Home>PEMIKIRAN>Keajaiban Cinta dan Kasih Sayang Orang Tua – Renungan
Keajaiban Cinta
PEMIKIRAN

Keajaiban Cinta dan Kasih Sayang Orang Tua – Renungan

Setiap manusia adalah buku, begitu kata Bung Fiersa Besari. Aku setuju akan hal itu, kita semua adalah buku yang memiliki cerita dengan versinya masing-masing. Buku kehidupan yang didalamnya tertulis cerita tentang peristiwa yang dialaminya. Tentu saja, halaman terakhir dari buku itu belum bisa terlihat. Akhir dari buku kehidupan adalah ketika tokoh utamanya telah mati. Pada kesempatan kali ini, aku akan membagikan beberapa bab yang ada dalam buku kehidupanku. Tujuannya adalah agar cerita dalam buku kehidupanku ini dapat menjadi pembelajaran untuk kita semua. Ini tentang keajaiban cinta dan kasih sayang orang tua, silahkan simak.

Awal Mula – Keajaiban Cinta

Tahun 1995, aku terlahir di dunia ini. Beberapa hari setelah itu, aku masuk rumah sakit. Waktu yang cepat bagi seorang bayi yang baru lahir untuk merasakan sakit. Kedua orang tuaku begitu khawatir melihat anak pertama nya yang baru lahir beberapa hari lalu mengalami panas tinggi. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana raut wajah cemas kedua orang tuaku saat itu, yang jelas, pasti mereka begitu mengkhawatirkanku. Setelah beberapa saat diperiksa, akhirnya dokter memberikan obat dan menyuruh kedua orang tuaku untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi tersebut. Aku dibawa pulang oleh kedua orang tuaku, bisa kubayangkan, saat itu mereka memelukku selama diperjalanan. – Keajaiban Cinta.

Kasih Sayang Ibu - Keajaiban Cinta

Beberapa hari kemudian aku kembali mengalami demam tinggi, spontan kedua orang tuaku langsung membawa aku ke dokter lagi. Dokter yang sama seperti sebelumnya, sehingga dokter tersebut masih mengenali kami. Dokter itu kemudian memberikan obat untukku lagi dan orang tuaku kembali membawa aku pulang dengan rasa cemas. Kejadian demam yang menimpaku ini terus terjadi berkali-kali, setiap bulan pasti ada saat dimana aku mengalami demam tinggi seperti itu. Bahkan, kedua orang tuaku sempat mengira bahwa aku menjadi tumbal dari pesugihan. Hal mistis seperti itu masih wajar terjadi di desaku yang kebanyakan warganya masih menganut animisme. – Keajaiban Cinta.

Mati Suri

Hingga usiaku menginjak beberapa bulan, demam tinggi yang aku alami terus menghantui. Pada suatu hari ketika aku dibawa ke dokter untuk diperiksa, dokter mendiagnosis bahwa aku terkena step. Secara awam pun akan dengan mudah melihat bahwa demam yang aku alami ini bukan demam biasa. Sebab setiap kali demam tinggi, tubuhku kejang-kejang. Jelas saja hal tersebut membuat kedua orang tuaku khawatir dengan kondisi yang dialami oleh anak pertamanya. Apalagi ketika dokter berkata bahwa kemungkinan penyakit ini berhenti adalah ketika usiaku menginjak 5 tahun. Jadi, sebelum usiaku 5 tahun, penyakit ini akan terus terjadi dan kemungkinan aku bisa melewatinya adalah 50:50. Ya, ada kemungkinan aku tidak bisa melewati penyakit ini. – Keajaiban Cinta.

Mati Suri - Keajaiban Cinta

Peristiwa mengerikan yang tidak diinginkan oleh semua orang tua pun terjadi. Aku yang masih bayi, menghembuskan nafas terakhirku dipelukan ibu. Semua yang menyaksikan kejadian itu menangis sedih. Mulai dari keluarga, tetangga, dan tokoh masyarakat yang hadir, ikut menangisi bayi yang masih suci pergi menghadap Ilahi. Namun –berdasarkan cerita dari ibuku– saat itu ibu tidak meneteskan air mata sama sekali. Katanya, beliau sudah ikhlas dan menerima ujian dari sang Ilahi bahwa anak pertamanya yang baru lahir beberapa bulan lalu harus pergi kembali. – Keajaiban Cinta.

Keajaiban Cinta

Uwa (tante) yang sedang tidur dibangukan oleh anaknya yang menginformasikan bahwa aku telah tiada. Spontan, uwa langsung beranjak dari tempat tidurnya dan menghampiriku. Aku yang sudah tidak bernyawa beberapa menit yang lalu langsung di sodorkan kopi pahit yang sebelumnya sudah di seduh oleh uwa. Keajaiban pun terjadi, tak berapa lama setelah meminum kopi pahit itu, aku menangis kencang. Orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut langsung menyebut nama Tuhan yang Maha Kuasa. Memang benar bahwa hidup dan mati hanya milikNya, manusia hanya bisa berusaha. – Keajaiban Cinta.

Spekulasi Orang

Setelah kejadian mati suri yang kualami, muncul berbagai spekulasi. Orang-orang berkata bahwa aku akan tumbuh menjadi orang yang ‘kurang’ secara mental, bahasa kasarnya gila/idiot. Ada juga yang berkata bahwa aku akan menjadi seorang indigo. Lucu memang, tapi darisanalah kebudayaan animisme bekerja. Akan tetapi, hal terberat yang harus dihadapi oleh kedua orang tuaku bukanlah perkataan orang-orang tersebut. Masih ada waktu 4 tahun lebih bagiku untuk menghadapi penyakit step ini. Kalian pasti mengerti, kejadian ‘kopi pahit’ itu kemungkinan besar bisa terjadi lagi. Hal terburuk, mungkin kopi pahit itu tidak akan berguna. – Keajaiban Cinta.

Baca Juga:  Mencintai atau Dicintai, Pilih Mana? - Suara Manusia

Bukan Waktu yang Sebentar

Waktu 5 tahun yang dihadapi oleh seorang bayi untuk menahan penyakit step tidaklah sebentar. Apalagi ketika aku tumbuh gigi, saat demam tiba-tiba terjadi, kejang-kejang yang kualami membuat aku menggigit dengan sangat keras. Akibatnya, lidahku bisa tergigit karena hal tersebut. Oleh sebab itu, ketika demam menimpaku, ibu selalu menyiapkan sendok untuk mengganjal mulutku agar aku tidak menggigit lidahku sendiri. Pernah suatu waktu aku tiba-tiba kejang. Bapak yang saat itu sedang menjagaku panik karena beliau tidak membawa sendok. Tanpa pikir panjang, beliau langsung memasukan jarinya untuk mengganjal mulutku. Tak perlu kujelaskan apa yang terjadi selanjutnya. – Keajaiban Cinta.

Kasih Sayang Bapak - Keajaiban Cinta

Penyakit step ini membuat ibu begitu khawatir, bahkan ketika usiaku sudah menginjak 4 tahun. Ya, masih ada satu tahun lagi bagiku untuk bebas dari penyakit ini. Keadaanku saat itu sudah tidak separah dulu, demam yang aku alami sudah tak sesering ketika aku bayi. Hal tersebut membuat ibuku selalu menyuruh aku untuk tidak melakukan kegiatan yang memberatkan. Alhasil, akupun jauh dari kehidupan luar. Sejak balita, aku jarang bermain dengan anak-anak seusiaku. Mungkin karena terbiasa seperti itu, hingga sekarang aku lebih suka menyendiri. – Keajaiban Cinta.

Akhirnya – Keajaiban Cinta

Usiaku sudah menginjak 5 tahun, dokter menyatakan bahwa penyakit step yang aku alami sudah membaik. Sangat kecil kemungkinan bagiku untuk terkena step lagi. Orang tuaku sekarang bisa bernafas lega, karena anak pertamanya sudah bisa melalui ujian berat yang deterimanya sejak bayi. Namun begitu, dokter berpesan pada kedua orang tuaku agar aku tidak melakukan hal-hal berat. Karena itu lah, hingga saat ini ibu masih merasa khawatir dengan keadaanku. Bahkan ketika usiaku remaja, ibu masih memperlakukan aku seperti anak-anak. Tapi aku sadar, itu semua dilakukan atas dasar kasih sayang orang tua. – Keajaiban Cinta.

Akhir Kisah

Kini aku hidup seperti orang-orang pada umumnya. Aku bukan seorang indigo, aku juga bukan orang gila yang sering dibicarakan. Perihal hal-hal aneh yang sering aku lakukan, itu bukanlah suatu bukti bahwa aku adalah orang gila yang mengalami gangguan mental. Aku masih bisa berpikir dan menilai, ini semua berkat kasih sayang kedua orang tuaku. Orang yang tidak pernah lelah dalam menjaga, mendidik, dan memberikanku perhatian. Terima kasih.

Pelajaran

Banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari kisah masa kecilku itu. Beberapa diantaranya adalah: Pertama, tentu saja kasih sayang orang tua. Ada Ibu yang selalu merawat anaknya, bapak yang terus berusaha agar anaknya baik-baik saja, dan kasih sayang lainnya yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Kedua, adanya keajaiban cinta. Disaat semua harapan terlihat sudah tidak bisa tercapai, saat itu keajaiban akan datang. Akan tetapi perlu diketahui bahwa keajaiban akan datang hanya setelah kita berusaha dengan keras. Aku yang saat itu sudah tak bernyawa, bisa hidup kembali karena keajaiban cinta dari Nya. Aku sadar bahwa: keajaiban itu memang ada, bahkan bisa diciptakan dengan berusaha.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *