Home>PEMIKIRAN>Kekeluargaan Vs Formalitas dalam Perusahaan
Kekeluargaan vs Formalitas
PEMIKIRAN

Kekeluargaan Vs Formalitas dalam Perusahaan

Berdasarkan judul dari artikel ini, pastilah konten yang ada didalamnya akan membandingkan dua hal. Kedua hal tersebut sebenarnya sering kita sebut atau dengar setiap hari dalam dunia kerja. Sebelum masuk kedalam pembahasan kekeluargaan vs formalitas, yang harus kita ketahui adalah pengertian keduannya. Seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang“. Maka dari itu, ada baiknya kita mengerti dahulu arti kata keduanya.

Pengertian

Kekeluargaan adalah rasa yang diciptakan oleh beberapa manusia untuk menciptakan suasana hubungan yang erat diantara mereka. Diharapkan dengan adanya rasa tersebut, mampu meningkatkan kasih sayang dan kepedulian satu sama lain. Disisi lain, arti kata ini masih menjadi perdebatan bagi para ahli antropolog.

Sedangkan formalitas menurut KBBI memiliki dua pengertian, yang keduanya sama-sama berhubungan dengan peraturan.

  1. bentuk (peraturan, tata cara, prosedur, kebiasaan) yang berlaku. contoh: tanpa — dia langsung menerima kedatangan istri camat yang mendapat musibah itu.
  2. sekadar mengikuti tata cara; basa-basi: penyambutan itu hanya —

Formalitas cenderung memiliki makna yang buruk, yaitu taatnya seseorang pada peraturan hanya sekadar basa-basi saja. Artinya, orang-orang taat peraturan karena takut dihukum/diadili. Mereka bukan mentaati peraturan atas kesadarannya sendiri, bahwa apa yang dilakukannya salah.

Kekeluargaan, Formalitas dan Peraturan

Setelah mengetahui pengertian dari kedua kata tersebut, sekarang kita bandingkan pengaruhnya terhadap sebuah perusahaan. Secara keseluruhan, artikel ini tidak akan menilai bahwa ada yang buruk diantara keduanya. Namun lebih condong kearah membandingkan dampak dari keduanya, untuk penilainannya, silahkan pembaca simpulkan sendiri. Misalkan pembaca memiliki perbedaan pendapat, itu adalah hal yang wajar. Kekeluargaan Vs Formalitas.

Kembali ke topik, berbicara mengenai formalitas, tidak akan lepas dari kata peraturan. Sebuah peraturan dalam perusahaan mutlak harus ditaati oleh semua komponennya. Jika peraturan hanya berlaku untuk beberapa karyawan yang memiliki pangkat rendah, apakah masih bisa disebut peraturan yang adil? Tentu tidak. Perusahaan adalah sebuah oraganisasi, jadi ketika ada peraturan yang mengikat, maka semua komponennya harus taat. Tidak peduli jabatannya apa, umurnya berapa, peraturan tetaplah peraturan, hal yang harus ditegakkan secara adil. Peraturan harus tegas, boleh ketat, tapi jangan kaku. Bukankah begitu?.

Lalu bagaimana dengan kekeluargaan?. Apakah tidak ada hubungannya dengan peraturan?. Tentu saja ada, namun resiko dari peraturan yang dilakukan dengan cara ini sangat besar. Jika berhasil, maka penerapan dengan cara ini akan lebih baik jika dibandingkan dengan cara formalitas. Namun jika gagal, banyak pelanggaran yang akan dilakukan.

Parameter Pengukur

Setelah mengetahui pengertian dan hubungannya dengan peraturan, selanjutnya adalah bagaimana cara mengukur keduanya?. Baik kekeluargaan maupun formalitas tidak memiliki ukuran yang pasti. Namun, untuk mengetahui mana yang lebih dominan bisa dilihat dari ciri-cirinya. Hal yang paling mendasar dari ciri-ciri tersebut adalah sikap karyawan terhadap perusahaan. Selain itu, juga dapat dilihat bagaimana sikap bawahan terhadap atasannya atau sebaliknya.

Parameter Pengukur

Perusahaan yang dominan kearah formalitas, akan membuat karyawannya menganggap kantor adalah tempat kerja. Entah itu disadari atau tidak, memang seperti itulah kenyataanya. Sebaliknya, perusahaan yang dominan kearah kekeluargaan akan membuat karyawannya merasa bahwa kantor adalah rumah. Cara lain bisa dilihat dari hubungan antara atasan dan bawahan. Contohnya, bagaimana atasan menegur bawahannya?. Apakah dengan diadakan meeting, kemudian dibahas dalam acara formal untuk menentukan konsekuensi dari tegurannya?. Jika seperti itu, jelas perusahaan dominan menggunakan formalitas. Hal tersebut sangat berbeda dengan cara menegur berdasarkan kekeluargaan. Misalnya, ada karyawan yang berbuat salah, kemudian atasan menegurnya dengan cara yang lebih bersahabat. Menganggap bahwa karyawan tersebut adalah temannya, bukan bawahannya. Pastilah ini akan memberikan efek persaudaraan yang besar.

Kesimpulan Kekeluargaan Vs Formalitas

Baik formalitas maupun kekeluaragaan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada artikel ini tidak dikatakan bahwa perusahaan yang dominan kearah formalitas adalah perusahaan yang buruk. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan besar justru menerapkan formalitas didalamnya. Namun, formalitas berbanding terbalik dengan kekeluargaan. Oleh karena itu, keduanya sangat sulit untuk disatukan.

Kekeluargaan atau Formalitas

Parameter yang digunakan untuk melihat keduanya memang tidak ada, namun dapat dilihat dari ciri-cirinya. Secara mudahnya, perusahaan yang condong kearah formalitas akan membuat karyawannya merasa bahwa kantor adalah tempat kerja. Sehingga ketika bel pulang berbunyi, para karyawannya akan segera pulang. Para karyawan tidak bisa disalahkan jika ingin segera pulang, karena itu adalah konsekuensi dari formalitas. Sedangkan perusahaan yang condong kearah kekeluargaan akan membuat karyawan merasa bahwa kantor adalah rumah. Sehingga para karyawan akan merasa nyaman berada dikantor. Ketika bel pulang berbunyi, mereka akan menghabiskan waktu di kantor dahulu. Jadi, cara termudah untuk melihat apakah perusahaan condong kearah kekeluargaan atau formalitas. Adalah dengan cara melihat seberapa banyak karyawan yang berada di kantor setelah bel pulang kerja berbunyi.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

4 Comments

  1. Saran dan kesimpulan :
    Mungkin akan lebih baik indek pengukuran mengetahui system apa yg di pakai oleh perusahaan kekeluargaan atau formalitas bisa di lebih di kaji lebih dalam jd tdk hanya dr setelah bel plng berapa karyawan yg masih stand by atau berlama lama.

    Kekeluargaan atau formalitas yg lebih penting adalah hak dan kewajiban yg di dpt dr karyawan atau pengusaha.
    Peraturan adalah konsekuensi yg hrs di pilih dari adanya kegiatan usaha atau organisasi.
    Bahkan dalam memimpin sebuah rumah tangga atau berkeluarga ada hal hal yg di atur dan mengutamakan apa hak sebagai istri dan hak sebagai suami.

  2. Bagi saya, yang penting ada hak dan kewajiban. karena mau system kekeluargaan atau apa.
    pada dasarnya kembali lagi ke hak dan kewajiban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *