Home>PENGETAHUAN>GIS, Lengkap! Bukan hanya Sistem Informasi Geografis Saja
GIS
PENGETAHUAN

GIS, Lengkap! Bukan hanya Sistem Informasi Geografis Saja

GIS

Pada Dasarnya, GIS / SIG bukanlah elemen tunggal dan homogen yang mana, huruf “S” memiliki penjabaran berbeda. Pemanfaatan dan perkembangannya terdiri atas berbagai elemen yang saling terkait, dalam menguatkan teknologi geospasial. Yang meliputi: GIScience (Sains Informasi Geografis), GISystem (Sistem Informasi Geografis), GIServices (Layanan Informasi Geografis, GIStudies (Studi Informasi Geografis).

GIScience (Geographic Information Science / Sains Informasi Geografis)

Sejalan dengan perkembangan rekayasa geomatika, di lingkungan geografi muncul satu bidang kajian baru yang bernama Sains Informasi Geografis. (Geographic Information Science). Sebagai agresi bidang teknis keilmuan geografi yang telah ada sebelumnya yaitu kartografi, penginderaan jauh, dan sistem informasi geografis. – GIS.

Selain pilar keilmuan geografi, berbagai kajian dalam rekayasa geomatika tetap berada dalam ruang lingkupnya, meskipun dengan proporsi berbeda. Posisi sains informasi geografis ini, menurut landasan filosofinya, tentu saja berbeda dengan posisi rekayasa geomatika. Yang tetap mengedepankan analisis yang bersifat multidimensional, terintegrasi, komprehensif, dan holistik. Sebagai “buah” dari konvergensi berbagai disiplin ilmu, sains informasi geografis tetap berada dalam koridor keilmuan geografi. – GIS.

stilah sains informasi geografis pertama kali dikemukakan oleh Maguire, Goodchild, dan Rhind pada tahun 1991. Mereka mendefinisikannya sebagai kajian yang berfokus pada penanganan informasi geografis seperti karakteristik data geografis. Juga pemecahan masalah dalam perspektif gografis, informasi dan pemanfaatan informasi geografis dalam berbagai disiplin ilmu. Serta dampak pemanfaatan informasi geografis bagi masyarakat dan pengambil kebijakan. Meski mengalami perluasan makna, istilah system masih tetap dipertahankan untuk mencirikan antara bidang ilmu dan tool spasial. – GIS.

Secara umum pendekatan dalam keilmuan geografi di Indonesia hanya meliputi tiga pendekatan. Yakni kelingkungan (ecological), keruangan (spatial), dan kompleks wilayah. Sains informasi geografis berkembang dari konsep pendekatan keruangan yang mencakup berbagai analisis spasial terkait dengan berbagai fenomena geosfer.

Geografi Terpadu - GIS
Geografi Terpadu

Pada akhirnya, Sains Informasi Geografis merupakan bidang kajian dengan kompleksifitas yang tinggi. Karena pendekatan multi tingkat yang meliputi Multiskala (multi-scale), Multiresolusi (multi-resolution), Multiwaktu (multi-temporal), Multispektral (multi-spectral), dan multisumber (multi-sources). Bila telaah lebih lanjut, dasar yang mapan dalam bidang kartografi, penginderaan jauh, dan sistem informasi geografis merupakan sebuah keharusan. Sehingga kajian sains informasi geografis sangat relevan dalam kajian dan pengembangan keilmuan geografi. – GIS.

Kesimpulan GIS (Geographic Information Science)

Dengan demikian, sains informasi geografis tidak dimaksudkan untuk menggantikan SIG, melainkan sebagai disiplin ilmu yang terintegrasi. Misalnya dalam pendeteksian perubahan lahan, penjalaranan (sprawl) perkotaan, beserta dampaknya yang menggunakan data citra, peta dan dokumen perencanaan pembangunan. Disini kajian mengenai penggunaan lahan, kepadatan penduduk, kepadatan bangunan. Serta perubahan suhu udara, kerapatan vegetasi, hingga prediksi spasial di masa mendatang dapat dilakukan secara bersamaan. – GIS.

Sains Informasi Geografis bukan sekadar ketrampilan menggunakan komputer. Karena esensi keilmuannya mangacu pada kaidah segala sesuatu terjadi pada ruang dan waktu. Cara pandang ini memicu penggelut Sains Informasi Geografis untuk dapat memanfaatkan dan memadukan segala tool analisa spasial. Secara mendalam sesuai dengan bidangnya. – GIS.

GISystem (Geographic Information System / Sistem Informasi Geografis)

GISystem (Geographic Information System), dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Merupakan suatu sistem yang mampu menyimpan, mengolah, mentransformasi, dan analisis data maupun informasi spasial yang berguna untuk pengambilan keputusan. Di awal perkembangannya hingga sekarang, SIG didominasi oleh penggunaan komputer untuk menggabungkan berbagai data spasial. Agar mampu digunakan dan dipahami oleh pengguna atau masyarakat. SIG dapat mengintegrasikan basis data, analisis spasial, dan prosedur statistik. Ini membuatnya lebih baik dari pada visualisasi permukaan bumi yang disajikan dalam sebuah peta. SIG memuat pemodelan spasial dari real-word yang bersifat kompleks menjadi lebih sederhana. – GIS.

Definisi SIG dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem dengan kemampuan yang berbeda-beda yang meliputi. :

  1. Data input. Subsistem ini berfungsi untuk mengumpulkan, mempersiapkan, dan menyimpan data spasial maupun atribut.
  2. Data management. Subsistem ini mengorganisasikan data spasial maupun atribut kedalam basis data.
  3. Data manipulation and analysis. Subsistem ini berperan dalam manipulasi dan pemodelan data guna menghasilkan informasi yang diharapkan.
  4. Data output. Berberan untuk menampilkan sebagian dan seluruh basis data baik dalam bentuk soft copy maupun hard copy. (Seperti tabel, grafik, peta, dan lain-lain). Dari data output ini, pengguna dapat memperoleh informasi yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan. – GIS.
Elemen Sistem Informasi Geografi
Elemen Sistem Informasi Geografis

Kesimpulan GIS (Geographic Information System)

Kemampuan inilah yang membedakan SIG dari sistem informasi lainnya karena mampu menjelaskan beragam fenomena spasial bagi penggunanya. SIG sebagai alat atau sistem untuk memecahkan masalah geospasial. Komponen-komponennya meliputi:

  1. Perangkat keras seperti komputer, mouse, digitizer, printer, dan scanner.
  2. Perangkat lunak yang terbagi atas sistem operasi, aplikasi SIG, dan aplikasi basis data.
  3. Data dan informasi geografis yang terdiri atas data vektor (titik, garis, dan polygon). Data raster (terbentuk dari piksel-piksel gambar), serta data atribut (berisi penjelasan / ifnormasi pelengkap).
  4. Manajemen dan metode karena bekerja dengan SIG harus ditangani oleh orang-orang yang memiliki keahlian yang tepat pada semua tingkatan. Serta memahami metode analisis spasial yang tepat untuk tiap permasalahan.
  5. Pengguna sebagai pihak yang memanfaatkan informasi hasil analisis SIG.
Komponen SIG - Sistem Informasi Geografis
Komponen SIG

GIService (Geographic Information Service / Layanan Informasi Geografis)

Tujuan utama layanan Informasi Geografis (GIServices) adalah menyediakan layanan basis data dan informasi geografis secara komprehensif. Yang dapat diakses oleh publik melalui berbagai perangkat yang bersifat mobile. GIServices biasanya berwujud website (berupa web-GIS atau portam GIS). Juga beragam aplikasi di smartphone yang berisi layanan informasi spasial untuk beragam kepentingan. GIServices berperan sebagai basis pengembangan basis data spasial secara digital. Sebagai basemap untuk beragam layanan publik baik oleh pemerintah, bisnis, ekonomi, maupun individu. Hal ini bertujuan agar peranan data spasial semakin efektif dan mampu meningkatkan efisiensi masyarakat dalam beragam aktifitas.

Ruang Lingkup GIServices
Ruang Lingkup GIServices

Kesimpulan GIS (Geographic Information Services)

Sebagai GIServices teknologi yang mampu memberikan beragam data dan informasi geospasial secara saling sinergi. Antara infrastruktur telekomunikasi dan sistem informasi geografis harus mapan, karena GIServices terus berkembang menjadi media penyimpanan dan suber daya komputasi. GIServices melibatkan penggunaan perangkat GNSS yang kini telah tersedia pada smartphone untuk mengetahui posisi dan layanan yang diperlukan oleh pengguna. Oleh sebab itu, GIServices memiliki beragam peran, seperti:

  1. Pengembangan pengetahuan geospasial masyarakat.
  2. Administrator dan server basis data spasial.
  3. Media koordinasi berbagai pihak dalam pemanfaatan basis data.
  4. Pengembangan struktur dan standarisasi data spasial.
  5. Katalog data yang komprehensif.
  6. Melindungi informasi sensitif milik pengguna dan penyedia data.
  7. Sarana akses data dan aplikasi geospasial.
  8. Melatih masyarakat untuk mampu membuat keputusan spasial yang bijak.
  9. Sarana pengujian kompatibilitas data spasial antar lembaga.

GIStudies ( Geographic Information Studies / Studi Informasi Geografis)

GIStudies dapat diartikan sebagai bidang kajian yang mempelajari dinamika penggunaan informasi geografis. Oleh berbagai elemen masyarakat beserta standar, prosedur, dan lembaga/institusi yang terlibat di dalamnya. Sebagai sebuah kajian yang sistematik terkait penggunaan informasi geografis. GIStudies dalam konteks sosial juga mengkaji masalah etika pemanfaatan dan penggunaan informasi spasial.

Kajian GIStudies - GIS
Kajian GIStudies

Kesimpulan GIS (Geographic Information Studies)

GIStudies mengkaji pengaruh dan signifinkansi pemanfaatan/penggunaan informasi spasial. Termasuk aplikasi/software yang turut memanfaatkan data geografis bagi masyarakat. Dalam hal ini, adanya aplikasi transportasi online, peta online, financial technology (fintech), dan virual reality juga masuk dalam kajiannya. Lalu, bagaimana rangkaian data spasial dapat berinteraksi dengan masyarakat?. Sejak data spasial telah berubah menjadi informasi yang mampu dipahami oleh pengguna, disanalah GIStudies mulai mengkaji. Beragam aktifitas pengguna dalam memanfaatkan data geografis meliputi.

  1. Pengamatan fenomena geografis baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
  2. Penyajian kembali hasil pengamatan fenomena geografis bisa bentuk pemahaman kognitif, visualisasi grafis, dan lain sebagainya.
  3. Memadukan beragam hasil pengamatan terhadap fenomena geografis dari sumber-sumber yang berbeda menjadi informasi baru yang bermanfaat.
  4. Mampu menjelaskan dan mentransformasikan hasil pemahaman tersebut kepada pihak lain. Bila berkaitan dengan program komputer berarti kemampuan dalam mengintegrasikan tipe file agar saling terhubung satu sama lain dan dapat digunakan.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *