Ibu Kota Pindah, Sudah Tepatkah? Bagaimana Dampaknya?

Agustus 1, 2019 No Comments CAMPURAN ZigerWix

Belakangan sangat ramai dibicarakan pada surat kabar maupun media elektronik, bahwa ada wacana ibu kota pindah ke tempat lain. Sebenarnya sah-sah saja, dan mungkin juga dibutuhkan. Namun, resiko buruk tetap saja ada. Lalu apa saja dampak dari pemindahan ibu kota tersebut? Bagaimana tempat yang sesuai untuk ibu kota yang baru?.

Wacana Ibu Kota Pindah

Wacana pemindahan ibu kota sebenarnya sudah cukup lama dibicarakan. Namun issue tersebut muncul lagi, saat Presiden Jokowi, membicarakan kembali wacana tersebut. Jadi, membicarakan pemindahan ibu kota sebenarnya bukan hal yang baru. Lalu sejak kapan wacana pemindahan ibu kota ini digagas?. – Ibu Kota Pindah.

Masa Kolonial Belanda

Wacana pemindahan ibu kota, Batavia (sekarang Jakarta), sudah ada sejak zaman kolonial. Pada saat itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda HM Deandles hendak memindahkan ibu kota ke Surabaya. Alasannya karena adanya dua faktor berikut.

  1. Alasan kesehatan. Pada saat itu, Batavia dianggap sebagai sumber penyakit. Hingga dijuluki sebagai kuburan orang Belanda, karena banyaknya penyakit malaria dan kolera. Beberapa Gubernur Jenderal Hindia pun, meninggal karena serangan penyakit kolera. Hal tersebut membuktikan betapa buruknya kawasan Batavia.
  2. Alasan pertahanan. Menurut Deandles, Batavia tidak bisa dijadikan sebagai ibu kota karena lokasinya, sehingga mudah diserang dari laut. Iklimnya disana juga dianggap kurang bersahabat, sehingga dapat membunuh serdadu garnisun. – Ibu Kota Pindah.
Deandles - Ibu Kota Pindah
Gubernur Jenderal Deandles

Para pendahulu Deandles juga sebenarnya sudah merencanakan perpindahan pusat kota ini. Gubernur Jenderal Van Overstraten, pernah membuat wacana untuk memindahkan Batavia ke pedalaman Jawa Tengah.

Pasca Kemerdekaan

Dibentuknya Panitya Agung pada tahun 1947, adalah untuk menyelidiki dan merencanakan penempatan ibu kota. Presiden Soekarno adalah salah satu dari anggota Panitya Agung tersebut. Panitya Agung dibentuk saat ibu kota jakarta dilanda kekacauan, karena pasukan Belanda berhasil menduduki wilayah ini. Pada saat itu, pusat pemerintahan berada di Yogyakarta. – Ibu Kota Pindah.

Hasil dari pembentukan Panitya Agung, salah satunya adalah penentuan ibu kota. Beberapa kota pun dipilih sebagai kandidatnya, yaitu Bandung, Malang, Surabaya, Surakarta, Temanggung, dan Magelang. Sebenarnya pada saat itu, ibu kota sudah berpindah-pindah tanpa kejelasan. Hanya saja, hingga revolusi selesai dan dan pemerintahan kembali ke Jakarta, tidak ada kejelasan penetapan ibu kota.

Soekarno Anggota Panitya Agung - Ibu Kota Pindah
Soekarno Anggota Panitya Agung

Presiden Soekarno, menggagas Palangka Raya sebagai ibu kota baru. Hal tersebut dianggap lebih baik ketimbang harus menjadikan Jakarta sebagai ibu kota. Dimana kota Jakarta sudah terbentuk, dengan lambang dan simbol-simbol kolonial. Saat itu Palangka Raya belum terbentuk, dan baru eksis ketika Seokarno melakukan pemancangan tiang pertama pada 17 Juli 1957. Palangka Raya berarti tempat suci, mulia, dan agung, nama tersebut diberikan langsung oleh Soekarno.

Soekarno mendirikan kota Palangka Raya dengan tujuan, ingin menjadikan kota tersebut sebagai ibu kota negara. Akan tetapi, Soekarno sendiri yang menutup kemungkinan Palangka Raya sebagai ibu kota. Hingga akhirnya, ia memutuskan ibu kota negara Indonesia berada di Jakarta melalui UU No. 10 tahun 1964. – Ibu Kota Pindah.

Wacana Ibu Kota Pindah Terus Berlanjut

Walaupun sudah ditetapkan Jakarta sebagai ibu kota negara, namun wacana ibu kota pindah terus berlanjut. Pada era Soeharto, wacana tersebut muncul kembali. Yaitu dengan munculnya gagasan untuk menjadikan Jonggol, Bogor, sebagai ibu kota negara. Namun, wacana tersebut hanya tinggal wacana. Belum ada realisasi hingga dilengserkannya Soeharto dari kursi pemerintahan.

Wacana Ibu Kota Pindah - Soeharto
Soeharto Merencanakan Ibu Kota Pindah

Di era SBY, wacana ibu kota pindah, kembali muncul. Bahkan, SBY satu langkah lebih maju. Yaitu dengan membuat tim khusus, untuk mengkaji pemindahan ibu kota. Namun, setelah dua periode, hasil pengkajian tersebut tidak pernah diumumkan ke publik. Belum diketahui alasan tidak di ungkapkannya hasil pengkajian tersebut, semua hanya tinggal misteri. – Ibu Kota Pindah.

Pemindahan Ibu Kota Era Reformasi

Setelah reformasi, wacana ibu kota pindah juga mendapat sorotan lebih. Terutama saat Jakarta sebagai ibu kota, menanggung beban yang cukup berat. Karena menjadi pusat pemerintahan dan pusat ekonomi. Sehingga banyak menyedot jutaan orang dari berbagai daerah, untuk datang dan mencari kerja di Jakarta. Akibatnya, wajah Jakarta semakin buruk. Beberapa masalah, kian bertambah.

Ibu Kota Pindah dari Jakarta
Kondisi Memilukan Jakarta

Masalah yang ditimbulkan karena adanya ledakan pencari kerja yang datang ke Jakarta, semakin bertambah. Polusi udara, pencemaran air, banjir, sumber penyakit, kemacetan, dan masalah lainnya, kian mewarnai ibu kota. Bahkan, menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, menyebutkan bahwa kemacetan di Jakarta menyebabkan kerugian hingga Rp.67,5 triliun. – Ibu Kota Pindah.

Ibu Kota Pindah Era Kabinet Kerja

Belakangan issue ibu kota pindah kembali mencuat, setelah Presiden Jokowi mengungkapkan keinginannya untuk memindahkan ibu kota. Bisa jadi, alasan Jokowi ingin memindahkan ibu kota adalah karena beban yang di tanggung kota Jakarta tersebut. Langkah yang diambil jokowi untuk memindahkan ibu kota adalah diadakannya rapat terbatas pada bulan april 2019. Pada rapat tersebut, membahas dan mengkaji pemindahan ibu kota yang akan di pindahkan di pulau jawa ataupun di luar jawa.

Baca Juga:  Video Bokep dan Rahasia Di Dalamnya - Silahkan Pahami!

Kabinet Kerja
Kabinet Kerja Jokowi

Dalam rapat tersebut, Jokowi memutuskan bahwa ibu kota akan pindah ke luar jawa. Lebih lanjut, keputusan Jokowi mengerucut pada pulau Kalimantan. Pemindahan ibu kota ini sudah tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2014 edisi revisi Juni 2019.

Dampak Positif Ibu Kota Pindah

Perpindahan ibu kota, tentu saja memiliki dampak positif. Karena hal tersebut sudah di kaji dan di analisa sebelumnya. Dampak positif perpindahan ibu kota, sudah di rangkum dalam artikel ini. Dampak tersebut berasal dari berbagai aspek, berikut dampak positif dari perpindahan ibu kota.

Pemerataan

Dengan adanya perpindahan ibu kota di Pulau Kalimantan, pemerataan semakin terlihat jelas. Sebab, pulau Kalimantan berada di tengah-tengah negara Indonesia. Berbeda dengan Sulawesi, Kalimantan dianggap tempat yang starategis. Karena, selain berada di tengah, juga tidak terlalu jauh dengan ibu kota sebelumnya.

Bebas dari Bencana Alam

Jika dibandingkan dengan Jakarta, Kalimantan lebih sedikit menanggung resiko akan bencana alam. Dari keadaan alam, Pulau Kalimantan adalah pulau yang terbebas dari ring of fire. Sehingga, memperkecil resiko terkena gempa bumi dan gunung berapi. Berbeda dengan Pulau Jawa, yang dilintasi oleh jalur ring of fire.

Ring Of Fire di Indonesia
Ring of Fire

Mengatasi Macet di Ibu Kota

Seperti yang kita ketahui, bahwa ibu kota Jakarta sudah terkenal dengan kemacetannya. Setiap hari, ribuan bahkan jutaan orang melewati jalanan ibu kota. Berbagai upaya sudah dilakukan, namun hasilnya nihil. Kemacetan tetap saja terjadi, di ibu kota tercinta. Dengan di pindahkannya ibu kota, diharapkan tidak ada lagi kemacetan di ibu kota yang baru.

Macet Ibu Kota
Macet di Jakarta

Sumber Ekonomi Baru

Ketika ibu kota pindah, pasti akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Menurut pengamat ekonomi, Bhima Yudhistira Adhinegara dari INDEF (Institute For Development of Economics and Finance). Perpindahan ibu kota akan memunculkan sumber-sumber ekonomi baru. “Karena, ketika pindah. Maka ada proyek konstruksi disitu yang bisa melibatkan warga lokal atau tenaga lokal, bahan bakunya juga kmudian dari lokal”. Ujarnya.

Dampak Negatif Ibu Kota Pindah

Selain dampak positif, jika ibu kota pindah juga akan menimbulkan berbagai dampak negatif. Bahkan, kemungkinan munculnya masalah baru sangat besar. Berikut cara dampak negatif dari perpindahan ibu kota.

Resiko Bertambahnya Hutang Negara

Bisa dibilang, hutang Indonesia saat ini sudah sangat tinggi. Jika ibu kota dipindah, maka kemungkinan besar hutang Indonesia akan bertambah. Karena untuk memindahkan ibu kota, pasti akan memakan biaya yang sangat tinggi. APBN sepertinya tidak akan cukup, bila harus dialokasikan untuk pemindahan ibu kota. Sebab harus memikirkan juga untuk kebutuhan yang lainnya. Jadi dapat dipastikan, solusi dari kekurangan tersebut adalah dengan behutang.

Hutang Negara Indonesia
Warisan Hutang Negara Indonesia

Waktu Adaptasi yang Cukup Lama

Secara administratif maupun ekonomis, perpindahan ibu kota akan menyebabkan perbedaan yang signifikan. Baik dilihat dari letak geografis, maupun strategisnya. Hal ini disebabkan karena perpindahan ibu kota, mengharuskan segala komponen instansi beradaptasi dengan tempat yang baru. Kemungkinan besar, adaptasi tersebut akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena perpindahan komponen-komponen, maupun kebiasaaan tidak semudah membalikan telapak tangan.

Mengorbankan Ekosistem Hutan

Seperti yang kita ketahui, bahwa hutan Kalimantan dapat disebut juga sebagai paru-paru dunia. Lantas bagaimana nasib paru-paru dunia ini, jika harus dikorbankan untuk pembangunan gedung parlement yang baru?. Hal ini juga merupakan masalah besar, karena wilayah Kalimantan sebagian dihiasi oleh hutan gambut. Sudah pasti, dengan hadirnya ibu kota baru, akan menyebabkan kerusakan ekosistem di dalamnya.

Ekosistem Hutan Gambut
Ekosistem Hutan Gambut

Kesimpulan Ibu Kota Pindah

Perpindahan ibu kota, sebenarnya sah-sah saja. Asalkan diperhitungkan dengan baik, matang, dan berkelanjutan. Selain itu, faktor lainnya juga harus dipertimbangkan secara mendetail. Segala resiko akan munculnya masalah baru, dan keuangan yang sedang tidak stabil. Ditambah hutang negara yang tidak sedikit, juga harus menjadi bagian yang harus dipertimbangkan.

Namun begitu, sebagai warga negara yang baik, kita harus selalu mendukung segala bentuk infrastruktur dan perubahan demi kemajuan. Karena, baik atau buruk, positif atau negatif, harus diperhitungkan dan dikaji. Kita hanya bisa percaya bahwa keputusan yang diambil oleh pemerintah, adalah yang terbaik. Sebab untuk memutuskan perkara ini, pastinya pemerintah tidak akan sembarangan.

Semoga saja, keputusan yang diambil oleh pemerintah adalah hal yang terbaik. Terlepas dari, jadi atau tidaknya pemindahan ibu kota. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, kita sebagai masyarakat yang cerdas agar tidak termakan berita hoax. Karena para politisi saat ini, akan menggunakan segala cara untuk menjatuhkan lawannya. – Ibu Kota Pindah.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tags
ZigerWix
ZigerWix Hanya ada satu hal di dunia ini yang benar-benar bebas. yaitu "PEMIKIRAN"

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *