Pulau Tidung dan Laut Biru yang Mempesona

Cerita ini terjadi sekitar 3 tahun yang lalu (maret 2018), ketika semua komponen indowebsite dan brainet melakukan Personal Touch Activity (PTA) di pulau tidung. PTA merupakan acara tahunan yang dilakukan oleh PT. Tujuh Ion Indonesia untuk “mengistirahatkan” kondisi tubuh dari lelahnya bekerja. Akan tetapi, jauh dari itu, PTA memiliki tujuan yang lebih dalam yaitu mempersatukan perasaan semua staff perusahaan. Hal ini juga sangat penting untuk menjaga kekompakan antar divisi dan sinkronisasi sistem yang ada di dalamnya. Perlu diketahui juga bahwa ini adalah pertama kalinya aku mengunjungi pantai yang indah. Sebab, sebelumnya aku lebih sering pergi ke gunung dan air terjun untuk menenangkan diri. Tapi akhirnya aku menemukan fakta bahwa laut juga tak kalah indahnya.

Karena ini adalah acara resmi kantor, maka dari itu dibuatlah panitia untuk mengatur jalannya acara. Kebetulan saat itu aku ditunjuk untuk menjadi seksi acara. Dulu, mungkin aku akan menolak mati-matian jika ditunjuk menjadi panitia dalam sebuah acara karena memang aku tidak mau terlibat pada hal yang merepotkan seperti itu. Akan tetapi, entah mengapa saat itu aku penasaran ingin mencoba hal baru, sehingga aku menerima tugas sebagai seksi acara tersebut. Hitung-hitung berlatih mengatur sekelompok orang, pikirku. Para panitia pun segera mempersiapkan semua kebutuhan untuk berangkat ke pulau tidung.

Berangkat ke Pulau Tidung

Titik keberangkatan berada di kantor PT. Tujuh Ion Indonesia, saat itu kami berkumpul pada pukul 03.00 WIB. Sengaja kami berkumpul dipagi buta karena ingin berangkat ke pulau tidung menggunakan kapal yang paling pagi. Namun sebelumnya kami harus menuju ke pelabuhan muara angke terlebih dahulu. Jarak antara kantor dengan muara angke memakan waktu sekitar 2 jam, itu pun jika tidak macet. Oleh karena itu kami berangkat pada pagi buta agar tidak terjebak macet, sehingga bisa datang tepat waktu.

Berangkat Petang

Alhamdulillah kami tidak terlambat, justru kami datang terlalu cepat sehingga harus menunggu keberangkatan kapal. Tidak masalah, mending datang lebih awal daripada terlambat. Sambil menunggu keberangkatan speedboat yang akan membawa kami ke pulau tidung, kami sedikit bercengkrama dan bersenda gurau agar tidak terlalu bosan karena menunggu. Saat itu aku bisa merasakan kebersamaan yang begitu erat sehingga tak terasa speedboat yang akan kami tumpangi sudah siap. Kami pun berangkat dari muara angke menuju pelabuhan pulau tidung dengan menggunakan speedboat pada pukul 08.00 WIB.

Manaiki Speed Boat

Sampai di Pulau Tidung

Kami sampai di pelabuhan pulau tidung sekitar pukul 10.00 WIB. Dari pelabuhan, kami langsung menuju penginapan yang sudah dipersiapkan. Sepanjang perjalanan menuju penginapan, aku melihat hamparan pasir putih yang menghiasi pantai. Warna putih tersebut bergradasi dengan birunya laut. Sedang di ujung cakrawala, perpaduan antara awan dan langit seperti merefleksikan gradasi warna pantai dan laut tersebut. Aku baru melihat keindahan pantai seperti ini, sungguh cantik dan menawan. Ditambah angin yang berhembus kencang membuat suasana yang begitu nyaman.

Pantai Indah Pulau Tidung

Hanya butuh waktu sekitar 10 menit berjalan kaki hingga sampai di penginapan. Setelah istirahat sejenak dan makan siang, kami melaksanakan kegiatan sesuai susunan acara. Sekitar pukul 17.00 WIB acara selesai dan kami bisa melakukan kegiatan bebas. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan. Aku segera pergi ke tepi pantai untuk menikmati keindahan laut sore di pulau tidung.

Mentari Jingga

Beruntung saat itu penginapanku sangat dekat dengan pantai, walaupun bukan pantai utama yang besar (pantai cemara kasih). Sejenak aku hadapkan tubuhku kearah laut, menghirup udara yang jauh dari polusi. Membiarkan angin menerpa wajah dengan pelan. Mataku dimanjakan dengan panorama langit berwarna jingga yang khas dengan senja. Burung-burung beterbangan seakan hendak pulang, meninggalkan lelah kembali ke rumah. Perpaduan itu membuat aku bisa merasakan sedekat ini dengan alam. Damai, tentram, nyaman, tenang, semua itu dapat aku rasakan.

Mentari Jingga Pulau Tidung

Obrolan Malam

Ketika malam datang, atmosfer di tepi pantai cukup dingin hingga menusuk tulang, mungkin karena aku tidak terbiasa dengan hempasan angin dimalam hari. Akan tetapi suasana ini tidak menyurutkan semangat kami untuk terus melaksanakan susunan acara yang ada. Saat itu, acara yang sedang dilakukan adalah Freetalk. Sesuai namanya, kami membicarakan apapun, entah itu kritik, saran, curahan hati, dan sebagainya. Disitu aku merasakan suatu ikatan yang kuat antar karyawan dan perasaan saling mengerti satu sama lain. Sejujurnya, baru di perusahaan ini aku merasa menjadi salah satu bagian yang ada didalamnya. Sebelumnya, aku tidak pernah merasakan hal semacam ini.

Obrolan Malam di Pulau Tidung

Setelah kami selesai mencurahkan keluh kesah, menyampaikan kritik dan saran, suasana hati kami semakin lepas. Kami semakin mengerti satu sama lain dan merasa memiliki ikatan yang semakin erat. Dari sinilah aku merasa memiliki keluarga baru dan menjadi bagian dari keluarga itu. Semoga perasaan seperti ini akan terus terjaga hingga lamanya waktu. Akhirnya acara malam ini selesai, kami bergegas tidur agar besok bisa bangun pagi untuk menyaksikan sunrise di pulau tidung.

Sunrise Menawan

Pagi pun tiba, setelah menunaikan sholat subuh aku langsung bergegas pergi ke tepi pantai. Saat itu langit masih gelap, bulan yang terlambat pergi masih menyinari permukaan air laut. Bias cahaya rembulan memberikan ketenangan tersendiri bagiku. Aku duduk di saung dekat pantai, tak sabar ingin menyambut mentari pagi yang bersinar. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya mentari pun muncul di balik cakrawala. Indah sekali sunrise di pulau tidung ini. Ditemani deru angin yang berhembus pelan, membuat mataku terpejam untuk menikmati keharmonisan semesta.

Sunrise Menawan

Pantai Cemara Kasih

Hari itu kami bermain di pantai cemara kasih yang ada di bagian utara pulau tidung. Kami mengendarai sepeda agar sampai kesana, karena memang jaraknya tidak begitu jauh. Sesampainya disana, aku terpesona melihat keindahannya. Pemandangan yang jarang sekali aku temukan di Cirebon. Sebuah pantai dengan pasir putih yang teduh karena rindangnya pepohonan. Laut biru yang mempesona juga menambah kekagumanku, hingga aku tak bisa berucap apapun. Aku terpana melihat keindahannya.

Pantai Cemara Kasih Pulau Tidung

Kami langsung memainkan permainan-permainan seru, permainan yang mampu menguji kerjasama tim. Apalagi ketika ada permainan yang mengharuskan kami basah-basahan, bukannya takut, kami malah semakin semangat. Sebab kami dapat langsung berenang ke laut biru, sambil bermain. Sepanjang hari kami habiskan waktu untuk bermain di pantai yang mempesona ini. Sungguh pengalaman yang tidak pernah aku duga, dapat menikmati keindahan semesta di sini.

Persiapan Game Di Pantai Cemara Kasih

Snorkeling

Hari berikutnya kami pergi ke tengah laut biru dengan menaiki perahu mesin milik nelayan untuk snorkeling. Ini adalah pengalaman pertamaku melakukan snorkeling di tengah laut lepas. Senang sekali bisa merasakan berenang bersama ikan-ikan yang cantik dan beragam. Aku tidak tahu itu di laut mana, yang jelas, pemandangannya sangat mempesona. Di dekat kami berenang ada pulau kecil yang hanya diisi dengan pasir pantai berwarna putih. Aku tidak dapat menggambarkan keindahannya dengan kata-kata.

Persiapan Snorkling

Pemikiranku tentang laut yang menyeramkan hilang seketika saat aku melihat terumbu karang dan hewan-hewan penghuninya. Hewan mungil dan cantik menempati ekosistem yang tetap terjaga. Semoga keasrian ekosistem ini tetap terjaga selamanya agar anak-cucuku bisa melihat ini di masa depan. Aku berharap tempat ini tidak terjamah oleh tangan-tangan serakah yang akan melakukan apapun demi uang, termasuk merusak ekosistem di sini. Tuhan, jauhkanlah keindahan alam ini dari mereka yang ingin merusaknya.

Snorkling Pulau Tidung

Jembatan Cinta Pulau Tidung

Acara di sore hari adalah menjelajahi pulau tidung, yaitu jembatan cinta. Mengapa disebut jembatan cinta? karena jembatan ini menghubungkan dua pulau, yaitu pulau tidung besar dan pulau tidung kecil. Jembatan cinta berada di sebelah timur tidung besar, dan di sebelah barat tidung kecil. Pemandangan yang diperlihatkan dari atas jembatan sangat indah. Aku bisa melihat luasnya laut biru yang tiada dua, yang didalamnya terdapat ikan-ikan hias mempesona.

Pintu Masuk Jembatan Cinta Pulau Tidung

Komplit sudah rasanya ketika aku menikmati ini bersama keluarga besar PT. Tujuh Ion Indonesia. Aku seperti sedang bersama dengan keluarga baru, sebuah ikatan yang tak terlihat namun dapat dirasakan. Keceriaan ini ditutup dengan indahnya mentari yang tenggelam di balik cakrawala. Hari mulai teduh namun semangat kebersamaan kami tidak akan pernah luruh.

Keindahan Jembatan Cinta

Game Seru di Pantai Pulau Tidung

Malam pun datang, ini adalah malam terakhir kami menikmati keindahan pulau tidung. Saat itu kami diberikan game seru, dimana kami harus menebak urutan angka yang memiliki pola tertentu. Pada percobaan pertama, kami gagal. Kemudian orang yang gagal tersebut akan diceburkan ke laut. Ya, sudah tentu badan kami akan basah kuyup. Namun pada percobaan kedua, kami semua berhasil menebak pola angka tersebut. Sehingga permainan berhasil kami selesaikan.

Game Di Pulau Tidung

Inti dari game tersebut adalah kerjasama tim, oleh sebab itu, ketika ada anggota yang diceburkan ke laut, maka kami semua harus diceburkan juga. Sudah pasti malam itu kami bermain-main dengan air laut, namun rasa dingin tidak mampu mengalahkan hangatnya kebersamaan ini. Acara ditutup dengan pemberian hadiah pada tim yang memenangkan permainan di pantai cemara asih kemarin. Kebetulan tim kami menjadi juara pertama pada permainan tersebut. Sehingga kami mendapatkan hadiah paling banyak. Senang sekali bisa merasakan kebersamaan seperti ini pada sebuah perusahaan. Pengalaman yang mungkin tidak akan aku dapatkan di tempat lain.

Game Selesai

Biaya Ke Pulau Tidung

Biaya ke pulau tidung cukup murah, saat itu aku dan rekan-rekan memilih jasa travel. Sehingga perorang cukup membayar Rp.350.000 saja, itu sudah include tiket pulang pergi, penginapan, snorkeling, makan, selama dua hari tiga malam. Mungkin saat ini biayanya ada pada kisaran Rp.400.000 – Rp.500.00 per orang. Tergantung dari jumlah orang yang ikut, semakin banyak yang ikut maka harganya semakin murah. Bisa dibilang saat itu aku dan teman-teman tidak membayar sepeserpun, sebab semua biaya sudah diakomodasi oleh PT Tujuh Ion Indonesia.

Baca Juga:  Cadas Gantung - Surga Indah yang Tersembunyi

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tinggalkan komentar