam. Perpaduan indahnya air, bukit, awan dan langit.

Sampai Di Waduk Malahayu

Ditepian waduk, terlihat beberapa orang yang sedang memancing. Ada juga pemancing yang menggunakan perahu untuk sampai ke spot yang diinginkan. Bagi orang yang hobi memancing, spot ini adalah surga yang tiada tara. Bayangkan, kamu menjalankan hobi di tempat yang indah ini. Para pemancing seakan mengabaikan teriknya mentari yang mulai menyengat kulit. Entah sejak jam berapa mereka mulai memancing, karena ketika aku sampai, mereka sudah ada disana.

Memancing Di Waduk Malahayu
Perahu Pemancing

Diatas tepian waduk ini, ada dua pilihan jalan. Pertama kearah barat, jalan tersebut akan membawa pengunjung ke warung-warung yang berada di atas bukit. Pemandangan disana cukup nyaman untuk dinikmati, karena teduh dengan rindangnya pepohonan. Dari warung tersebut, pengunjung dapat melihat keindahan waduk malahayu dari atas. Sangat mempesona mata, sampai-sampai membuat aku dan sepupuku tak mau pergi.

Bukit Disebelah Kanan Waduk Malahayu
Pemandangan dari Atas Bukit

Jalan yang kedua kearah timur, yang bentuknya sedikit melengkung. Cukup banyak warung juga dijalan ini. Diujung jalan terdapat sebuah pohon besar, tempat ini juga tidak kalah nyamannya. Angin yang berhembus, perbukitan yang terhampar luas, dan waduk yang seakan menghipnotis. Sungguh tempat yang tepat untuk menenangkan diri. Sebelumnya, aku dan Eca pernah mengunjungi pohon besar ini. Menikmati sunset yang mengagumkan dengan ditemani hembusan angin sepoi-sepoi. Sangat tenang sekali saat itu, karena sudah sore sehingga pengunjung sudah berkurang. Lain waktu, mungkin aku akan kesini lagi untuk menikmati rasa yang sama.

Sunset Di Waduk Malahayu
Pesona Waduk Malahayu

Sejarah Waduk Malahayu

Dibalik pesonanya yang indah, waduk ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Konon katanya, waduk ini dulunya adalah sebuah desa yang bernama cipajang. Dahulu, desa ini memiliki aliran sungai yang cukup banyak. Oleh karena itu, belanda berencana menjadikan desa ini sebagai waduk. Para penduduk desa cipajang mulai direlokasi secara paksa, termasuk sebuah makam yang sudah lama ada di desa tersebut.

Bangunan Peninggalan Belanda

Pembangunan waduk malahayu dimulai pada tahun 1934 dan selesai tahun 1937, yang kemudian diresmikan tahun 1938. Waduk ini membendung sebuah sungai yang bernama sungai kebuyutan atau sungai ciblandongan. Sungai ini memiliki beberapa anak sungai seperti sungai pabogohan, sungai cimandala, dan sungai ciomas. Tujuan utama pembangunan waduk ini adalah sebagai pusat irigasi, yang mampu mencakup sekitar 18.456 Hektar area pertanian. Dari data pengukuran pada tahun 1977, waduk ini memiliki daya tampung air sebanyak 46 juta meter kubik. Jumlahnya sangat jauh berkurang karena pada awal pembuatannya, dapat menampung 69 juta meter kubik.

Debit Air Malahayu

Seiring berjalannya waktu, waduk malahayu dimanfaatkan juga untuk objek wisata. Tempatnya yang berada di lembah dari bukit-bukit, membuat waduk ini terlihat sangat cantik. Ditambah dengan penampakan pulau-pulau kecil ditengah waduk yang sangat mempesona. Selain itu, fasilitas dan sarana edukasi yang ada di tempat ini juga cukup banyak. Membuatnya menjadi salah satu tempat wisata yang paling banyak dicari di kabupaten brebes.

Baca Juga:  Mekarsari - Agrowisata untuk Menikmati Buah Segar

Mitos Waduk Malahayu

Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut yang berlangsung sudah sangat lama. Ada sebuah mitos yang cukup terkenal tentang waduk malahayu ini. Konon katanya, bagi pasangan pengantin baru yang membasuh muka di waduk ini akan mendapatkan rumah tangga yang langgeng. Namun sepertinya mitos ini sekarang mulai dilupakan. Tradisi membasuh muka bagi pengantin baru sudah mulai ditinggalkan. Mungkin inilah perkembangan zaman, orang-orang mulai tidak percaya dengan mitos yang ada. Terlepas dari Percaya atau tidak, kita tetap harus menghormatinya. Karena itu adalah salah satu kearifan lokal yang ada di sana.

Harga Tiket Masuk Waduk Malahayu

Harga tiket tempat wisata ini sangat terjangkau untuk semua kalangan, jadi tidak perlu khawatir jika ingin berkunjung kesini. Berikut detail harga wahana yang ada di waduk malahayu.

Harga tiket masuk : Rp.5.000/orang.

Harga tiket masuk BBM Fantasi Land : Rp.5.000/orang.

Harga tiket masuk Situs Benteng Dinamit : Rp.3.000/orang.

Harga parkiran : Rp.3.000/motor dan Rp.5.000/mobil.

Harga Tiket Masuk Waduk Malahayu
Harga Parkir Waduk Malahayu

Lokasi

Waduk malahayu berada di desa malahayu kecamatan banjarharjo kabupaten brebes.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tags
ZigerWix
ZigerWix Hanya ada satu hal di dunia ini yang benar-benar bebas. yaitu "PEMIKIRAN"

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *