Home>PEMIKIRAN>Petuah Guru yang dapat Dijadikan sebagai Pelajaran Hidup
Petuah Guru
PEMIKIRAN

Petuah Guru yang dapat Dijadikan sebagai Pelajaran Hidup

Guru merupakan orang yang akan Digugu dan Ditiru. Oleh sebab itu, setiap perbuatannya harus dibarengi dengan sikap dan perilaku yang baik. Selain mengajar di sekolah, tugas seorang guru juga memberikan pendidikan moral bagi muridnya. Pada kesempatan kali ini, aku akan membagikan salah satu pengalaman berharga dalam hidupku. Pengalaman mendapatkan petuah guru yang tak kalah indahnya dengan ucapan para motivator. Entah petuah tersebut berasal dari pengalaman guru itu sendiri atau berdasarkan pengalaman yang didapatkan dari orang lain, yang jelas hal itu sangat bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai pembelajaran hidup.

Petuah Guru Sejarah

Sebut saja Pak Adil, guru sejarah yang mengajar ketika aku kelas X SMA. Walaupun beliau adalah guru sejarah, namun materi-materi yang diberikan layaknya materi filsafat. Butuh pemahaman mendalam dan rinci untuk dapat mejabarkannya. Pada suatu hari ketika beliau mengajar di kelasku, aku mendapat pelajaran baru dari petuah guru sejarah ini. Guru sejarah yang tidak mempercayai adanya teori evolusi. Berbeda dengan guru-guru pada umumnya yang mengikuti setiap teori dari buku panduan, beliau justru selalu mengatakan pada kami bahwa teori evolusi memiliki sebuah missing link yang belum terpecahkan. Jadi jangan percaya teori itu mentah-mentah.

Teori Evolusi Salah

Selain memberikan pelajaran sejarah, terkadang beliau memberi pelajaran pada kami tentang kehidupan. Banyak pemikiran-pemikiran nyeleneh nya yang aku sukai. Apalagi pemikiran nyeleneh tersebut selalu dikemas dengan cerita menarik, sehingga para murid tidak merasa bosan dalam mendengarkannya.

Suatu ketika beliau pernah berkata pada kami bahwa:

Orang bersekolah bukan hanya mencari nilai, terus naik kelas. Jika tujuan kamu bersekolah hanya untuk naik kelas, kambing yang disekolahkan pun bisa naik kelas. Lalu apa bedanya kamu dengan kambing?” – Petuah Guru.

Petuah Guru Sejarah

Aku tahu kata-kata tersebut adalah sebuah sindiran bagi sekolah yang menaikan muridnya walaupun murid tersebut belum layak untuk naik kelas. Petuah tersebut juga berlaku untuk murid yang selalu mengejar nilai tinggi di sekolah. Padahal, tujuan ia bersekolah bukan hanya mencari nilai semata. Petuah guru sejarah ini memang disampaikan dengan cara unik, sehingga aku masih bisa mengingat dengan jelas kata yang diucapkannya beberapa tahun lalu.

Petuah Guru Kimia

Jika kamu disakiti oleh perkataan orang, jangan balas. Cukup tanam saja dalam hati, jadikan itu sebagai modal untuk menjadi lebih baik. Buktikan perkataan orang tersebut salah, tapi bukan dengan perkataan, melainkan dengan hasil” Kata Pak Nur disela-sela kegiatan mengajarnya.

Pak Nur Zaman adalah guru kimia yang alim, hingga aku pernah mengira bahwa beliau adalah guru agama. Pendidikan karakter yang selalu diselipkan disela-sela belajar terkadang membuat aku merenung panjang. Petuah guru kimia tersebut sampai sekarang masih aku jadikan sebagai salah satu prinsip hidup.

Petuah Guru Kimia

Aku sangat setuju dengan apa yang dikatakan beliau. Bahwa kita sebagai manusia tidak perlu memperkarakan masalah kecil yang berhubungan dengan pendapat orang lain. Ada kalanya kita mengabaikan perkataan orang dan fokus pada perkataan hati sendiri. Teruslah melangkah meski cemoohan menerjang tanpa henti, karena ketika langkahmu berhasil menapaki puncak, cemoohan itu dengan sendirinya akan berubah menjadi kekaguman. Percayalah bahwa suatu saat nanti kamu akan berada diatas puncak tersebut.

Petuah Guru Geografi

Guru Geografi yang biasa disapa dengan sebutan Pak Darmanto ini merupakan salah satu guru yang memiliki cita-cita tinggi. Aku bisa melihat itu dari keinginannya untuk menjadi kepala sekolah tanpa ‘membayar sepeser pun‘. Pada sebuah kesempatan, beliau pernah menyampaikan sebuah petuah guru yang menyemangati murid-muridnya.

Petuah Guru Geografi

Jika kamu terlahir dalam keadaan miskin, itu bukan salahmu. Tapi jika kamu mati dalam keadaan miskin, itu 100% salahmu“.

Entah kalimat itu didapatkan darimana, namun yang jelas kata-kata didalamnya menyimpan berbagai penafsiran. Aku sendiri menyimpulkan berbagai arti dari petuah guru geografi tersebut. Pertama, petuah tersebut ingin menegaskan bahwa kamu tidak bisa menyalahkan takdir karena dilahirkan dari keluarga miskin. Selagi kamu berusahan, pasti kamu akan mendapatkan kesuksesan. Dan jika kamu tidak sukses sampai mati menjemput, berarti kamu kurang berusaha. Kedua, kalimat itu menunjukan tentang perjuangan. Dimana kita tidak boleh menyerah dengan keadaan yang serba sulit. Kita sebagai manusia harus terus bergerak dan berusaha untuk mencapai cita-cita, harapan dan keinginan.

Baca Juga:  Kekeluargaan Vs Formalitas dalam Perusahaan

Begitulah kira-kira pandanganku tentang petuah tersebut. Banyak hal yang dapat aku ambil dari guru geografiku itu. Beliau juga banyak menginspirasi para murid agar tangguh melawan kesusahan yang terjadi dalam hidup. Beliau adalah salah satu guru yang luar biasa. Info terakhir yang aku dengar, saat ini beliau sudah berhasil menjadi kepala sekolah. Selamat Pak!

Petuah Guru Bahasa Inggris

Lagi-lagi, disela-sela kegiatan belajar aku mendapatkan suatu petuah guru yang sampai saat ini masih aku ingat. Petuah tersebut berasal dari Pak Jawahir, guru bahasa inggris di sekolahku. Ketika mengajar, ia pernah berkata pada kami.

Hindari efek WOW, jangan terlalu berlebihan dalam menanggapi sesuatu.“.

Saat itu Pak Jawahir sedang menceritakan karya orang-orang yang bisa dikatan luar biasa. Aku mengerti makna dari perkataan tersebut. Yaitu: kita sebagai manusia boleh mengagumi hasil karya orang lain, tapi jangan sampai rasa kagum tersebut justru membuat diri sendiri menjadi minder. Padahal, mungkin kita juga bisa membuat karya seperti itu. Bahkan mungkin juga bisa lebih baik lagi.

Petuah Guru Bahasa Inggris

Aku setuju dengan petuah guru bahasa inggris yang kukenal sebagai seorang idealis ini. Benar, bahwa kita harus menghargai karya orang lain. Akan tetapi, sehebat apapun karya tersebut, usahakan tidak menyikapinya dengan berlebihan. Sampai-sampai menganggap sang empunya karya adalah orang hebat yang tak terkalahkan. Mengagumilah secukupnya, kemudian berusahalah agar kamu bisa membuat karya yang kamu kagumi.

Pelajaran

Sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tapi juga untuk mendidik murid agar menjadi orang yang berkarakter baik. Ada banyak pelajaran tentang kehidupan yang akan didapatkan oleh murid di sekolah. Maka dari itu, gunakan waktu sekolahmu dengan baik. Sebab akan ada saat dimana kamu merindukan masa-masa ketika sekolah. Saat masa itu tiba, kamu baru menyadari bahwa waktu tak akan pernah terulang kembali.

Kenangan Masa Sekolah

Berkaryalah, berkompetisilah, dan berprestasilah. Buktikan bahwa kamu juga bisa membuat sebuah karya yang luar biasa. Jangan ragu dan jangan sampai paradigma “WOW” membuatmu minder. Sebab, ada hal luar biasa yang terkubur dalam dirimu. Galilah, dan tunjukan hal luar biasa itu pada dunia. Walaupun mungkin kamu akan menemukan rintangan dan cercaan ketika mewujudkannya, namun jangan menyerah. Percayalah bahwa ketika kamu terus berusaha –walaupun mengalami kegagalan– maka kamu akan mendapatkan sebuah titik cahaya bernama keajaiban.

Terima kasih guru, engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Akan kuingat selalu petuahmu, didikanmu, dan segala hal tentang kebaikan yang telah engkau berikan padaku. Tetaplah semangat dalam mendidik, walaupun hargamu terabaikan. Tetaplah bersabar, walaupun sabarmu jarang dianggap. Mungkin aku tidak akan pernah bisa membalas jasa-jasamu, namun aku akan terus mendoakan agar engkau selalu dalam lindungan-Nya.

Petuah guru yang tak akan pernah aku lupakan…

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *