Startup Indonesia #FinantierForBetterFuture, Mantap!

Indonesia adalah negara yang memiliki salah satu konsentrasi UMKM tertinggi di dunia. Tentu saja hal ini sangat berpotensi untuk membantu perekonomian masyarakat indonesia terutama bagi para pelaku UMKM. Namun ada salah satu masalah yang sering dihadapi oleh para pelaku UMKM, yaitu kekurangan dana atau modal. Sebenarnya para pelaku UMKM ini bisa meminjam dana atau modal ke bank untuk membangun usahanya. Akan tetapi perlu diketahui bahwa hampir 140 juta masyarakat indonesia tidak memiliki akses ke layanan perbankan. Hal ini merupakan tantangan terbesar bagi para pelaku UMKM dalam menghadapi krisis. Permasalahan ini dapat diatasi dengan menggunakan produk salah satu startup indonesia yang bergerak dibidang keuangan, Finantier. Penasaran? Silahkan simak artikel ini hingga selesai.

Startup Indonesia Finantier

Finantier adalah startup yang mengembangkan layanan Open Finance dengan menggunakan Application Programming Interface (API) agar membuat berbagai proses keuangan menjadi lebih efisien. Startup ini dibangun oleh Diego Rojas, Keng Low, dan Edwin Kusuma. Startup indonesia Finantier mendapatkan pendanaan pre-seed yang dipelopori oleh East Ventures pada November 2020. Beberapa partisipan juga ikut dalam pendanaan tersebut termasuk AC Ventures, Genesia Ventures dan para investor lainnya. Bukan hanya itu, pada Desember 2020, Finantier juga mengumumkan bahwa mereka terpilih untuk mengikuti program Y Combinator untuk batch Winter 2021. Adanya dukungan dari para investor ini merupakan langkah awal yang sangat baik untuk platform fintech atau startup seperti Finantier. Sebab tantangan utama dari para pendiri startup adalah tidak adanya dukungan dari para investor, sehingga muncul permasalahan kurangnya modal atau pendanaan.

Startup Indonesia Finantier

Pada dasarnya, Finantier hadir untuk memberikan solusi bagi seluruh masyarakat yang memiliki kendala pada akses keuangan. Terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki rekening bank, sehingga kesulitan ketika meminjam dana ke bank karena pihak bank tidak memiliki informasi yang cukup. Disinilah peran Open Finance bekerja, yaitu dengan memberikan (pertukaran) data konsumen dengan metode yang aman dan disetujui antar lembaga keuangan. Penggunaan metode ini memungkinkan data pribadi konsumen akan diproses dengan cara yang menguntungkan. Selain Open Finance, startup indonesia ini juga menerapkan terobosan-terobosan lainnya dibidang keuangan dan teknologi, yang akan menguntungkan konsumen tentunya. Semua terobosan tersebut terdapat pada tiga produk utama Finantier, yaitu Accounts Aggregation, Income and Identity Verification, dan Recurring Repayments and Subscriptions.

Secara tidak langsung, Finantier juga membuka kesempatan bagi para developer atau perusahaan untuk membuat platform keuangan yang mereka butuhkan. Project platform keuangan yang dibuat dapat dikembangkan juga sesuai perubahan kebutuhan pada perusahaan tersebut. Hal ini juga akan membuat perusahaan yang bersangkutan membutuhkan tenaga ahli dalam pembuatan platform keuangan yang dibutuhkan. Sehingga membuka kesempatan bagi para developer untuk mengembangkan skillnya.

Produk Finantier

Finantier menyediakan tiga produk yang sangat membantu masyarakat dalam menangani masalah keuangan, terutama bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal. Sebab, dengan ketiga produk ini para developer dapat membuat Aplikasi Fintech berbasis Open Finance untuk para pelaku UMKM yang membutuhkan akses keuangan. Produk dari startup indonesia Finantier juga dapat dikembangkan untuk membuat aplikasi Fintech yang dibutuhkan oleh perusahaan berskala besar bahkan bisa digunakan juga untuk membantu pihak bank dalam mencari informasi konsumen. Berikut ini adalah tiga produk Finantier dan penjelasannya.

Produk Finantier Startup Indonesia

Accounts Aggregation
Bisa juga disebut dengan Agregasi Data Keuangan, yaitu sebuah metode untuk mengumpulkan informasi keuangan dari beberapa akun yang berbeda ke dalam satu tempat. Akun tersebut antara lain adalah akun kartu kredit, rekening bank, dan akun lainnya. Hal ini dilakukan guna mendapatkan kemudahan dalam mengakses data keuangan milik konsumen. Startup Finantier yang menerapkan metode ini menggunakan API (Application Programming Interface) sebagai sarana integrasi.

Income and Identity Verification

Verifikasi penghasilan dan identitas merupakan produk Finantier yang dapat digunakan untuk mempermudah verifikasi terhadap identitas pribadi end user. Seperti yang diketahui bahwa Finantier membawa teknologi Open Finance untuk mempermudah proses unbundling data dan layanan keuangan. Produk Income and Identity Verification membuka kesempatan untuk para pelaku UMKM agar mendapatkan layanan keuangan perbankan maupun non bank.

Recurring Repayments and Subscriptions

Proses pembayaran berulang akan diterapkan dengan mudah jika menggunakan layanan ini. Satu lagi, produk Finantier yang bisa digunakan oleh para developer untuk mengembangkan dan melengkapi aplikasi fintech yang dibuat. Integrasi terhadap berbagai sistem pembayaran dan perbankan membuat Finantier menjadi pilihan utama untuk membuat sistem pembayaran berulang.

Kelebihan Startup Indonesia Finantier

Kehadiran Finantier membuat kemudahan bagi para developer dan perusahaan untuk mengembangkan aplikasi fintech yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ada banyak kelebihan yang dimiliki oleh Finantier yang dapat dirasakan oleh semua pengguna, baik perusahaan maupun individual. Secara tidak langsung, Finantier juga dapat memberikan manfaat dan kemudahan bagi para pelaku UMKM untuk mendapatkan modal atau dana yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis mereka. Sebenarnya ada banyak kelebihan-kelebihan yang ditawarkan oleh startup indonesia ini, namun ada empat kelebihan utama yang harus diketahui oleh semua masyarakat luas. Berikut kelebihan Finantier.

Baca Juga:  Cara Mendapat Uang dari Internet - Sudah Terbukti!

Open Finance

Salah satu aset yang paling berharga adalah data identitas diri. Di dalam dunia fintech, data identitas diri juga sangat berharga. Namun sangat disayangkan karena masih banyak platform fintech dan lembaga keuangan yang menyimpan data diri konsumen. Padahal data diri konsumen tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempermudah perusahaan atau pihak bank agar melihat dengan detail data diri konsumen yang bersangkutan. Startup indonesia Finantier menyadari hal ini, dan mencoba mengembangkan metode open finance. Sehingga platform fintech dan lembaga keuangan dapat memahami konsumen juga untuk meningkatkan akses keuangan bagi mereka.

Gambaran atau Skema Open Finance

Finantier dapat mengumpulkan data keuangan konsumen pada lebih dari 95% platform keuangan di indonesia. Data tersebut nantinya dapat diintegrasikan sehingga terhubung satu sama lain dengan menggunakan API. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memverifikasi identitas konsumen dengan cara yang lebih cepat dan efisien. Produk ini juga dapat membantu perusahaan dalam melakukan validasi terhadap konsumen yang tidak memiliki rekening bank dengan mengakses data dari platform fintech lain seperti pemberi pinjaman P2P.

Credit Scoring

Nasabah bank (yang juga merupakan konsumen platform fintech) terkadang memiliki riwayat yang buruk terhadap kredit mereka, namun memiliki riwayat yang baik pada platform fintech yang digunakan. Jika pihak bank tidak mengetahui riwayat baik nasabah bank pada platform fintech yang digunakan, maka jelas bank tersebut akan menolak pinjaman nasabah tersebut. Perbedaan riwayat nasabah pada bank dan pada platform fintech jelas berbeda, sehingga membuat kesenjangan yang dapat merugikan nasabah.

Skema Credit Scoring

Model Produk Credit Scoring ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan informasi yang dimiliki oleh pihak bank, platform fintech, dan lembaga keuangan lainnya. Dapat disimpulkan bahwa Credit Scoring menawarkan layanan keuangan yang adil bagi mereka yang terdaftar pada platform fintech dan bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank. Sebab semua data keuangan konsumen tersebut dapat dianalisis, mulai dari transaksi hingga pembayaran pinjaman di berbagai platform. Sehingga kelayakan kredit seseorang dapat dipastikan dan juga sekaligus mencegah terjadinya diskriminasi terhadap mereka yang tidak memiliki rekening bank.

Layanan Keuangan untuk Semua

Berdasarkan data yang sudah dipaparkan di atas, bahwa ada sekitar 140 juta masyarakat indonesia yang tidak memiliki rekening bank. Disisi lain, indonesia juga merupakan negara dengan konsentrasi UMKM tertinggi di dunia. Sedangkan masalah yang sering dihadapi oleh para pelaku UMKM adalah kurangnya modal untuk mengembangkan usaha. Bayangkan, bagaimana rumitnya masyarakat yang tidak memiliki rekening bank, namun ingin meminjam uang untuk mengembangkan usaha mereka. Membuat rekening bank secara dadakan juga percuma, sebab bank tidak memiliki informasi yang cukup untuk proses verifikasi.

Perihal masalah ini, Finantier juga sudah menemukan solusinya. Startup indonesia ini membuat produk verifikasi identitas (Income and Identity Verification) yang dapat membantu konsumen dalam mendapatkan pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Sebagai gantinya, pihak bank dapat mengakses data dari platform fintech yang digunakan oleh orang tersebut. Hal ini dilakukan agar pihak bank dapat memeriksa identitas data orang tersebut sebelum memproses pinjaman. Dengan pinjaman tersebut, orang yang tadinya tidak bisa mengakses perbankan akan mendapatkan pinjaman sehingga dapat mengembangkan usahanya dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Startup Indonesia yang Mempercepat Inklusi Keuangan

Inklusi keuangan merupakan kondisi dimana setiap masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan. Pada tahun 2016, indeks inklusi keuangan indonesia mencapai 67,8%. Jumlah yang masih relatif sedikit mengingat indonesia memiliki lebih dari 270 juta penduduk. Sebenarnya strategi nasional keuangan inklusif sudah dilakukan melalui tiga hal yaitu: kelompok sasaran keuangan inklusif, kerangka nasional keuangan inklusif, dan indikator keuangan inklusif. Ketiga strategi tersebut pada dasarnya ingin membuat pendapatan masyarakat yang merata dan akses keuangan yang didapatkan dengan mudah untuk semua masyarakat. Hasilnya, indeks inklusi keuangan indonesia meningkat menjadi 76,19% pada tahun 2019.

Indeks Inklusi Keuangan Indonesia
Sumber: ojk.go.id

Startup indonesia Finantier hadir untuk memberikan solusi sebagai masalah dari terhambatnya inklusi keuangan indonesia. Maaf, bukan hanya di indonesia, tapi mencakup wilayah asia tenggara. Produk-produk finantier sangat mendukung terciptanya inklusi keuangan yang cepat. Seperti contohnya: masyarakat yang tidak memiliki akses keuangan akan sangat terbantu dengan menggunakan layanan pada aplikasi fintech yang menggunakan produk Finantier. Dengan begitu, pihak bank maupun lembaga keuangan lainnya dapat memverifikasi informasi yang tersedia (pertukaran informasi). Hal ini jelas akan memudahkan masyarakat, karena semua lembaga keuangan dapat saling terhubung (dalam arti bisa mendapatkan data keuangan masyarakat dari berbagai lembaga keuangan) satu sama lain. Semoga dengan hadirnya Finantier, mampu membuat inklusi keuangan indonesia lebih cepat dan cepat lagi. #FinantierForBetterFuture.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tinggalkan komentar