Home>PEMIKIRAN>Covid19 (Corona Virus) – Matilah Bersama Ketakutanmu!
Covid19
PEMIKIRAN

Covid19 (Corona Virus) – Matilah Bersama Ketakutanmu!

Cukup mengerikan juga membicarakan pendapat tentang covid19. Bukan karena penyakitnya yang mematikan, tapi karena banyaknya kasus pidana terhadap undang-undang ITE maupun pencemaran nama baik yang berhubungan dengan wabah ini. Ada banyak hal yang menjadi pertanyaan dikepalaku, banyak juga yang ingin disampaikan kepada khalayak ramai. Namun aku bingung harus dengan cara apa dan bagaimana dalam menyampaikannya. Jelas, aku tidak akan menyampaikan dengan cara seperti jerinx. Aku akan coba sampaikan pendapatku tentang wabah covid19 ini dengan cara yang lebih halus. Walaupun cara halus seperti yang dilakukan oleh Anji pun masih dipidanakan. Lalu bagaimana? Entahlah.

Logika dan Nurani yang Hilang

Sejak awal kemunculannya di indonesia, aku tidak memperdulikan peringatan bahaya yang selalu digembor-gemborkan. Entah mengapa, saat itu justru yang aku lihat orang-orang menjadi lebay dan parno terhadap penyakit covid19. Aku tau itu adalah penyakit yang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian, tapi apakah harus disikapi dengan tindakan-tindakan bodoh seperti membeli masker dalam jumlah banyak, memborong handsanitizer, menimbun makanan dan memakai APD yang dikhususkan hanya untuk tenaga medis, yang pada akhirnya membuat orang lain kesulitan? Sungguh, aku dibuat jengkel oleh kelakuan seperti itu.

Covid19 Membuat Takut

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa dampak dari wabah covid19 begitu besar, terutama dari segi ekonomi dan sosial. Dinamika masyarakat yang sangat tinggi harus dibatasi karena diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan ini membuat perekonomian masyarakat kecil semakin memburuk. Hingga ada ungkapan “lebih baik mati karena corona, daripada mati kelaparan“. Aku mengerti bagaimana pemerintah begitu kebingungan dalam menghadapi wabah covid19 ini. Kebijakan apapun yang dilakukan oleh pemerintah pasti menuai pro dan kontra. Akan tetapi tidak seharusnya kita dirundung oleh rasa takut.

Waspada, harus! Tapi ketakutan yang berlebihan sebisa mungkin dapat dihindari, sebab itu tak akan memperbaiki keadaan. Rasa takut manusia membuat logika dan nurani tak bekerja. Mereka sibuk menyelamatkan diri dari covid19 tanpa memikirkan nasib manusia lainnya. Jadi, siapa yang sebenarnya berbahaya? virus atau manusia?

Mulai Muak dengan Wabah Covid19

Banyak hal yang berubah ketika wabah ini melanda indonesia. Mulai dari bidang ekonomi, sosial, agama, semua berubah dan harus menyesuaikan dengan sistuasi ini. Ekonomi yang memburuk karena banyaknya perusahaan-perusahaan yang gulung tikar, membuat jumlah pengangguran meningkat. Hubungan sosial masyarakat semakin jauh, social distancing membuat manusia tidak bisa saling berjabat tangan atau sekedar bercengkerama dibawah pohon rindang. Masjid-masjid ditutup demi mencegah penularan virus covid19. Banyak hal yang berubah dan serba sulit.

Stop Berita Menakutkan tentang Covid19

Situasi diperburuk dengan menyebarnya berita-berita yang menakutkan tentang wabah ini. Media masa seakan tidak pernah berhenti mengekspose hal-hal mengerikan tentang covid19. Akibatnya, masyarakat semakin cemas sehingga kehilangan akal dan empati. Hal tersebut membuat beberapa tokoh menyuarakan pendapatnya tentang corona untuk membuat masyarakat tenang dan tidak panik. Berbagai pendapat muncul dengan keberagaman, dukungan serta sanggahan merupakan perdebatan yang biasa. Perhatianku tertuju pada pendapat jerinx yang mengatakan bahwa wabah ini hanyalah konspirasi. Hingga akhirnya jerinx dipidanakan dengan delik pencemaran nama baik.

Aku tidak setuju dengan jerinx yang mengatakan bahwa wabah covid19 ini hanyalah konspirasi. Akan tetapi ada beberapa titik dimana aku setuju dengan pendapatnya. Aku setuju jika kita semua tidak perlu takut dalam mengahadapi wabah ini, jangan berlebihan sehingga membuat orang lain cemas. Meningkatkan kewaspadaan boleh-boleh saja, tapi jangan sampai rasa waspada kita mengalahkan nurani. Satu hal yang ingin aku sampaikan, seharusnya bukan suara jerinx yang dibungkam, namun berita-berita yang membuat masyarakat cemaslah yang harus dihentikan. Karena sejujurnya, ketakutan masyarakat yang berlebihan terhadap wabah covid19 benar-benar membuat aku muak!

New Normal

Saat ini kondisi semakin membaik, bahkan ada kabar bahwa vaksin virus corona telah ditemukan. Kegiatan masyarakat pun berlangsung seperti biasanya namun dengan mengikuti protokol pencegahan covid19. Protokol tersebut antara lain memakai masker dan mencuci tangan. Sejujurnya aku tidak yakin cara tersebut mampu mencegah penularan virus corona, tapi ya sudahlah, aku ikuti saja. Selain memakai masker dan mencuci tangan, ada beberapa protokol lain yang harus ditaati. Semua protokol tersebut dilakukan dalam rangka penerapan New Normal.

New Normal

Siapapun yang aku tanya pasti akan bilang “tidak suka new normal”. Mereka lebih menyukai kegiatan normal ‘betulan’. Tapi mau tidak mau, kebijakan new normal harus diikuti demi mencegah penularan covid19. Kita akan dengan mudah melihat galon dan sabun yang berdampingan di tempat umum. Posko-posko didirikan pada tempat-tempat tertentu untuk menghalau orang yang ingin melewatinya karena dianggap menjadi zona merah. Aku bisa tau kecemasan yang dirasakan oleh masyarakat, tapi kegiatan-kegiatan yang dilakukan justru semakin membuat masyarakat lain menjadi cemas.

Cara Mengatasi Covid19

Menurutku, langkah pertama yang harus dilakukan untuk menangani virus corona bukanlah fokus membuat vaksin, melainkan menghentikan kecemasan masyarakat. Hilangkan ketakutan masyarakat dahulu, yakinkan bahwa rasa takut tidak akan membuat covid19 teratasi. Justru karena rasa takutlah yang membuat manusia menjadi berpikir irrasional dan mengabaikan manusia lainnya. Hentikan pemberitaan di media-media masa tentang gambaran virus corona yang mengerikan.

Waspada Bukan Takut

Masyarakat memang harus waspada, tapi harus dalam koridor yang sesuai. Jangan hanya menyelamatkan diri sendiri namun mengabaikan orang lain. Gunakan pakaian sewajarnya dan jangan menggunakan APD yang dikhususkan untuk tenaga medis. Menjaga diri tidak harus dengan cara yang berlebihan dan membuat orang lain kesulitan. Beraktivitas saja seperti biasanya, namun tingkatkan daya tahan tubuh agar kuat menerima serangan penyakit.

Aku menghormati mereka yang memiliki rasa takut yang tinggi terhadap covid19 dan harus selalu menjalankan protokol yang sudah ditentukan. Walaupun aku sendiri sebenarnya tidak begitu peduli akan wabah virus ini, karena aku tidak ingin diperbudak rasa takut karena kematian. Tidak takut bukan berarti tidak waspada, aku masih tetap waspada terhadap virus ini tapi aku menolak bila harus mencemaskannya.

Bebaskan Dirimu

Mari kita sudahi rasa takut ini agar masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang. Tak perlu pedulikan lagi kabar-kabar mengerikan tentang covid19 yang akan membuat kita takut. Abaikan saja semua berita yang menayangkan jumlah kematian karena terserang virus corona. Tak perlu lagi diliputi rasa cemas dan khawatir yang berlebihan sehingga mengabaikan fungsi hati untuk empati. Mari kita bebaskan diri dari rasa takut yang berlebihan tentang kematian. Jika kamu masih merasa takut, maka matilah bersama ketakutanmu itu!

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *