Pantai Baro Gebang – Langit Menawan Di Pesisir Cirebon

Januari 9, 2020 No Comments JELAJAH ZigerWix

Pada libur panjang hari natal, aku memutuskan untuk pulang ke kampung halaman tercinta, Desa Cangkuang – Cirebon. Niatku saat itu memang ingin bersantai di rumah dengan keluarga, tidak ada niat untuk pergi berjelajah. Namun, pagi itu temanku meminta aku untuk mengantarkannya ke daerah Gebang untuk melakukan wawancara warga sekitar, untuk tugas akhirnya. Tak masalah bagiku, karena daerah tersebut tidak terlalu jauh. Gebang juga merupakan daerah pesisir yang memiliki pantai baro, hitung-hitung jalan-jalan, pikirku.

Menjadi Seorang Mahasiswa “Sungguhan”

Seperti yang sudah aku katakan, tujuan utamaku ke salah satu pantai di Cirebon ini adalah untuk mengantar teman. Dia sedang menempuh jenjang pendidikan S1 di UPI Bandung, dan saat ini sudah masuk semester akhir. Sebelum ke Gebang, kami mampir dahulu di beberapa desa tetangga untuk meminta ijin wawancara juga di desa tersebut. Setelah selesai, kami langsung menuju pantai baro – Gebang. Sampai disana sekitar pukul 10.00 WIB. Cuaca cukup cerah, dengan langit biru dan awan cirrus menghiasinya.

Langit Pantai Baro Dihiasi Awan Cirrus
Langit Pantai Baro Dihiasi Awan Cirrus

Temanku langsung menuju ke salah satu tempat penjemuran ikan, dan mewawancarai pemilik tempat tersebut. Setelah itu, kami menyambangi beberapa rumah warga untuk dimintai keterangan terkait kondisi lingkungan disana. Ada banyak jawaban menarik dari penduduk sekitar pantai baro, mulai dari mata pencaharian sampai tempat pembuangan sampah. Dari situ aku bisa merasakan, bagaimana menjadi seorang mahasiswa. Berinteraksi dengan masyarakat, menganalisa kejadian yang ada, hingga (jika memungkinkan) memberikan solusinya. Bukan tidak menghargai apa yang selama ini aku jalani, namun, kuliah sekaligus menjadi seorang pekerja terkadang membingungkan. Aku tidak akan membahas terlalu panjang tentang hal ini, yang jelas, saat itu aku merasakan menjadi mahasiswa “sungguhan”.

Sesi Wawancara dengan Masyarakat
Sesi Wawancara dengan Masyarakat

Perlahan dengan pasti, kami terus mendatangi rumah warga. Ketika aku sadar, ternyata kami sudah cukup jauh dari Pantai Baro. Ternyata sudah cukup banyak juga rumah warga yang kami datangi. Hingga akhirnya, pada suatu titik aku merasa bosan. Kemudian aku meminta ijin pada temanku untuk pergi ke pantai, selagi dia menyelesaikan sesi wawancara. Dia mengijinkannya, aku pun langsung menuju ke pantai dengan cepat.

Belajar Dari Kegagalan – Pantai Baro

Sedikit cerita tentang salah satu pantai yang ada di Cirebon ini. Dahulu, pantai ini begitu alami. Pantai yang memiliki muara sungai di sebelah barat yang dijadikan sebagai tempat bersandar kapal kecil milik nelayan. Hingga sekitar tahun 2000an, muncul wacana bahwa pantai baro akan dibangun pelabuhan. Kemudian pada tahun 2003-2004 pembangunan pelabuhan tersebut dimulai. Reklamasi besar-besaran dilakukan, garis pantaipun bergeser semakin menengah. Lahan hasil reklamasi inilah yang akan digunakan sebagai pelabuhan. Akan tetapi ditengah jalan, pembangunan tersebut terhenti, aku sendiri kurang mengetahui alasannya. Hingga saat ini pembangunan pelabuhan di pantai ini tidak pernah terselesaikan.

Disisi lain, kegagalan pembangunan pelabuhan dapat menimbulkan hal yang positif. Tanah hasil timbunan dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar, salah satunya adalah untuk tempat menjemur ikan. Tanah tersebut juga dimanfaatkan untuk tambak garam, hal ini dapat meningkatkan penghasilan masyarakat. Saat ini, pantai baro juga dijadikan sebagai destinasi wisata. Pengunjung yang datang bukan hanya dari Gebang saja, melainkan dari daerah-daerah lain.

Belajar dari Kegagalan Pantai Baro
Belajar dari Kegagalan Pantai Baro

Kegagalan yang dialami oleh tempat ini, mampu memberikan pelajaran baru. Bahwa kegagalan bukanlah kehancuran yang harus diratapi. Tapi kegagalan dapat dimanfaatkan sebagai vaksin untuk bangkit dari keterpurukan. Seperti pantai baro, yang gagal dalam membangun pelabuhan mewah. Namun masih bisa dimanfaatkan menjadi pantai yang berguna bagi warga sekitar. Memberikan nilai ekonomis dan historis yang sangat besar.

Baca Juga:  Grand Wisata Bekasi, Bukan Hanya Sekedar Perumahan Elit

Fasilitas yang Ada Di Pantai Baro

Pantai ini memiliki cukup banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung. Salah satunya adalah tempat penyewaan perahu untuk menjelajahi laut utara pulau jawa. Perahu tersebut merupakan perahu kecil milik nelayan yang sedang tidak mencari ikan. Biayanya cukup murah, yaitu sekitar Rp.15.000 – Rp.20.000.

Perahu Wisata Pantai Baro
Perahu Wisata Pantai Baro

Pada pantai baro juga terdapat toilet, fasilitas yang harus ada di setiap tempat wisata. Dilihat dari luar, toilet disana cukup bersih. Ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Terbilang cukup sedang untuk ukuran toilet di tempat wisata.

Fasilitas Toilet Di Pantai Baro
Fasilitas Toilet Di Pantai Baro

Di pantai baro juga terdapat musholah sebagai tempat ibadah umat islam. Musholahnya cukup luas, dapat menampung sekitar 50 orang lebih. Ketika aku kesana, musholah ini sedang di renovasi. Hal ini demi kenyamanan pengunjung yang ingin beribadah.

Musholah yang Sedang Direnovasi
Musholah yang Sedang Direnovasi

Ditempat ini juga terdapat tempat pelelangan ikan, luasnya cukup besar. Namun saat ini tempat pelelangan ikan tersebut tidak digunakan lagi. Sebab, para penjual ikan lebih memilih menjual ikan tangkapannya di pasar Gebang. Karena letak pasar Gebang berada di samping jalan raya, sehingga lebih mudah terjangkau.

Tempat Pelalelangan Ikan yang Ditinggalkan
Tempat Pelalelangan Ikan yang Ditinggalkan

Ternyata di pantai baro juga terdapat rumah sakit, aku juga baru mengetahuinya. Tempatnya memang sedikit tersembunyi, yaitu di sebelah timur dari pantai ini. Rumah sakit yang bisa dibilang sedarhana, namun memiliki kegunaan yang sangat luar biasa. RS Tanpa Kelas Mega Gotong Royong namanya, mungkin rumah sakit ini dibuat dengan gotong royong dari warganya? Entahlah.

Rumah Sakit Di Pantai Baro
Rumah Sakit Di Pantai Baro
RS. Mega Gotong Royong
RS. Mega Gotong Royong

Tepat di depan rumah sakit tersebut terdapat hutan bakau yang baru ditanami. Berdasarkan informasi dari pedagang sekitar, hutan bakau tersebut adalah inisiatif dari berbagai oraganisasi. Para mahasiswa pecinta alam juga sering menanam bakau disini. Jika dilihat dengan seksama, pemandangan hutan bakau dan langit biru di pantai baro sungguh menawan. Aku sangat menikmatinya, terutama saat angin sepoi-sepoi menghantam wajah.

Hutan Bakau Menghiasi Pantai Baro
Hutan Bakau Menghiasi Pantai Baro
Tempat Bersantai Diterpa Angin Pantai
Bersantai Diterpa Angin Pantai

Biaya Masuk Pantai Baro

Sebenarnya, untuk dapat menikmati keindahan pantai baro tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun, alias gratis. Begitu kata salah satu anggota dinas perikanan dan kelautan provinsi Jawa Barat yang kami wawancarai. Akan tetapi, ketika memasuki kawasan pantai akan di kenakan tarif Rp.2.000/motor. Biaya ini dimaksudkan untuk menunjang fasilitas yang ada dan dikelola oleh masyarakat sekitar. Biaya yang sangat murah untuk dapat menikmati indahnya laut utara pulau jawa ini. Pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan antara langit biru, awan stratus, cirrus, dan terkadang awan commulus yang ikut menemani.

Kolaborasi Pantai Baro, Langit dan Awan yang Menawan
Kolaborasi Pantai, Langit dan Awan yang Menawan

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tags
ZigerWix
ZigerWix Hanya ada satu hal di dunia ini yang benar-benar bebas. yaitu "PEMIKIRAN"

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *