OSPEK Keblinger, Lawan dan Laporkan!

September 16, 2019 No Comments PEMIKIRAN ZigerWix

Para mahasiswa baru yang diterima pada perguruan tinggi, sering kali mengalami masa OSPEK. Namun, masa tersebut seringkali “diselewengkan” oleh senior-senior yang tidak bertanggung jawab. Alih-alih mengenalkan lingkungan kampus, justru kegiatan tersebut dinodai oleh aksi yang tidak seharusnya. Mulai dari hal yang memalukan, konyol, tidak masuk akal, hingga tindakan yang melanggar hukum. Karena memang, terkadang ada kekerasan yang terjadi. Ini adalah pemikiranku, silahkan berbeda.

Sejarah OSPEK

Jika dilihat kebelakang, sejarah OSPEK sudah ada sejak zaman kolonial belanda. Tepatnya di STOVIA, sekolah pendidikan dokter hindia sejak 1898 hingga 1927. Pada masa itu, para mahasiswa baru kebanyakan merupakan kaum pedagang tionghoa dan pribumi. Para mahasiswa baru tersebut, diharuskan membersihkan ruangan para senior yang merupakan kolonial belanda. Hal ini terus berlanjut, pada masa Sekolah Tinggi Kedokteran (1927-1942). STOVIA dan GHS adalah sekolah yang kemudian menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), di Salemba. Pada masa GHS ini, kegiatan tersebut menjadi lebih formal, meskipun masih bersifat suka rela.

Gedung Stovia

Istilah yang digunakan saat itu bukan OSPEK, melainkan ONTEGROENING. Yang berarti membuat tidak hijau lagi, maksudnya adalah membuat para mahasiswa baru menjadi lebih dewasa. Hingga Indonesia merdeka, proses ini masih dilakukan. Setelah era tahun 1950-an, kegiatan ini dibuat lebih wajib. Namun sayang, alih-alih membuat mental yang baik. Justru kegiatan ini malah menimbulkan kesan yang tidak mendidik, dan menjadi ajang kepuasan senior.

Untuk perkenalannya pun lebih ke bentuk yang kurang mendidik, dan hanya untuk lucu-lucuan. Seperti contohnya mahasiswa baru harus menggunakan aksesoris yang terlihat lucu, mencoret wajah, memakai atribut konyol, dan sebagainya. Acara yang dibuat oleh para senior ini, mengharuskan para mahasiswa baru untuk membawa barang-barang aneh. Selain itu juga, sering terjadi bentakan yang dilakukan oleh senior. Bahkan, ada yang menerepkan hukuman fisik. Anehnya, meski kegiatan semacam ini sudah ditentang sejak era 1960-an, namun kegiatan ini tidak ada matinya. Bahkan dalam perkembangannya, kegiatan semacam ini ditiru oleh SMP dan SMA dengan dalih adaptasi dan peralihan masa. Biasanya, kegiatan semacam ini dilakukan tanpa sepengetahuan pihak kampus atau sekolah. Miris memang, karena kegiatan ini diketahui pihak kampus atau sekolah ketika sudah ada jatuhnya korban.

OSPEK Adalah Perkenalan

Ketika kita masuk SMP atau SMA, kegiatan ini sering disebut MOS (Masa Orientasi Siswa). Pada tingkatan yang lebih tinggi, kegiatan ini sering disebut dengan OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus). Biasanya, juga disebut dengan istilah PPLK (Program Pengenalan Lingkungan Kampus). Pada intinya, MOS, PPLK atau OSPEK adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengenalkan lingkungan kampus. Baik itu tradisi, sarana dan prasarana, prestasi, dan sebagainya, yang dimiliki oleh sekolah atau kampus tersebut.

Sebenarnya, ini merupakan kesempatan kampus untuk mempromosikan kelebihannya di mata mahasiswa baru. Kesempatan untuk menunjukan kelebihan kampus tersebut, dibandingkan dengan kampus lain. Tunjukan semua prestasi yang pernah dicapai, perlihatkan sarana dan prasarana yang ada. Dengan begitu, para mahasiswa baru akan mendapatkan kesan pertama yang baik terhadap lingkungan kampus. Bahkan, mungkin diantara mereka ada yang dengan suka rela merekomendasikan kampus tersebut kepada orang lain. Itu yang seharusnya, bagaimana kenyataannya?.

Kegiatan Resmi Dalam OSPEK

Pada kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus, sudah seharusnya memuat hal-hal baik. Tentu saja, hal tersebut mencerminkan identitas kampus. Segala bentuk tradisi kampus, harus ditanamkan pada mahasiswa baru di kesempatan ini. Kegiatan OSPEK sangat penting, karena dapat menanamkan nilai-nilai dan norma yang ada di kampus. Berikut beberapa kegiatan yang resmi dan bermanfaat di dalam kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus.

Pengenalan Budaya Kampus

Hal pertama yang harus dikenalkan pada mahasiswa baru dalam kegiatan OSPEK adalah, budaya kampus. Tunjukan semua kebaikan dari budaya kampus yang ada, agar para mahasiswa baru memahaminya. Sebab, penilaian atau kesan pertama terhadap budaya kampus akan sangat berpengaruh untuk seterusnya. Budaya-budaya kampus yang ada, seperti keramahan, tatakrama, sopan, senyum, dan sebagainya, harus dikenalkan. Terutama, visi dan misi kampus. Kenalkan dan tanamkan itu semua, pada mahasiswa baru. Agar nantinya, memberikan kesan yang baik. Dengan begitu, diharapkan mahasiswa baru dapat mengikuti semua budaya yang ada, tanpa adanya paksaan.

Budaya Kampus Saat OSPEK
Semua Budaya Kampus Itu Baik

Pengenalan sejak dini, memang sangat dianjurkan. Karena kesan pertama akan membuat perubahan pandangan, dan ekspektasi. Jangan rusak pandangan dan ekspektasi mahasiswa baru, dengan hal-hal yang tidak seharusnya. Karena memang, setiap budaya yang dimiliki kampus pasti baik. Maka dari itu, sebagai pihak yang bertanggung jawab harus menjaga kepercayaan tersebut. Mencontohkan hal baik pada mahasiswa baru, bukan sebaliknya. Karena mereka membutuhkan contoh yang baik, bukan “bacotan” sok hebat dari senior.

Pengenalan Program Studi

Kegiatan OSPEK, juga dapat dijadikan sebagai pengenalan program studi yang ada di kampus. Biasanya, mahasiswa baru hanya mencari dan mengetahui program studi yang di inginkan saja. Selebihnya, mereka tidak mengetahui program studi lain yang ada di kampus. Maka dari itu, sebenarnya kegiatan ini merupakan kesempatan yang bagus untuk mengenalkan program studi lainnya. Agar mahasiswa baru tahu, betapa besarnya kampus mereka, yang memiliki berbagai jenis program studi.

Selain mengenalkan program studi, pengenalan ini juga berlaku untuk dosen pengampu tiap-tiap mata kuliah. Tunjukan sikap ramah dari dosen-dosen tersebut, agar para mahasiswa baru merasa lebih dekat. Jika memungkinkan, bisa juga dikenalkan mata kuliah yang ada. Buat mereka tertarik dengan menunjukan mata kuliah yang dianggap sulit, namun dapat diselesaikan dengan mudah. Jika berhasil, hal ini akan membuat kesan baik terhadap kampus dan senior yang telah menjelaskan.

Pengenalan Lingkungan Kampus

Pengenalan bentuk nyata dari bangunan kampus, juga harus ada pada kegiatan OSPEK. Seperti mengenalkan nama gedung, dan tempat-tempat penting di dalam kampus. Tempat tersebut antara lain, Administrasi, Kemahasiswaan, Lab, Musholah, Aula, dan yang terpenting adalah ruang kelas. Sedikit tips, agar terkesan baik, sebelum melakukan pengenalan lingkungan kampus, semua ruangan harus dibersihkan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa baru merasa nyaman, dan ingin segera belajar dengan giat.

Pengenalan Lingkungan Kampus Saat OSPEK
Pengenalan Lingkungan Kampus dengan Baik

Pastikan juga, setiap sudut kampus tidak ada sampah yang berserakan. Agar nantinya, para mahasiswa baru merasakan disiplinnya kebersihan di kampus tersebut. Sehingga membentuk rasa kesadaran, agar membuang sampah pada tempatnya. Pada ruang kelas yang kosong, biarakan para mahasiswa baru untuk duduk disana. Merasakan kenyamanan ruang kelas yang ada, dan pastikan AC atau kipas angin dinyalakan. Ini akan membuat mereka betah, dan diharapkan membentuk rasa semangat di dalam diri mereka.

Meningkatkan Hubungan Kekeluargaan yang Erat

Didalam kegiatan OSPEK, membentuk rasa saling memiliki dan menjalin hubungan baik dengan sesama juga sangat penting. Ajarkan mahasiswa baru untuk saling menghormati satu sama lain, dengan mencontohkan hal yang baik. Agar terciptanya suasana keakraban dan kekeluargaan, juga rasa untuk memiliki. Perkenalkan juga bahwa kampus adalah rumah mereka, yang harus dijaga. Dengan begini, para mahasiswa baru akan menghormati senior dengan sendirinya, tanpa adanya paksaan.

Menjalin Kekeluargaan saat OSPEK
Sebagai Sarana Menjalin Kekeluargaan

Rasa saling menghormati, akan membuat hubungan kekeluargaan semakin erat. Karena sejak awal, mereka diperkenalkan dengan budaya kampus yang baik. Maka dari itu, dari pada membentak junior, atau bertingkah sok jagoan, lebih baik senior mencontohkan hal-hal baik. Dengan menerapkan budaya kampus, yang dapat membuat hubungan harmonis antara senior dan juniornya.

Baca Juga:  Melatih Mental

OSPEK Keblinger

OSPEK yang keblinger atau menyimpang, merupakan kegiatan yang berkedok dengan menumpang di kegiatan Orientasi Studi Pengenalan Kampus. Biasanya, kegiatan ini dibarengi dengan tindakan-tindakan yang menyimpang. Selain itu, juga menampilkan tingkah bodoh dan tingkah yang tidak semestinya. Tindakan-tindakan tersebut biasanya tidak diketahui oleh pihak kampus, karena memang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang ada. Berikut tindakan bodoh yang biasanya menumpang dalam kegiatan OSPEK.

Memakai Atribut Memalukan

Perilaku OSPEK yang keblinger, biasanya menyuruh para mahasiswa baru untuk menggunakan atribut-atribut yang memalukan. Atribut tersebut bisa berupa pakaian compang-camping, sepatu badut, topi dari bola plastik, papan nama dari kardus, dan sebagainya. Atribut-atribut tersebut sungguh tidak normal, karena memang sangat menyimpang dari nilai dan norma kampus. Bahkan, tradisi memakai atribut-atribut konyol seperti itu merupakan peninggalan pada zaman kolonial.

Atribut Memalukan Saat OSPEK
Atribut Memalukan Saat OSPEK

Jadi, bagi kalian yang menganggap atribut seperti itu wajar, silahkan pikirkan kembali. Hal baik apa yang di dapatkan dari memakai atribut konyol?. Untuk seru-seruan? Ini adalah OSPEK, waktu yang digunakan untuk mengenalkan budaya kampus. Bukan waktu untuk seru-seruan, apalagi dengan hal bodoh seperti itu. Apakah budaya kampus kamu seperti itu? tentu tidak. Jadi, mengapa harus melakukan hal bodoh semacam itu?. Segera tinggalkan, dan ganti dengan hal-hal yang lebih baik.

Melakukan Hal Tolol

Pada kegiatan OSPEK yang keblinger, para mahasiswa baru juga akan disuruh melakukan hal-hal tolol. Biasanya, kegiatannya tidak diketahui oleh pihak kampus. Kemudian yang mengendalikan kegiatan tersebut adalah senior, yang merasa hebat. Para senior akan bertindak se-enaknya, dan membuat juniornya sengsara. Tindakan seperti itu jelas keblinger, dan harus diluruskan.

Apakah kalian berpikir jika kata “Tolol” terlalu keras untuk sub judul ini?. Jika benar, silahkan kalian simak beberapa video Ketololan yang dilakukan oleh oknum senior saat OSPEK. Video ini diambil dari laman youtube.com, dari berbagai channel.

Dalam Channel CNN Indonesia, menampilkan sebuah video yang bisa dianggap menyimpang. Dimana para mahasiswa baru, diharuskan meminum air di dalam gelas secara bergantian. Namun, air minum tersebut tidak ditelan, melainkan diludahkan kembali ke dalam gelas. Untuk deskripsi video lengkap, dapat dicek pada link berikut. https://www.youtube.com/watch?v=qGJkruQDDgg

Masih kurang dengan tindakan tolol oknum senior saat OSPEK?. Pada channel youtube Rootstock Production, bahkan menampilkan sebuah video kekerasan senior saat melakukan pengenalan kampus. Kejadian tersebut terekam kamera pengawas CCTV, yang kemudian direkam kembali oleh seseorang. deskripsi lengkap bisa di cek pada link berikut https://www.youtube.com/watch?v=DHbRQBjFVbM

Apakah kalian yakin, kata tolol terlalu kasar untuk mereka?. Silahkan lihat kembali video yang menampilkan ketololan lainnya. Video ini dimuat dalam Channel youtube Viral, pada link berikut https://www.youtube.com/watch?v=HyRFYkkuw-4

Apakah video diatas bukan merupakan ketololan?. Silahkan pikirkan kembali.

Cara Menghadapi OSPEK Keblinger

Dalam menghadapi kegiatan OSPEK yang keblinger, ada 3 tahapan yang harus dijalani. Setiap tahapan, harus dilakukan secara berurutan. Karena memang, kegiatan menyimpang ini biasa dilakukan dengan menumpang nama OSPEK yang sesungguhnya. Oleh karena itu, bedakan terlebih dahulu mana kegiatan yang baik, dan mana kegiatan yang keblinger. Setelah itu, kalian bisa melakukan 3 tahap tindakan berikut.

  1. Lakukan kegiatan yang “legal” sebaik mungkin. Pada kegiatan OSPEK keblinger, tentu tidak semua kegiatannya merupakan kegiatan tolol. Pastinya ada beberapa kegiatan yang memang benar-benar harus dilakukan, dan tidak menyimpang. Pada kegiatan tersebut, lakukan dengan sebaik mungkin. Ini dilakukan untuk menunjukan bahwa kamu adalah mahasiswa yang baik, dan patuh.
  2. Lawan kegiatan yang keblinger. Walaupun kamu menunjukan sifat yang baik, dan patuh. Namun, ketika senior mulai menyuruh untuk melakukan hal bodoh, kamu harus melawannya. Walaupun senior membentak dengan nada keras, kamu harus tetap tegak dan tidak goyah. Tanamkan keberanian pada diri sendiri, bahwa orang benar tidak perlu takut. Kamu juga berhak meninggalkan kegiatan tersebut, jika memang dirasa perlu.
  3. Laporkan kekerasan fisik yang dilakukan. Ada kalanya, bentakan senior yang tidak digubris akan membuatnya semakin menggila. Bahkan tak jarang para senior melakukan aksi kekerasan, baik secara fisik maupun mental. Pada titik ini, tidak ada pilihan lain, kamu harus segera pergi meninggalkan kegiatan tersebut. Setelah itu, laporkan pada pihak kampus, akan adanya tindak kekerasan tersebut. Bila diperlukan, lapor juga pada orang tua, bahkan polisi.

Kisah Nyata OSPEK

Aku adalah seorang mahasiswa semester 3, pada salah satu universitas swasta di Bekasi. Walaupun saat ini aku merupakan mahasiswa tingkat akhir, namun ternyata aku belum pernah mengikuti OSPEK. Kegiatan tersebut bernama PPLK (Program Pengenalan Lingkungan Kampus). Hal ini disebabkan adanya miss komunikasi yang terjadi. Dimana ada dua kegiatan pada saat menjadi mahasiswa baru, yaitu PPLK dan Open House. Pada saat itu, aku hanya mengikuti kegiatan Open House saja. Karena aku kira, kedua kegiatan tersebut dilakukan secara bersamaan. Hingga akhirnya, aku pun merasa sudah menunaikan semua kewajiban.

Setelah tiga tahun berlalu, aku baru menyadari bahwa ternyata aku belum mengikuti PPLK. Sebab, aku baru tahu bahwa yang mengikuti PPLK akan mendapatkan sertifikat. Sertifikat ini, nantinya akan digunakan sebagai syarat kelulusan. Sedangkan saat ini aku belum menerima sertifikat tersebut, yang berarti bahwa aku belum mengikuti PPLK. Oleh karena itu, mau tidak mau, aku harus mengikuti PPLK bersama adik angkatan.

Hari itu aku langsung mencari informasi tentang PPLK susulan, dan kebetulan minggu itu akan di adakan kegiatan tersebut. Dengan antusias aku langsung mendaftarkan diri, untuk ikut PPLK. Namun, setelah aku lihat, ternyata persyaratannya cukup konyol. Dimana para mahasiswa diharuskan menggunakan topi bola plastik, dan papan nama besar yang terbuat dari karton. Aku langsung malas untuk mengikutinya, namun berhubung sudah mendaftar, aku pun harus datang.

Pengalaman PPLK
Pengalaman PPLK/OSPEK

Saat itu, aku datang tanpa membawa peralatan tersebut. Aku hanya memakai celana jeans dan kemeja kotak-kotak, dengan dibalut almamater kampus. Sampai disana, aku malu sendiri melihat banyaknya mahasiswa yang mengenakan atribut konyol. “ini pembodohan!” pikirku saat itu, tak ayal, aku langsung keluar barisan dan pergi pulang. Hingga saat tulisan ini dibuat (16/09/2019), aku masih belum mendapatkan sertifikat PPLK tersebut. Walaupun aku tahu, itu adalah syarat untuk lulus.

Tak masalah bila aku tidak lulus karena menentang pembodohan seperti itu. Justru akan ku jadikan ini sebagai pembelajaran diri, sekaligus pelatihan mental dan sikap berani. Setidaknya, dengan begini, aku bisa melawan dan protes terhadap OSPEK yang keblinger.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tags
ZigerWix
ZigerWix Hanya ada satu hal di dunia ini yang benar-benar bebas. yaitu "PEMIKIRAN"

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *