Camping Ground Ipukan – Menggapai Awan dengan Tangan

Januari 6, 2020 No Comments JELAJAH ZigerWix

Camping ground ipukan, merupakan salah satu tempat untuk berkemah yang sangat menawan. Ditemani dua air terjun dan indahnya pepohonan pinus, menambah keasrian tempat ini. Sebelumnya aku pernah menceritakan perjalanan ku di ipukan, namun aku tidak sempat untuk berkemah disini. Sejak saat itu aku terus mengharapkan dapat berkemah di ipukan, membayangkan keindahan mentari terbit dibalik jajaran pegunungan. Hingga akhirnya, hari itu pun tiba.

Persiapan ke Camping Ground Ipukan

Satu minggu sebelum berangkat, aku mempersiapkan semuanya. Mulai dari tenda, baju ganti, hingga jadwal pekerjaan. Aku mengambil cuti waktu itu, karena keinginan yang begitu besar untuk dapat merasakan keindahan camping ground ini. Pengetahuanku tentang dunia perkemahan memang masih sedikit, apalagi terhadap perlengkapan yang harus dibawa. Aku membeli tenda otomatis satu layer, yang sebenarnya digunakan untuk tenda bersantai di pantai. Kurang cocok jika digunakan di daerah pegunungan, sebab akan bocor saat hujan datang. Namun karena ketidaktahuan, aku menggunakan tenda tersebut untuk berkemah di ipukan. Beruntungnya, waktu itu cuaca sangat cerah sehingga tidak turun hujan.

Persiapan Tenda untuk Camping
Persiapan Tenda untuk Camping

Aku memutuskan membeli tenda agar nantinya bisa digunakan lagi dikemudian hari. Pertimbangan ekonomis juga menjadi alasan terbesarku. Karena penyewaan tenda langsung dari ipukan (satu paket) membutuhkan biaya yang cukup mahal jika dibandingkan dengan membeli tenda sendiri. Oleh karena itu, dua minggu sebelumnya aku memutuskan untuk membeli tenda ini. Selain tenda, aku juga mempersiapkan baju ganti. Sebab, rencananya aku ingin mandi di air terjun cipayung yang dekat dengan camping ground ipukan.

Keberangkatan

Pada hari sabtu sekitar pukul 13.30 WIB, sepulang kerja aku langsung menuju Cirebon. Sampai di Cirebon sekitar pukul 17.30 WIB, disana aku mempersiapkan makanan dan perbekalan. Setelah itu, aku langsung menuju ke ipukan. Waktu itu hari mulai malam, aku kira jalan kesana akan sepi, gelap, dan menyeramkan. Namun diluar dugaan, ternyata jalanan cukup ramai. Bahkan ketika hendak sampai di ipukan, jalanan cukup padat (mungkin karena hari libur). Di jalan, aku melihat banyak orang yang ingin berkemah juga di camping ground ipukan ini. Tiba di ipukan sekitar pukul 21.00 WIB, disana sudah banyak tenda yang berdiri. Sangat banyak, hingga aku hampir tidak kebagian tempat untuk mendirikan tenda.

Camping Ground Ipukan Sedang Ramai
Sedang Banyak yang Camping di Ipukan

Banyaknya pengunjung yang berkemah disini, kemungkinan karena hari itu adalah malam minggu. Oleh karena itu, banyak pekerja kantoran atau bahkan anak sekolah yang berbondong-bondong datang ke ipukan. Jika teman-teman menginginkan suasana tenang dan sunyi, disarankan datang kesini bukan pada malam sabtu atau malam minggu. Karena dapat dipastikan pada malam tersebut akan ramai oleh pengunjung yang berkemah di camping ground ipukan.

Menikmati Malam

Setelah berhasil menemukan tempat yang cukup luas, aku langsung mendirikan tenda disitu. Cuaca saat itu sangat cerah, angin cukup sedang untuk dinikmati. Aroma hutan dan bunyi khas pepohonan yang berdecit saat malam hari, menambah kenikmatan hati. Sementara itu, disisi lain langit menampakan bulan sabit yang terlihat sangat terang. Bulan yang sama, seperti yang aku lihat di Bekasi. Namun, entah mengapa saat itu terlihat berbeda. Pancaran sinarnya mampu membawa jiwa kedalam alunan irama alam semesta. Dari sini, aku menemukan pengalaman baru. Pengalaman untuk berteman lebih dekat dengan alam.

Hamparan Lampu Kota
Hamparan Lampu Kota
Keindahan Bangunan Manusia dari Camping Ground Ipukan
Keindahan Bangunan Manusia

Bukan hanya tentang alam yang dapat dinikmati, camping ground ipukan juga menyajikan kemewahan bangunan manusia. Dibawah tebing sebelah timur, aku melihat gemerlap lampu kota. Suasana glamour kota yang selalu menyebabkan permasalahan, kini aku dapat menikmatinya dari kejauhan. Alam ini mampu mengubah kekacauan kota, menjadi ketenangan jiwa. Mampu melawan keras kepalaku, mengalah pada kenyamanan semesta. Aku seakan terbawa, hanya dapat mengikuti lantunan alam seperti air yang mengalir tanpa bisa melawan. Sungguh, malam itu aku banyak menemukan nilai-nilai kehidupan.

Sunrise di Camping Ground Ipukan

Malam itu aku tidak bisa tidur, bukan karena gelisah atau sebagainya. Namun karena aku tak ingin melewatkan keindahan malam bersama semesata. Hingga tak terasa perlahan langit mulai berubah menjadi jingga, pertanda sang surya akan menampakan wajahnya. Niat hati ingin melihat mentari yang baru bangun, ternyata kami mendapat anugerah yang lebih indah. Hamparan awan menghiasi langit pagi itu, membuatnya seperti samudera luas di langit.

Samudera Diatas Awan
Sunrise Camping Ground Ipukan – Samudera Diatas Awan

Saat itu, semua pengunjung menjadi saksi dahsyatnya kebesaran Tuhan. Samudera diatas awan, bukan hanya mimpi dan angan semata. Kini aku bisa merasakannya, menyentuh samudera diatas langit. Sejenak ku pejamkan mata, menghirup segarnya udara hutan dengan perlahan. Tenang, damai, syahdu, dan bebas dari riuhnya suasana kota. Jika boleh memilih, aku ingin disini selamanya. Berteman dengan kabut gunung, tenggelam dalam harmoni daun dan rerumputan.

Baca Juga:  Hokage Cliffs Berada di Cirebon, ini Tempatnya!

Belum Saatnya Bertemu dengan Dua Air Terjun

Perlahan mentari menyadarkan aku dari lamunan ini, menerpa mataku dengan sinarnya. Saat itu rencanaku adalah bermain dengan dua air terjun disana, karena memang aku sudah menyiapkan baju ganti. Namun ketika melihat mentari mulai naik, sepertinya aku urungkan saja niatku untuk mendatangi air terjun cipayung dan air terjun cisurian. Aku tidak ingin pulang terlalu siang, karena pasti akan panas oleh terik matahari. Mungkin di camping ground ini aku masih merasa sejuk, tapi tidak diperjalanan.

Berkemas untuk Pulang
Berkemas untuk Pulang

Tak banyak kata, aku langsung melipat tenda dan merapihkan barang-barang bawaan. Membersihkan sampah di sekitar bekas tenda, dan membuangnya pada tempat yang seharusnya. Saat semua sudah rapih, aku duduk sebentar untuk menikmati udara pagi saat itu. Sambil memakan sisa makanan tadi malam, aku kembali hanyut oleh angin gunung yang segar. Namun aku segera sadar, karena tidak ingin terbawa arus lagi. Aku harus bergegas pulang, sebelum matahari semakin terik. Hingga akhirnya, pada pukul 08:00 WIB aku melangkahkan kakiku meninggalkan ipukan. Sungguh, aku banyak mendapatkan nilai dan pengalaman baru disini. Terima kasih semesta.

Wajah Ciremai dari Camping Ground Ipukan
Wajah Ciremai dari Camping Ground Ipukan

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tags
ZigerWix
ZigerWix Hanya ada satu hal di dunia ini yang benar-benar bebas. yaitu "PEMIKIRAN"

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *