Lomba 17 Agustus yang Seru dan Sejarah Dibaliknya

Juli 29, 2019 No Comments CAMPURAN ZigerWix

Pada tanggal 17 agustus 1945, untuk yang pertama kalinya Indonesia mengumandangkan proklamasi kemerdekaanya. Saat itu, bung Karno dan beberapa tokoh lainnya dengan suka cita dan penuh perjuangan berhasil merebut kemerdekaannya. Kegembiraan itu hingga kini masih dirasakan oleh warga negara Indonesia, sehingga setiap tanggal 17 agustus di adakan sebuah euforia. Sering kali euforia tersebut di warnai dengan lomba 17 agustus, yang melambangkan suka cita warga Indonesia. Lomba tersebut antara lain panjat pinang, balap karung, balap kelereng, dan sebagainya.

Ada beberapa perlombaan yang tentu nya dapat membuat kita semua gembira, dan tertawa. Lomba 17 agustus memang sangat menghibur, dan mampu melupakan luka akibat penjajah di masa lalu. Namun apakah kamu tahu sejarah perlombaan yang ada pada acara 17 agustus?. Berikut perlombaan-perlombaan tersebut, dan juga sejarahnya.

Panjat Pinang – Lomba 17 Agustus

Perlombaan ini selalu ada pada lomba 17 agustus yang sering diselenggarakan, baik di desa maupun kota. Pada perlombaan ini, para pemainnya diwajibkan memanjat sebuah batang bambu yang sudah di lumuri oli atau pelicin lainnya. Tinggi bambu tersebut sekitar 15-20 meter, yang diatasnya terdapat hadiah-hadiah menarik. Hadiah tersebut bisa berupa sepeda, televisi, dan sebagainya.

Panjat Pinang - Lomba 17 Agustus

Perlombaan ini cukup menarik, dan menghibur. Karena semua pemainnya, tidak diperbolehkan menggunakan alat bantu apapun. Jadi benar-benar mengutamakan kerja sama tim, yaitu saling memanjat bahu masing-masing. Maka dari itu, lomba 17 agustus selalu identik dengan panjat pinang. Akan tetapi, dibalik kegembiraan itu terdapat sebuah sisi kelam yang cukup memilukan.

Sejarah Panjat Pinang

Sebenarnya, lomba panjat pinang merupakan peninggalan penjajah. Lomba ini di adakan ketika para ‘kompeni’ sedang mengadakan acara besar seperti hajatan, pernikahan, dan sebagainya. Tentu saja, yang menjadi pesertanya adalah orang-orang pribumi. Para pribumi sangat tertarik dengan perlombaan ini, karena saat itu hadiahnya adalah bahan-bahan pokok seperti beras, gula, roti, dan lain-lain.

Hadiah tersebut merupakah barang yang mewah bagi para pribumi pada saat itu. Disisi lain, para ‘kompeni’ tertawa menyaksikan hal tersebut. Mereka seakan menghina perjuangan para pribumi yang ingin mendapatkan hadiah itu. Karena disaat para pribumi kesulitan dan bersusah payah ingin mendapatkan hadiahnya, para ‘kompeni’ malah asik mentertawakan.

Panjat Pinang Masa Lalu

Banyak yang beranggapan bahwa panjat pinang, tidak seharusnya dijadikan lomba 17 agustus. Dimana perlombaan tersebut merupakan warisan dari Belanda, yang tidak layak dipertahankan. Secara tidak langsung, perlombaan panjat pinang akan membangkitkan memorial pahit tentang penjajahan. Namun, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa panjat pinang harus tetap ada. Karena panjat pinang dapat membuat kita mengenang semangat melawan para penjajah. Selain itu, dari sisi edukasi juga dapat membuat kita bisa bekerja sama dengan baik.

Balap Karung – Lomba 17 Agustus

Perlombaan yang menjadi langganan lomba 17 agustus selanjutnya adalah balap karung. Pada lomba balap karung, peserta diwajibkan memakai karung pada kaki nya. Kemudian meloncat secepat mungkin hingga garis finish. Hal ini menimbulkan tawa tersendiri, bagi orang yang melihatnya. Walaupun tak sedikit dari para pesertanya yang jatuh, namun mereka menikmati itu semua.

Balap Karung - Lomba 17 Agustus

Balap karung sudah sangat mendarah daging bagi warga Indonesia, terutama saat lomba 17 agustus. Hal ini membuatnya lumrah, dan tidak asing lagi. Lalu seperti apa sejarah lomba balap karung ini?.

Sejarah Balap Karung

Banyak yang mengira bahwa lomba balap karung berasal dari peninggalan bangsa Jepang. Ada pula yang berspekulasi bahwa, perlombaan ini berasal dari Indonesia. Namun demikian, sebenarnya balap karung sendiri berasal dari peninggalan Belanda. Para minoritas Belanda yang ada di Indonesia mengadakan lomba balap karung untuk instansi bentukan Belanda. Tentu saja pada saat itu, bukan untuk lomba 17 agustus.

Baca Juga:  Riset atau penelitian, Pertanyaan dan Jawabannya

Balap Karung Masa Lalu

Walaupun untuk instansi bentukan Belanda, namun pesertanya bukan dari warga Belanda saja. Melainkan juga warga Indonesia, yang ikut memeriahkan lomba balap karung. Para peserta terlihat sangat gembira dalam mengikuti perlombaan ini, sehingga warga Indonesia mengikuti perlombaan balap karung setiap kali ada acara. Hingga pada masa penjajahan Jepang, lomba balap karung ini tetap dilakukan.

Makan Kerupuk – Lomba 17 Agustus

Dalam perlombaan ini, peserta diharuskan makan kerupuk dengan cepat. Kesulitan pada lomba 17 agustus ini adalah terletak pada cara memakan kerupuk itu sendiri. Untuk memakan kerupuk nya, tangan peserta di ikat dan kerupuknya digantung pada tali. Ditambah, kerupuk yang dimakan tidak boleh jatuh ke tanah. Hal ini sangat menyulitkan, terutama saat talinya bergerak-gerak. Namun, karena itu juga, perlombaan ini menjadi menarik dan membuat tawa.

Makan Kerupuk - Lomba 17 Agustus

Saat ini berbagai macam cara, dan ukuran kerupuk telah di modifikasi. Ada yang caranya dengan menghubungkan tali pada jari kaki. Jadi, satu ujung tali di ikat pada kerupuk, dan ujung lainnya diikat pada jari kaki. Agar dapat memakan kerupuk tersebut, peserta harus menyesuikan gerakan kakinya. Ukuran kerupuk nya pun semakin bergam, dari yang sedang hingga besar.

Sejarah Makan Kerupuk

Pada masa penjajahan, kerupuk merupakan makanan utama bagi warga Indonesia. Karena saat masa penjajahan, untuk mendapatkan makanan enak sangat sulit. Maka dari itu, warga Indonesia makan dengan lauk seadanya. Nasi dan kerupuk menjadi andalan pada saat itu, karena dengan makanan seperti itu pun sudah sangat mencukupi. Untuk mengenang masa itu, diciptakanlah perlombaan makan kerupuk, yang sering di adakan pada lomba 17 agustus.

Lomba Makan Kerupuk

Terlepas dari kenangan kelam nya, lomba makan kerupuk ternyata menyimpan makna yang sangat dalam. Lomba makan kerupuk dianggap dapat mempersatukan warga Indonesia, dengan persamaan perasaan dan kesederhanaan. Selain itu, juga untuk dapat mengerti bagaimana dahulu penderitaan warga Indonesia. Dan yang terpenting adalah, kita dapat merasakan penderitaan di masa lalu. Hal ini agar kita tidak melupakan perjuangan para pahlawan, dan leluhur kita.

Balap Kelereng – Lomba 17 Agustus

Balap kelereng memang lomba 17 agustus yang tidak pernah terlupakan. Dalam acara memperingati kemerdekaan, lomba ini selalu hadir didalamnya. Ini disebabkan karena perlombaan balap kelereng sangat seru, dan asik. Tua, muda, pria, wanita, dewasa, dan anak-anak bisa mengikuti perlombaan ini.

Balap Kelereng - Lomba 17 Agustus selain Panjat Pinang

Pada lomba balap kelereng, peserta diwajibkan mempertahankan posisi kelereng pada sendok agar tidak jatuh. Peserta juga harus mencapai garis finish dengan cepat, agar menjadi juara. Selain itu, peraturan lain yang menyulitkan adalah tidak boleh memegang sendok. Pemenang dalam lomba ini adalah, peserta yang bisa sampai garis finish terlebih dahulu tanpa menjatuhkan kelerengnya.

Sejarah Balap Kelereng

Balap kelereng memang perlombaan yang bisa dibilang sudah cukup tua. Namun begitu, sampai saat ini belum ada sumber yang mengetahui pasti sejarang balap kelereng ini. Meskipun begitu, kita masih tetap bisa mengambil arti positif dari perlombaan ini. Seperti filosofinya, perlombaan balap kelereng mengharuskan kita tetap fokus pada tujuan, dan berhati-hati dalam melangkah.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tags
ZigerWix
ZigerWix Hanya ada satu hal di dunia ini yang benar-benar bebas. yaitu "PEMIKIRAN"

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *