Sebuah Kisah Klasik – Bukan Si Pencari Muka yang Baik

April 13, 2020 No Comments PEMIKIRAN ZigerWix

“Hust, salaman yang benar!” Kata Seniorku. Aku hanya melongo mendengar dia berkata seperti itu, karena menurutku, gaya salamanku kepada manager sudah profesional. “Cium tangannya!” Tambahnya. Aku mengerti, bahwa setiap bersalaman dengan manager harus mencium tangannya. Walaupun begitu, aku tetap bersalaman dengan siapapun diperusahaan tempatku bekerja secara profesional. Hingga seniorku tidak memperingatkanku tentang gaya salamanku, mungkin dia lelah. Bagiku, kita semua sama, yaitu pekerja yang membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan. Jika aku harus mencium tangan managerku ketika bersalaman hanya karena jabatannya, maaf aku tidak bisa. – Sebuah Kisah Klasik.

Tujuan Setiap Orang Berbeda

Setiap orang punya tujuannya sendiri-sendiri, pun orang yang sedang bekerja. Aku sadar betul bahwa tujuan kami sangat berbeda-beda. Ada yang bekerja karena ingin mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan, ada yang ingin mendapat jabatan tinggi, ada pula alasan-alasan lainnya. Bagiku, bekerja adalah sebuah perjanjian. Dimana aku dan perusahaan harus saling memberi manfaat satu sama lain. Prinsip kerjaku sangat sederhana. “Jika aku suka dengan pekerjaanku, maka aku akan tetap melakukan itu dan tetap bertahan. Sebaliknya, jika aku tidak menyukai pekerjaanku, maka aku akan pergi dan meninggalkannya (resign)”. Ingatlah, bahwa bekerja adalah sebuah pilihan. Semudah itu prinsipku dalam bekerja.- Sebuah Kisah Klasik.

Jadi, mencari muka bukanlah keahlianku. Rekan atau manager, bahkan bos besar perusahaan sekalipun, akan aku perlakukan sama. Seperti berjabat tangan misalnya, harus ada alasan lain bagiku untuk mencium tangan seseorang, bukan hanya tentang apa jabatan orang tersebut. Melainkan faktor-faktor lain seperti rasa hormat yang tinggi, usia yang lebih tua, dan sebagainya. Jika alasanku mencium tangan seseorang karena faktor-faktor lain tersebut, aku masih bisa menerimanya. Namun jika aku harus mencium tangan seseorang karena jabatannya, sekali lagi aku katakan bahwa aku tidak bisa. Bekerja adalah mencari uang, bukan mencari muka. – Sebuah Kisah Klasik.

Mengabaikan Atasan – Sebuah Kisah Klasik

Suatu hari, aku juga pernah ditegur oleh seniorku karena bersikap acuh terhadap atasan. Saat itu aku sedang beristirahat dan duduk di bangku-bangku yang sudah disediakan untuk beristirahat. Disitu juga ada managerku yang sedang duduk. Aku mengabaikan menegerku dan tidak mengajaknya berbicara hanya untuk sekadar berbasa-basi. Para seniorku yang baru datang justru berebut untuk mengajak manager berbicara. Kemudian salah satu dari mereka menegurku untuk bersikap sopan terhadap atasan, katanya. “Disapa kek, diajak ngobrol kek, jangan dicuekin gitu!” Kata seniorku. Saat itu aku hanya berpikir, untuk apa melakukan semua itu? Toh aku juga sedang tidak ingin berbicara. – Sebuah Kisah Klasik.

Sebuah Kisah Klasik - Bukan Si Pencari Muka yang Baik

Berbeda Pendapat dengan Ibu

Hingga suatu hari, aku harus berbeda pendapat dengan ibuku sendiri. Awalnya aku tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba saja ibu menasehati aku untuk bekerja dengan benar dan rajin. Dinasehati seperti itu membuat aku semangat kembali dalam melaksanakan tugasku untuk bekerja. Tapi entah mengapa, diakhir nasehatnya, ibu berkata “Kalau bisa, curi hati atasan kamu”. Mendengar perkataan itu, aku yang tadinya diam, seketika berbicara. “Ga bu, aku kerja ya kerja aja, buat apa nyuri hati atasan? kalo atasan suka, yaaa bisa diperpanjang kontrak kerjaku. Tapi jika atasan tidak suka, yaaa bisa distop kontraknya. Jadi aku ga harus ngelakuin itu”. Mendengar ucapanku itu, ibu hanya menggeleng-gelengkan kepala saja. Ibu adalah salah satu saksi hidup bahwa aku adalah orang yang sering ‘keluar-masuk’ perusahaan. Mendengar tempat kerjaku sedang mencari karyawan tetap, ibu langsung menasehatiku seperti itu. Namun sayang, aku sama sekali tidak tertarik dengan pengangkatan itu. Jika kalian menganggap aku durhaka karena sudah berbicara seperti itu pada ibuku, tidak masalah. Karena sebenarnya aku berbicara dengan ibu dengan menggunakan nada rendah dan penuh hormat. – Sebuah Kisah Klasik.

Bekerja 1
Sebuah Kisah Klasik - Bekerja 2
Bekerja 3

Saat ini ada banyak pekerja yang berlomba-lomba mendapatkan hati atasan, tujuannya bermacam-macam. Sebenarnya aku muak melihat tingkah mereka yang mencari muka saat bekerja. Apalagi mereka yang saling menyerang satu sama lain agar terlihat baik dimata atasan. Aku sadar, bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri untuk mendapatkan sesuatu. Tapi bukan dengan cara yang memuakan dan saling merugikan seperti itu. – Sebuah Kisah Klasik.

Baca Juga:  Melatih Mental

Saat Ini – Sebuah Kisah Klasik

Di tempat kerjaku saat ini, aku tidak menemukan hal itu lagi. Walaupun memang ada beberapa orang dengan maksud ‘tertentu’ sering terlihat oleh mata. Namun itu masih dalam batas wajar dan tidak saling menjatuhkan. Aku sangat menyukai pekerjaanku saat ini, hal tersebut membuat aku sering berangkat lebih awal dan terkadang lupa jam pulang. Beberapa orang pernah menganggap aku mencari muka karena hal itu. Sungguh sangat lucu, mengingat mereka tidak pernah mengetahui siapa aku dan ceritaku, namun sudah bisa menilaiku. Disini banyak sekali penghargaan yang bisa aku kejar, seperti absensi terbaik, karyawan terbaik, karyawan terloyal, dan sebagainya. Tapi perlu diketahui bahwa bukan itu tujuanku sering berangkat pagi, bukan itu yang ingin aku capai sehingga lupa jam pulang. Melainkan kesenangan dan kenyamanan yang bisa aku dapatkan. Walaupun banyak orang yang menginginkan penghargaan tersebut, tapi jika aku boleh jujur, aku sama sekali tidak tertarik dengan semua penghargaan itu. Pesanku, kerjakanlah apa yang kamu suka. Jika kamu tidak menyukai pekerjaanmu, kamu bisa pergi. Sebab kamu punya pilihan. – Sebuah Kisah Klasik.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tags
ZigerWix
ZigerWix Hanya ada satu hal di dunia ini yang benar-benar bebas. yaitu "PEMIKIRAN"

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *