Home>PEMIKIRAN>Mencintai atau Dicintai, Pilih Mana? – Suara Manusia
Mencintai atau Dicintai
PEMIKIRAN

Mencintai atau Dicintai, Pilih Mana? – Suara Manusia

Cinta adalah salah satu anugerah terindah yang dimiliki oleh manusia. Dalam cerita kehidupan manusia tak akan lepas dari keindahan cinta. Bahkan, manusia berusaha untuk mendapatkan cinta sejatinya. Mencintai dan dicintai adalah dua hal yang harus dimiliki oleh sepasang manusia untuk mendapatkan cinta sejati. Namun bagaimana jika manusia harus memilih salah satu diantaranya? Apa yang akan dipilih? Mencintai atau dicintai?

Sebelum Memilih Mencintai atau Dicintai

Jangan terlalu cepat dalam memutuskan kedua pilihan tersebut, sebab banyak hal yang harus dipahami terlebih dahulu tentang cinta. Sebelumnya, idebebas.com pernah membuat artikel tentang cinta yang berjudul “Mengapa Cinta Dilambangkan Love“. Pada artikel tersebut tidak membahas lebih dalam tentang cinta, melainkan pembahasan tentang lambang cinta. Kali ini, idebebas.com akan membahas lebih dalam arti cinta. Bahkan menentukan sebuah pilihan yang berhubungan dengan rasa cinta. Pilihan antara mencintai atau dicintai, silahkan simak.

Judul artikel ini merupakan satu pertanyaan yang akan membuat manusia menjadi berpikir panjang. Bagaimana tidak, dua hal yang seharusnya bisa dimiliki oleh manusia (mencintai dan dicintai), namun harus memilih salah satu diantaranya. Kamu sendiri, apa yang akan kamu pilih jika dihadapankan pada pilihan mencintai atau dicintai? bingung? silahkan baca artikel ini sampai selesai, karena didalamnya akan ada pendapat-pendapat tentang pilihan tersebut.

Dua Insan - Mencintai atau Dicintai

Didalam sebuah hubungan dua insan, pasti ada yang mencintai dan ada yang dicintai. Paradigma mencintai dan dicintai yang harus memenuhi syarat dengan adanya dua insan, sudah tertanam sejak lama didalam pikiran. Sepertinya itu salah, sebab seorang manusia pun (tanpa pasangan) bisa melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan. Ya, seorang manusia bisa mencintai dan dicintai sekaligus, yaitu oleh dirinya sendiri. Lalu apakah masih relevan mempertanyakan pilihan “mencintai atau dicintai” itu? Jika kenyataannya manusia bisa memiliki keduanya.

Seperti Membaca Buku

Apakah kamu mulai bisa menjawab pertanyaan “mencintai atau dicintai”? atau kamu justru semakin bingung untuk memilih yang mana? Jangan khawatir, semakin kamu bingung, berarti kamu semakin dekat dengan pemahaman. Seperti orang yang sedang membaca buku, semakin ia yakin dapat memahami buku tersebut dengan mudah, percayalah, dia tidak benar-benar memahaminya. Tapi semakin ia merasa kesulitan karena membaca buku tersebut, maka ia sedang benar-benar mencoba memahaminya.

Tahap Membaca Buku - Mencintai atau Dicintai

Konsep pertanyaan “mencintai atau dicintai” sama seperti orang yang sedang membaca buku, butuh waktu untuk memahaminya. Bahkan pasti mengalami kesulitan dalam memahami setiap arti di dalam buku tersebut. Jadi jangan terlalu terburu-buru dalam memilih keputusan. Pahami saja dahulu apa itu cinta, sebelum kamu memilih untuk mencintai atau dicintai.

Suara Manusia

Sebagai referensi untuk memehami dan menjawab pertanyaan mencintai ataukah dicintai, idebebas.com merangkai pendapat-pendapat manusia tentang hal tersebut. Jawabannya bervariasi, dengan alasan yang berbeda-beda tentunya. Berikut pendapat manusia tentang cinta: mencintai dan/atau dicintai.

Mencintai atau dicintai?

Rian
Rian Wahyono

Riyan Wahyono, memilih untuk dicintai.
“Dicintai akan memudahkan kita untuk mendapatkan cinta itu sendiri, dan akan lebih mudah dalam menjalaninya”.

Ali
Ali Wahyudin

Ali Wahyudin, memilih untuk mencintai.
“Karena menunggu dicintai ngga ada habisnya, setelah mencintai ada peluang kita dicintai”.

Djendra
Djendra Wisnu

Djendra Wisnu, memilih untuk mencintai.
“Mencintai bisa jadi dicintai, kalo dicintai belum tentu mencintai”.

Bedi
Ngubaedilah

Ngubaedilah, memilih untuk mencintai.
“Karena itu adalah keinginan kita sendiri murni dari hati”.

Mencintai atau Dicintai?

Indra
Indra Gunawan

Indra Gunawan, memilih untuk dicintai.
“Lebih baik dicintai. Karena nantinya orang tersebut akan benar-benar mencintai kita”.

Mugi
Mugi Sugiono

Mugi Sugiono, memilih untuk dicintai.
“Lebih baik dicintai dari pada mencintai, cape kalo mencintai. (lebih baik dikejar cinta dari pada mengejar cinta)”.

Sakhid
Sakhid Furwandi

Sakhid Furwandi, memiliih untuk dicintai.
“Lebih enakan dicintai karena kalo kita dicintai orang maka orang itu bakal baik banget kepada kita, bakal ngasih dan lakuin apapun untuk kita. Kalo mencintai yang ada kita banyak sakit hatinya”.

Ike
Ike Nurjanah

Ike Nurjanah, memilih untuk dicintai.
“Karena seneng aja gitu, berasa gimana gitu, kaya tiap saatnya diperhatikan”.

Itulah beberapa pendapat dari teman-teman idebebas.com yang sudah memberikan kontribusinya dalam memberikan pemahamannya tentang pilihan “mencintai atau dicintai”. Lalu apa pendapatmu tentang pilihan tersebut? Silahkan berikan kontribusimu pada website ini dengan memberikan pemahaman tentang kedua pilihan tersebut pada kolom komentar.

Kesimpulan Mencintai atau Dicintai

Setelah mengetahui pendapat tentang dua pilihan itu, lalu siapakah yang salah? siapakah yang benar?

Pada intinya, tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar dari jawaban diatas. Sebab cinta bukanlah suatu bentuk kesimpulan dari pemahaman, melainkan menjadi proses dalam pemahaman itu sendiri. Proses yang tak akan pernah ada habisnya, proses yang terus berkembang dan berubah setiap detiknya. Bahkan, teman-teman yang sudah memberikan kontribusi berupa jawaban diatas bisa saja merubah pemahamannya tentang cinta. Bisa saja mereka merubah jawaban atas pemahaman mereka diatas. Bisa saja.

Apapun pilihan yang kamu ambil, itu adalah suatu kebenaran. Setidaknya untuk dirimu sendiri, karena kamu memiliki alasan yang kuat. Bahkan jika kamu memutuskan untuk tidak menjawabnya, pun tidak bisa disalahkan.

Angga (Degul) - Mencintai atau Dicintai
Angga (Degul)

Seperti yang diungkapkan oleh Angga (Degul) yang memilih untuk tidak menjawab atas pilihan mencintai atau dicintai.
“Mencintai dan dicintai bukanlah suatu pilihan, itu hanya premis. Jika kamu menanyakan mana lebih baik apel malang atau tahu sumedang, saya akan menjawab”.

Jadi sekali lagi, tidak ada yang salah dari jawaban atas pertanyaan “mencintai atau dicintai”. Karena setiap orang memiliki pilihan, alasan, pemahaman dan pengalamannya sendiri, dan dengan versinya sendiri. Jika kamu tidak mempercayai cinta sekalipun, itu bukanlah suatu kesalahan.

Eko - Mencintai atau Dicintai
Eko Apriyono

Seperti pendapat dari Eko Apriyono.
“Tidak pilih dua-duanya (mencintai/dicintai), palsu semua”.

Walapun mungkin ada banyak orang yang mempertanyakan jawabanmu, kamu bisa mempertanggung jawabkannya. Kamu punya pendapat dan pilihan, oleh sebab itu kebenaran dari jawaban itu ada pada hatimu sendiri. Jadi, mari kita saling menghargai jawaban setiap orang. Karena berbeda pendapat bukanlah suatu masalah. Namun masalah akan muncul ketika kita memaksakan pendapat kita pada orang lain, jadi, mari saling menghormati.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

10 Comments

      1. Betul, karena yang sakit hati mungkin sangat berharap dicintai balik. Sehingga apabila kenyataan belum sesuai yg diharapkan akan muncul rasa sakit hati. Menurutku tugas manusia adalah mencintai, sebagaimana tuhan mencintai manusia dengan Rahmat dan kasih sayangnya yang tak terhingga. 😁😁😁

  1. Dari hasil survey pendapat banyak orang di atas bahwa lebih banyak orang memilih dicintai
    hal ini bisa membuktikan bahwa sudah banyak orang mencoba mencintai seseorang namun berakhir dengan tidak sesuai harapannya.
    jawaban ini bisa di dasari pengalaman orang tersebut.

  2. pada dasarnya hal yang paling utama adalah saling menerima dan melengkapi.
    entah mencintai ataupun dicintai semua akan berakhir sia-sia jika kedua insan tidak saling menerima dan melengkapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *