Home>PEMIKIRAN>Hal Aneh dan Bodoh yang Pernah Dilakukan
Hal Aneh
PEMIKIRAN

Hal Aneh dan Bodoh yang Pernah Dilakukan

Setiap manusia pasti pernah mengalami kejadian-kejadian menarik didalam hidupnya. Kejadian menarik tersebut bisa berupa peristiwa bahagia, sedih, hal aneh, memalukan, hal bodoh, dan sebagainya. Tak terkecuali aku, pada kesempatan kali ini aku akan menceritakan sedikit pengalaman “nyleneh” yang pernah aku lakukan, baik disengaja maupun tidak. Tujuannya, selain untuk menghibur juga sebagai bahan instrospeksi diri dan untuk pembelajaran kedepannya. Selamat membaca…

Teman Imajiner – Hal Aneh

Saat kecil dulu, aku pernah memiliki teman khayalan. Seperti anak-anak yang memiliki teman imajinasi pada umumnya, aku sering berbicara sendiri. Namun tak ada seorangpun yang tahu hal aneh perihal hubungan persahabatanku dengan teman imajinasiku itu. Walaupun aku lupa dengan bentuk rupanya, namun aku masih ingat betul beberapa kegiatan yang pernah aku lakukan dengannya dulu. Seperti bersepeda, bermain mobil-mobilan, dan sebagainya.

Hal aneh ini mulai terjadi ketika aku berumur sekitar 5 tahun, saat aku menginginkan seorang adik. Saat itu dia datang dalam kesendirianku dan menemani aku dalam sepi. Sejak kehadirannya, aku merasa memiliki seorang teman yang benar-benar dekat. Karena memang sejak dulu aku jarang bergaul dengan anak-anak seusiaku dan lebih sering bermain sendiri. Kejadian itu aku alami hingga masuk sekolah dasar, setelah itu dia lenyap begitu saja.

Sampai saat ini, aku tidak pernah memiliki teman khayalan lagi. Namun begitu, aku masih bisa merasakan suara-suara yang entah dari mana asalnya. Suara itu datang ketika aku melakukan hal-hal buruk, ia seperti mengingatkan aku untuk tidak melakukan hal buruk tersebut. Aku tidak terlalu mengaitkan hal aneh ini dengan kejadian gaib. Sebab suara itu datang untuk mengingatkan aku agar tidak berbuat buruk, maka dari itu aku anggap itu adalah bisikan nurani.

Teman Imajiner - Hal Aneh

Pada dasarnya, manusia tidak pernah sendiri. Ia memiliki teman yang selalu bersamanya, mengikutinya, dan memperhatikannya selalu. Ia adalah diri sendiri.

Kesetrum – Hal Bodoh

Kalau tidak salah, kejadian ini terjadi ketika aku duduk di kelas 5 atau 6 SD. Aku memang orang yang penasaran terhadap sesuatu yang aku anggap menarik. Sehingga aku sering melakukan hal aneh dan bodoh karena rasa penasaranku ini. Saat itu aku begitu penasaran dengan lampu sepeda milik bibiku. Menurutku bentuk dan cara kerja lampu sepeda tersebut sangat unik. Lampu tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu lampu itu sendiri dan sebuah generator yang berbentuk tabung dan terbuat dari besi. Lampu akan menyala ketika ujung generator tersebut disentuhkan ke roda sepeda sehingga berputar. Perputaran generator ini yang menghasilkan listrik sebagai energi untuk menyalakan lampu.

Suatu hari, lampu sepeda milik bibiku tidak berfungsi. Kemungkinan besar rusak karena usianya yang sudah tua. Sebenarnya bibiku tidak terlalu memperdulikan hal itu, sebab lampu sepeda tersebut memang jarang digunakan. Aku yang sangat penasaran langsung mengambil lampu sepeda tersebut untuk di oprek-oprek. Ibu tidak curiga dengan kegiatanku, sebab bukan hal aneh lagi kalau aku sering “merusak” barang-barang yang sudah tidak terpakai. Setelah beberapa lama dimodifikasi dan dihubungkan dengan pengkabelan yang alakadarnya, akupun mencoba menyalakan lampu tersebut dengan menghubungkannya pada stop kontak di rumah.

Saat itu aku pegang badan generatornya dan mengarahkan lampu tersebut pada ruangan didepanku. Namun ketika saklar lampu dicolokan pada stop kontak, tubuhku bergetar dan terasa pegal. Ada rasa panas juga yang aku rasakan pada jari-jariku. Sontak aku langsung membuang tabung lampu yang sedang kupegang tersebut dan buru-buru mencabut saklar lampu. Sial, aku kesetrum. Kejadian tersebut membuat aku trauma dengan listrik. Aku tidak berani memperbaiki barang-barang elektronik yang berhubungan dengan listrik besar. Bahkan ketakutan itu masih aku rasakan hingga kini.

Kesetrum - Hal Bodoh

Walaupun sempat membuat trauma, tapi aku akan terus melakukan percobaan-percobaan yang menurut orang lain itu bodoh.

Alergi Wanita – Hal Aneh

Alergi wanita bukan berarti aku pecinta sesama jenis! Aku pastikan bahwa aku adalah pria normal, tulen, ganteng, baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung. Jika dilihat lebih dalam, sebenarnya ini bukanlah hal aneh, bisa dibilang lebih kearah bodoh. Karena ketika SMP dulu, ada suatu titik dimana aku malas sekali dengan semua wanita. Kala itu aku juga jijik melihat orang-orang yang berpacaran. Bahkan ketika ada wanita yang duduk disampingku, aku langsung menjauh. Aku tidak ingin terlihat dekat dengan wanita tersebut.

Sikapku ini bukan tanpa alasan, sebab saat itu aku melihat banyak orang yang berpacaran dengan gaya lebay. Ada yang bilang “cyang” “beph” dan sebagainya, terus terang aku jijik melihat tingkah tersebut. Bahkan ada seorang pria yang begitu takut kehilangan wanitanya sampai-sampai rela melakukan apapun. Saat itu aku menganggap pacaran itu adalah hal aneh –pemikiran seorang remaja SMP-. Tapi peristiwa ini tak berlangsung lama, sebab ada seorang wanita yang berhasil mengalihkan pandanganku.

Alergi Wanita - Hal Aneh

Kebahagiaan bisa datang dari jalan yang tak terduga. Bahkan, terkadang kebahagiaan datang dari hal yang awalnya kita benci.

Tempe Lidah Buaya – Hal Aneh

Tidak sedikit yang bilang bahwa aku adalah orang aneh. Tak masalah, jujur saja aku lebih suka dibilang aneh daripada pintar. Sebab aneh berarti berbeda dengan yang lainnya, juga tidak monoton seperti orang-orang pada umumnya. Ketika SMA kelas XI, aku bertemu dengan seorang teman yang bisa dikatakan aneh juga. Dia berbeda dengan siswa-siswa pada umumnya. Walaupun aneh, tapi untuk urusan intelektual, dia juaranya. Saat berteman dengannya, aku merasa memiliki nasib yang sama, yaitu menyandang gelar “aneh”. Sudah banyak hal aneh yang kami lakukan, salah satunya adalah membuat tempe dari biji ketapang.

Entah bagaimana awalnya, pembicaraan kami tiba-tiba terarah pada proses pembuatan tempe. Berdasarkan pengalaman yang kurang memadai –karena kami siswa IPS– akhirnya kami bertanya kepada guru IPA mengenai cara pembuatan tempe. Ternyata caranya cukup mudah, hal ini membuat kami semakin semangat untuk membuat tempe ketapang. Setelah mendapatkan informasi yang cukup, kami segera membeli ragi tempe. Kemudian kami mencari pohon ketapang untuk diambil bijinya. Ternyata proses mengeluarkan biji ketapang sangat sulit, karena tekstur kulitnya yang keras. Hal ini membuat kami menyerah dan mengurungkan niat untuk membuat tempe ketapang. Sebagai gantinya, kami mencoba membuat tempe dari kacang hijau. Walaupun ini bukan hal aneh, tapi kami baru pertama kali melakukan percobaan membuat tempe sehingga sedikit mengalami kesulitan.

Singkat cerita, projek membuat tempe dari kacang hijau berhasil. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu doperbaiki seperti tekstur yang bantet dan bau kacang hijau yang kurang bersahabat dengan hidung. Namun aku belum puas, dengan modal ragi tempe yang masih tersisa, aku ingin mencoba hal aneh lainnya. Pikiranku tertuju pada tanaman lidah buaya yang ada di halaman rumah. Aku tau, lidah buaya tidak bisa dijadikan sebagai tempe, akan tetapi aku terus melakukan hal bodoh itu karena penasaran. Hasilnya sudah dapat ditebak, aku gagal.

Tempe Lidah Buaya

Mungkin suatu saat nanti aku akan meneruskan percobaan tempe ketapang yang sebelumnya sempat tertunda.

Dibohongi – Hal Bodoh

Suatu ketika aku didatangi oleh seorang teman, ia berasal dari desa yang sama denganku. Aku tidak terlalu dekat dengannya, namun dulu pernah bermain bersama semasa kecil. Kedatangannya yang begitu tiba-tiba membuat aku heran, sebab selama ini kami tidak pernah berkomunikasi lagi. Usut punya usut ternyata ia ingin menawarkan kerjasama denganku. Waktu itu aku tidak meng-iyakan, aku meminta waktu untuk memikirkan keputusanku. Ia pun bersedia untuk menunggu jawaban dariku, apakah ingin bekerjasama dengannya atau tidak. Sebelum pergi, ia meminta nomor whatsappku agar mudah berkomunikasi.

Dibohongi – Mencari Informasi

Aku segera mencari informasi terkait bisnis yang ia tawarkan. Ternyata, bisnis tersebut merupakan bisnis bodong yang digunakan untuk membohongi orang-orang. Kurang puas, aku pun bertanya pada salah satu korban dari kasus penipuan tersebut. Banyak hal yang ia jelaskan perihal bisnis menyesatkan tersebut. Dalam kasus ini, si penipu tidak akan bisa dituntut karena sebelumnya ia melakukan perjanjian resmi bersama korbannya. Dengan perjanjian tersebut, si korban tidak akan bisa menuntut sang penipu. Aku masih tidak percaya, apakah benar orang yang aku kenal ingin menipuku?

Aku segera mencari informasi lain tentang teman lamaku ini dengan menelusuri rekam jejak media sosialnya. Ternyata bapaknya baru terkena PHK dan dagangan ibu nya selalu merugi, ia juga harus ikut membantu biaya sekolah adiknya. Ya, sekarang akan dengan mudah mencari informasi tentang masalah pribadi seseorang, liat saja media sosialnya. Setelah mendapatkan semua informasi tersebut, akhirnya aku memutuskan untuk menerima kerjasama dengannya. Tujuanku bukanlah mendapatkan keuntungan yang dijanjikan, melainkan ingin membantu teman lamaku ini. Tak masalah jika akhirnya ia membohongiku, tak masalah jika akhirnya aku merugi, yang terpenting aku sudah bisa membantu dia dari cara ini. Selain itu, aku juga penasaran bagaimana dengan tingkahnya ketika berbohong. Hal aneh ini adalah salah satu kegiatan yang sering aku lakukan.

Dibohongi – Tujuan Lain

Beberapa hari kemudian aku dibawa olehnya ke suatu kantor –entah kantor apa– untuk menjalankan perjanjian. Semua langkah dan prosedur perjanjian tersebut sama percis seperti yang diceritakan oleh korban yang pernah aku tanyai. Aku sadar saat itu aku sedang dibohongi oleh temanku sendiri, tapi aku masih menunjukan tampang polos dan pura-pura tidak tahu. Singkat cerita, beberapa minggu setelah melakukan perjanjian tersebut, temanku menginformasikan bahwa bisnis yang kami lakukan gagal. Alasannya? sama percis seperti yang diceritakan oleh korban kepadaku.

Dari kejadian tersebut, aku memang mengalami kerugian. Jumlahnya tidak banyak, tapi lumayanlah jika digunakan untuk makan seminggu. Tapi sekali lagi, tujuan aku terus membiarkan diriku dibohongi bukanlah karena mataku tertutup dengan keuntungan yang dijanjikan. Aku sadar betul bahwa saat itu diriku sedang dibohongi, namun aku terus mengikuti kebohongannya. Selain untuk membantu dia, aku juga ingin melihat seperti apa sikapnya ketika sedang berbohong.

Dibohongi

Pura-pura tidak tahu adalah caraku untuk menguji kejujuranmu.

Membuat Orang Marah – Hal Aneh

Orang bijak bukanlah orang yang dapat menahan amarahnya, tapi orang bijak adalah orang yang bisa mengeluarkan kemarahannya pada waktu, tempat dan cara yang tepat. Setiap orang tidak ingin dimarahi, begitu pun denganku. Tapi terkadang, dengan sengaja aku membiarkan orang lain marah kepadaku. Hal aneh dan bodoh ini tentu tidak akan dilakukan oleh orang lain. Akan tetapi, menurutku salah satu parameter untuk menjadikan seseorang sebagai teman adalah mengetahui bagaimana sikapnya ketika marah.

Sebelum aku benar-benar menjadikannya teman, aku harus melihat orang tersebut marah terlebih dahulu. Entah itu marah padaku langsung atau marah pada orang lain. Jika menurutku kemarahannya masih dalam batas wajar dan bisa diterima, maka aku akan menjadikannya teman. Jadi, membuat orang marah adalah salah satu kegiatan yang kadang aku lakukan.

Bahkan, aku pernah membuat banyak orang marah kepadaku hanya untuk menyelesaikan masalah. Apakah kamu pernah melakukan itu? Jika belum, maka jangan pernah melakukannya. Karena mungkin aku pun tidak akan pernah melakukannya lagi. Dimarahi oleh seseorang mungkin aku akan bisa menikmati, tapi dimarahi oleh banyak orang sekaligus –apalagi teman-teman sendiri– sangat tidak menyenangkan. Tapi saat itu aku melakukannya demi mencapai suatu tujuan. Bodoh memang.

Dimarahi Banyak Orang

Menurutku, kemarahan adalah bom waktu. Kemarahan bisa meledak kapanpun juga. Oleh sebab itu, aku rela meledakan semua bom waktu tersebut diwaktu yang tepat. Agar dikemudian hari bom waktu itu tidak akan meledak lagi.

Baca juga Pemikiran lainnya disini.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *