Lewati Semua Batas…
Curug Ngelay

Curug Ngelay Kuningan – Mencari Ketenangan yang Sejati

Salah satu tempat wisata yang indah dan menawan di kabupaten kuningan adalah curug ngelay. Curug atau air terjun ini masih jarang dikunjungi karena tempatnya yang tersembunyi. Oleh sebab itu, keasrian curug ini masih terjaga dengan baik. Perjalanan menuju lokasinya pun sangat memanjakan mata. Dijamin, kamu tidak akan menyesal jika mengunjungi tempat wisata ini. Namun bagi kamu yang belum sempat pergi kesana, akan aku ceritakan pengalaman mengesankan ini untukmu. Semoga kamu bisa ikut menikmati perjalanan ini, pun mendapatkan pelajaran yang bermanfaat.

Diawali Rindu

Pagi hari di akhir Desember 2016, aku yang kala itu sedang berada di kampung halaman begitu merindukan suasana sunyi. Bagaimana tidak, setelah sekian lama berada di kota Industri yang terkenal dengan kebisingan, aku sangat membutuhkan kesunyian. Hingga akhirnya disela-sela liburanku di kampung halaman, aku merencanakan sebuah petualangan. Perjalanan yang mungkin akan membawaku menuju kesunyian dan ketenangan.

Malam harinya, aku segera mencari referensi tempat wisata yang jarang dikunjungi. Tentu saja tujuannya agar tidak banyak pengunjung yang mendatangi tempat tersebut. Sebenarnya aku ragu bisa menemukan tempat yang sunyi, sebab saat itu sedang libur panjang akhir tahun. Pastinya banyak orang yang mencari destinasi wisata. Hingga akhirnya, aku menemukan suatu tempat yang menurutku cocok untuk dikunjungi.

Wisata Tersembunyi

Alasan aku memilih tempat ini adalah lokasinya yang berada di ujung selatan kabupaten kuningan. Jika dilihat dari peta, tempat tersebut jauh dari hiruk pikuk kota. Aksesnya yang cukup jauh dari keramaian tentu akan membuat orang-orang malas pergi kesana, hingga aku menyimpulkan bahwa tempat ini pasti sepi. Namun karena alasan tersebut yang justru membuat aku memilih tempat wisata ini. Sebenarnya ada satu alasan lagi yang tak kalah pentingnya, yaitu tempatnya yang terlihat masih alami dan berada di daerah pegunungan. Jadi, aku putuskan untuk berkenalan dengan tempat ini.

Aku langsung mempersiapkan semua kebutuhan untuk pergi kesana besok pagi. Karena sebelumnya aku tidak pernah mengunjungi tempat ini, maka aku mengajak saudaraku. Jika kamu bertanya, mengapa mengajak saudara jika ingin mencari kesunyian? Bukankah berangkat sendiri akan melengkapi tujuan untuk mendapatkan kesunyian itu? Aku akan jawab sederhana, mencari kesunyian berbeda dengan mencari bahaya. Lokasi yang berada di daerah pegunungan dengan jalan yang dikelilingi hutan, tentu akan sangat beresiko. Sudah barang tentu juga bahwa kesunyian bukanlah kesendirian.

Perjalanan ke Curug Ngelay

Pagi itu aku dan saudaraku, sebut saja Angga, langsung mempersiapkan segala sesuatu untuk perjalanan ke Curug Ngelay. Setelah semua siap, kami langsung berangkat agar tidak terlalu siang. Jika dilihat pada peta, perjalananku akan memakan waktu sekitar 2,5 jam. Namun itu belum termasuk waktu istirahat (jika diperlukan) dan waktu nyasar. Ya, kemungkinan kami kesasar masih ada. Sebab aku dan Angga tidak pernah ke tempat ini sebelumnya.

Maps Menuju Curug Ngelay

Kebetulan, perjalanan ke Curug Ngelay melalui pasar luragung. Aku tahu daerah itu dan hafal rute kesana. Namun itu baru setengah perjalanan saja, sedangkan setengah perjalanan berikutnya aku tidak tahu rute yang akan dilalui. Sehingga mungkin kami akan sampai disana dalam waktu yang lebih lama dari estimasi. Maka dari itu, kami memutuskan untuk berangkat pagi, agar bisa berlama-lama disana. Sebab kami tidak ingin pulang terlalu sore karena sedang musim penghujan.

Luragung - Curug Ngelay

Sekitar satu jam perjalanan, kami sudah sampai di pasar luragung. Dari sini, aku sudah tidak mengetahui rute seperti apa lagi yang akan ditempuh. Aku benar-benar hanya mengandalkan google maps untuk menemukan Curug Ngelay. Sesekali kami bertanya pada penduduk sekitar karena kehilangan arah dan kebingungan dalam membaca maps. Akan tetapi, sejujurnya kami senang bisa melalui perjalanan ini. Sebab kami menemukan banyak keindahan dan ketenangan. Bagaimana tidak, pemandangan di sepanjang perjalanan begitu menakjubkan.

Keindahan Di Sepanjang Jalan

Sekitar 80% perjalanan yang kami lewati adalah pegunungan dan rindangnya pepohonan. Maka tak heran jika udara sejuk dan dinginnya kabut gunung begitu terasa menghempas tubuh kami. Tak terasa sepeda motorku melaju dengan kecepatan pelan, seakan lupa bahwa tempat tujuan masih jauh disana. Bahkan ketika ada tempat duduk yang dibelakangnya terdapat pegunungan menjulang, kami berhenti sejenak.

Pemandangan Perjalanan ke Curug Ngelay

Duduk dan menikmati suasana yang sangat menenangkan jiwa. Entah mengapa, disaat aku berada di tempat seperti ini, aku seperti bisa berdialog dengan semesta. Aku merasa kecil, seperti tidak ada apa-apanya. Aku pun merasa bahwa seharusnya manusia selalu memegang prinsip Fisis Determinis. Sebuah pandangan yang mungkin akan membuat manusia menjadi tahu diri dan tidak menyakiti alam lagi.

Merenung

Setelah puas menikmati keindahan, kami bergegas untuk melanjutkan perjalan. Jika dilihat pada maps, kami harus menempuh sekitar 30 menit perjalanan lagi. Dari tempat tersebut, jalanan yang kami lewati kebanyakan hutan. Sudah jarang rumah-rumah penduduk, kalaupun ada, posisinya cukup berjauhan. Memang seperti inilah pola pemukiman di pegunungan. Sesekali kami berhenti dan menanyakan letak Curug Ngelay pada penduduk sekitar yang kebetulan sedang lewat. Hingga akhirnya kami sampai di tempat parkiran utama. Tempat parkir disini merupakan lahan kosong milik warga, yang dialih fungsikan untuk memarkirkan kendaraan para pengunjung. Jika menuju ke sini, aku sarankan naik motor agar perjalanan lebih mudah.

Panorama Persawahan

Akan tetapi saat itu aku tidak melihat adanya air terjun di dekat parkiran tersebut. Ternyata letak air terjun yang kami tuju masih lumayan jauh. Berdasarkan informasi dari tukang parkir disitu, aku harus menempuh kurang lebih 15 menit berjalan kaki untuk sampai di air terjun. Tak tunggu lama, aku langsung menyusuri jalan sesuai arahan dari tukang parkir terebut. Ditengah perjalanan, kami kembali terpesona melihat bentuk terasering yang teratur.

Terasering Curug Ngelay

Jauh diujung sana, di balik rimbunnya pepohonan, kami melihat Curug Ngelay. Citra yang aku tangkap saat itu seperti menunjukan background pada film Kingkong, mengagumkan. Setelah melihat keindahan semesta, aku melanjutkan perjalanan. Suasana pedesaan dan persawahan yang sungguh masih asri. Udara dingin yang menusuk badan walaupun siang hari, membuat badan menjadi segar dan penuh semangat.

Background Mirip Film King Kong

Sampai di Curug Ngelay

Setelah kurang lebih 10 menit menyusuri persawahan, kami sampai pada daerah yang dipenuhi rimbunnya pepohonan. Dari sini aku bisa mendengar suara gemericik air terjun yang membuat langkah kami semakin cepat. Aku sudah tidak sabar lagi untuk melihat Curug Ngelay yang suaranya begitu membangkitkan semangat. Sekitar 5 menit kemudian, kami sudah berada tepat di depan papan kayu yang menandakan bahwa kami sudah sampai di air terjun yang dituju.

Sampai Curug Ngelay

Aku sangat terpesona melihat gagahnya tebing yang menopang jatuhnya air. Membuat suara merdu yang diciptakan oleh gesekan antar komponen semesta. Menjernihkan pikiran yang sudah carut-marut membuat beban kehidupan. Ku hembuskan nafas dengan tenang, menikmati setiap terpaan angin yang dihasilkan karena jatuhnya air pada bebatuan. Suasana sunyi menyempurnakan ketenangan yang aku cari. Terlihat hanya ada beberapa pengunjung saja disini.

Di dekat Curug

Sapaan Angga menyadarkan lamunanku, ternyata sedari tadi aku larut dalam keheningan. Kuberikan sebotol minuman padanya yang sedari tadi meminta minum kepadaku. Kami masih terpesona dengan gagahnya Curug Ngelay, sehingga kami memutuskan untuk sejenak duduk dari kejauhan. Setelah puas mengamati kesegaran alam ini, kami pun bergegas untuk mendekat. Sangat dekat, hingga kami sampai di bawah air terjun.

Tempat Duduk
Minum Sejenak

Aku masuk lebih jauh di balik air yang jatuh menerpa bebatuan. Di balik air terjun ini, aku kembali merasakan kesegaran yang sangat luar biasa. Membuat semua beban pikiran yang kubawa, hanyut bersama desiran air yang meraja. Aku dapat mengatakan bahwa ini adalah salah satu ‘surga’ yang tersembunyi. Surga yang belum banyak terjamah oleh tangan-tangan yang serakah.

Di bawah Curug Ngelay
Di balik Curug Ngelay

Gambaran Keindahan

Bagi teman-teman yang belum pernah mengunjungi Curug Ngelay, akan aku deskripsikan sedikit gambaran pemandangan disana. Namun sebelumnya aku minta maaf jika dalam deskripsiku ini, masih belum bisa menampilkan keindahan yang aslinya. Jadi, simak dan lihat baik-baik karena ini akan membuatmu terkagum-kagum.

Gambaran Keindahan

Ada dua air terjun yang aku lihat. Air terjun pertama berada di atas air terjun kedua, hal ini membuat air terjun tersebut terlihat bertingkat. Dimana air terjun pertama lebih tinggi dari pada air terjun kedua. Namun lebar air terjun pertama lebih kecil jika dibandingkan dengan air terjun kedua. Sedangkan pada air terjun pertama, air yang turun terpisah oleh bebatuan diatasnya sehingga menampilkan air terjun yang terbelah. Jika kamu bingung dengan penjelasanku, silahkan lihat saja gambar yang sangat indah di bawah ini.

Curug Nngelay Full
Curug Ngelay Full 2

Menurutku, spot yang paling tepat untuk menikmati kedua air terjun ini adalah di tempat duduk yang letaknya tidak terlalu dekat dengan air terjun. Sebab dari tempat duduk ini, kamu akan melihat kedua air terjun tersebut dengan sangat jelas. Di tempat duduk inilah aku dan Angga beristirahat untuk minum dan sejenak mengamati keindahan Curug Ngelay.

Menjelang Perpisahan

Pergi dan Kembali

Setelah puas menikmati percikan Curug Ngelay, kami kembali ke tempat duduk yang tadi kami tempati. Aku kembali memandangi keindahan kedua air terjun yang selalu membuatku terpesona. Sadar akan meninggalkan tempat ini, aku kembali memejamkan mata untuk merasakan kesegarannya. Rasanya sangat berat untuk pergi meninggalkan tempat ini. Sungguh, jika kamu berada di posisiku saat itu, tentu kamu juga akan merasakan hal yang sama. Yaitu tidak ingin meninggalkan tempat yang indah ini.

Menjaga Curug Ngelay

Hembusan nafas terakhir menyadarkanku. Hari yang menjelang sore dan awan yang mulai menutupi langit, membuat kami bergegas untuk pergi. Ada satu hal yang aku yakini, bahwa suatu saat nanti, aku akan mengunjungi tempat ini lagi. Tempat yang sudah memberikan ketenangan dan kesunyian yang sempurna. Tempat yang sedikit mengobati carut-marutnya pikiran ini. Hanya satu yang aku harapkan, ketika nanti kembali, kuharap Curug Ngelay akan tetap seperti ini.

Harapan

Lokasi/Tempat Curug Ngelay

Curug Ngelay berada di Desa Bagawat Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan. Jika masih bingung, silahkan dapat melihat google maps berikut. Namun aku memohon untuk para pembaca sekalian. Jika kalian pergi kesana, tolong pastikan tempat ini akan sama seperti semula ketika kalian meninggalkannya.

Baca Juga:  Sukageuri View - Camping dan Berenang Di Atas Awan

Harga Tiket Masuk Curug Ngelay

Harga tiket masuk ke Curug Ngelay terbilang sangat murah. Hanya dengan sekitar Rp.10.000 kamu bisa menikmati semua keindahan ini. Detail harganya yaitu sebagai berikut.

  1. Biaya masuk Rp. 5.000/orang.
  2. Biaya parkir Rp. 2.000/motor.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 pemikiran di “Curug Ngelay Kuningan – Mencari Ketenangan yang Sejati”