Bendungan Kemplang, Desa Cangkuang, Babakan – Cirebon

Bendungan Kemplang, Desa Cangkuang, Babakan – Cirebon
Agustus 29, 2019 No Comments JELAJAH ZigerWix

Desa Cangkuang merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon. Desa ini sangat menarik untuk di bahas, karena memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Selain itu, di Desa Cangkuang juga terdapat sebuah Bendungan, yang memiliki kearifan lokal cukup banyak. Bendungan tersebut adalah Bendungan Kemplang.

Kearifan lokal yang dimaksud adalah budaya yang ada, mitos, asal-usul, dan sebagainya. Kemplang yang saat ini masih kokoh berdiri, juga menyimpan kenangan tersendiri bagi warga Desa Cangkuang. Kenangan masa kecil, seperti dimarahi orang tua saat mandi di Bendungan tersebut. Bahkan, ada orang tua yang memarahi anaknya sampai membawa kayu atau sapu lidi. Tentu saja, tujuannya hanya untuk menghentikan kebiasaan anaknya yang mandi di Bendungan tersebut dan tidak benar-benar memukulnya.

Orang tua yang anaknya mandi di Bendungan tersebut khawatir, sebab, selain dalam, di Kemplang juga terdapat mitos yang menyeramkan. Namun disisi lain, Bendungan ini juga menjadi sumber penghasilan bagi warga sekitar. Seperti apa kondisi dan kearifan lokal yang ada di Bendungan Kemplang?. Silahkan simak baik-baik artikel ini.

Sejarah Bendungan Kemplang

Salah satu Bendungan yang masih kokoh berdiri di daerah Cirebon Timur adalah Bendungan Kemplang. Bendungan ini dibuat pada tahun 1928, oleh kolonial Belanda. Pada awalnya, Kemplang dibuat untuk menyiram tanaman tebu. Karena pada saat itu, Belanda membangun sebuah pabrik gula di daerah Babakan.

Namanya yang unik, tak lepas dari asal-usul penamaan tersebut. Dimana Kemplang berarti pukul/timpuk. Sebab, dahulu kala ada seorang yang mati karena di pukul oleh balok pintu Bendungan. Maka dari itu, munculah nama Kemplang. Terlepas dari asli atau tidaknya asal-usul cerita itu, kita tetap harus menghormati penamaan tersebut.

Dari waktu ke waktu, wajah Kemplang terus berubah-ubah. Perubahan terakhir yang terlihat, terjadi beberapa tahun yang lalu. Yaitu pembuatan atap bangunan diatas jembatan, dan sebuah rumah pemantau yang berada di sebelah timur Bendungan Kemplang. Setelah itu, pembangunan yang signifikan tidak terlihat lagi hingga saat ini.

Mitos Bendungan Kemplang

Konon katanya, di Kemplang terdapat penghuni berupa buaya putih. Buaya tersebut bukanlah buaya biasa, melainkan buaya jadi-jadian. Urban legend ini sudah ramai dibicarakan oleh warga sekitar, bahkan tetangga Desa. Menurut cerita dari mulut ke mulut, buaya putih ini bernama Sanirah. Dahulu, Sanirah merupakan seorang anak perempuan. Ia memiliki kebiasaan makan dalam posisi tengkurap, padahal orang tuanya sering mengingatkan dia agar makan dengan benar.

Baca Juga:  Wisata Kuningan untuk Menenangkan Hati - Cadas Gantung

Suatu ketika, kesabaran orang tuanya sudah habis. Hingga tak sengaja terucap dari mulut orang tuanya. “Aja mangan karo nglabrug, ngko dadi baya”. Yang berarti “Jangan makan sambil tengkurap, nanti menjadi buaya”. Tak lama setelah orang tuanya berkata seperti itu, tubuh Sanirah gatal-gatal. Karena pada zaman dahulu orang-orang suka mandi di sungai, maka Sanirah langsung menceburkan diri ke Bendungan Kemplang. Seketika, wujudnya berubah menjadi buaya berwarna putih.

Buaya Putih (Ilustrasi) - Bendungan Kemplang
Buaya Putih

Pada zaman dulu, orang-orang menganggap bahwa buaya putih ini selalu menginginkan korban. Namun, meskipun begitu Sanirah tidak ingin korban dari Desa Cangkuang. Kemungkinan, hal tersebut karena Sanirah berasal dari Desa Cangkuang. Cerita ini terus berlanjut dari masa kemasa, bahkan saat ini, Sanirah (buaya putih) menjadi maskot Desa Cangkuang.

Selain Sanirah, di irigasi terusan Kemplang terdapat juga sebuah mitos tentang Ular jadi-jadian. Ular tersebut bernama Daliem, entah bagaimana asal-usul dari mitos ini. Ceritanya sudah menyebar sejak dulu, dimana ada seekor ular yang menghuni sebuah jembatan. Tentu saja, jembatan tersebut berada di Desa Cangkuang. Letaknya pun tidak jauh dari Bendungan Kemplang. Daliem juga seakan-akan sudah melekat dan menjadi ciri khas tersendiri bagi warga Cangkuang. Simbol perpaduan antara buaya putih dan ular pun menjadi kearifan lokal tersendiri.

Perkembangan zaman sudah berubah, dan orang-orang mulai melupakan cerita mistis tersebut. Namun bagi sebagian warga Cangkuang, Sanirah dan Daliem adalah maskot yang khas. Tim sepak bola yang berkembang di Cangkuang, juga sering menggunakannya sebagai maskot. Antara lain tim sepak bolah Reshol dan Persica, kedua kesebelasan ini memiliki icon buaya putih dan ular. Kisah Sanirah dan Daliem mungkin sudah dilupakan pada generasi ini, tapi tak akan pernah hilang dari histori Desa Cangkuang. Terlepas dari benar atau tidak nya, cerita tersebut akan tetap eksis.

Pemain persica - Febri Haryadi
Salah Satu Pemain Persica Bersama dengan Pemain TimNas Febri Haryadi

Sumber Penghasilan

Tak dapat dipungkiri, bahwa Kemplang juga merupakan sumber penghasilan warga sekitar. Mata pencaharian sebagian warga Desa Cangkuang, berasal dari sini. Produsen batu bata, bergantung dari debit air Kemplang. Tidak hanya di Kemplang, di sepanjang Kali Ciberes juga banyak terdapat produsen batu bata. Kali Ciberes merupakan terusan dari Bendungan Kemplang, yang memiliki hilir di Kecamatan Gebang.

Produksi Batu Bata di Bendungan Kemplang
Produsen Batu Bata
Hasil Produsi Batu Bata Warga Cangkuang
Batu Bata Produksi Warga Cangkuang

Dengan adanya produsen batu bata ini, setidaknya dapat memperkecil angka pengangguran di Desa Cangkuang. Para orang tua, setidaknya bisa menutup kebutuhan sehari-hari. Selain itu, juga dapat memberikan uang saku bagi anaknya. Ini adalah salah satu berkah yang di berikan Tuhan, melalui Bendungan Kemplang.

Kegiatan Produksi Batu Bata di Bendungan Kemplang
Kegiatan Produksi Batu Bata

Warga Cangkuang juga sering gogoh (mencari ikan), di Bendungan Kemplang maupun di Kali Ciberes. Ikan atau udang yang di dapat bisa dimasak, untuk lauk makan sendiri atau dijual. Hal ini sudah tak aneh lagi, karena ikan dan udang di Kemplang sangat melimpah. Ukuran ikan dan udang juga bervariasi, bahkan ada yang sampai sebesar kaki orang dewasa. Sebagai warga Cangkuang, kita harus bersyukur memiliki Kemplang.

Baca Juga:  Hutan Pinus Bekasi, Surga yang Tersembunyi

Kemplang juga merupakan sumber kehidupan para petani, karena dari Kemplanglah sumber air pengairan sawah mereka. Melalui Kali Ciberes di sebelah timur (wetan) dan irigasi di sebelah barat (kulon), air mengalir dari Kemplang. Dari sinilah, para petani dapat mengairi sawah-sawah mereka. Jadi, peran Kemplang dalam kehidupan warga Cangkuang sangat besar.

Saluran Irigasi Desa Cangkuang
Saluran Irigasi Desa Cangkuang
Sistem Irigasi Pengairan Sawah dari Bendungan Kemplang
Sistem Irigasi untuk Menyiram Padi

Potensi Wisata Bendungan Kemplang

Sebenarnya, Kemplang memiliki potensi wisata yang sangat tinggi. Jika dikembangkan, Bendungan Kemplang akan menjadi tempat wisata yang instagramable dan menguntungkan. Hanya saja, bagaimana kita sebagai anak muda memanfaatkan potensi ini. Masalah dana bukanlah halangan, karena saat ini sudah ada dana Desa. Dari dana Desa tersebut, kita bisa meningkatkan potensi wisata yang ada di Kemplang. Berikut beberapa kelebihan Kemplang yang dapat di jadikan sebagai tempat wisata.

Kemplang Menyimpan Banyak Potensi Wisata Keluarga

Wisata Air Bendungan Kemplang

Seperti yang kita tahu, bahwa Bendungan Kemplang adalah sebuah Bendungan yang cukup instagramable. Dilengkapi dengan perairan yang cukup luas, dan gardu bendungan yang ada di atas jembatan. Hal tersebut menambah nilai plus tersendiri, sebab tidak dimiliki oleh Desa-Desa lain disekitarnya. Dengan kreatifitas anak mudanya, wisata air yang lain juga bisa dibangun di sini.

Wisata Air Bendungan Kemplang
Potensi Wisata Air Kemplang

Tempat Memancing

Selain dengan cara gogoh (mencari ikan), orang-orang juga sering memancing di Kemplang. Hal seperti ini juga dapat dikembangkan lagi, mengingat banyak sekali orang-orang yang hobi memancing. Ditambah, ikan yang ada di Bendungan Kemplang cukup melimpah. Hanya perlu management yang baik saja, dan jadilah tempat pemancingan hits.

Tempat Memancing di Bendungan Kemplang
Spot Memancing Di Kemplang

Buah Kersen/Kersem

Di sekitar Kemplang sangat mudah ditemukan pohon kersen, warga sekitar menyebutnya Kersem. Tanaman ini cukup mudah di dapatkan, siapapun boleh memetiknya dengan gratis. Ini juga merupakan kelebihan Kemplang yang menjadi nilai plus. Selain buah Kersem, juga terdapat tanaman Ciplukan. Selain rasanya yang manis, buah Kersem juga memiliki banyak khasiat seperti berikut.

Tumbuhan Kersen Di Bendungan Kemplang
Pohon Kersen/Kersem
Kersen yang Melimpah di Bendungan Kemplang
Buah Kersen/Kersem dapat Dipetik Gratis

Menyehatkan mata. Kersem memiliki vitamin A yang melimpah, ini sangat baik untuk kesehatan mata. Selain itu, buah Kersem juga kaya akan betakaroten yang tinggi. Hal ini membuat buah Kersem menjadi asupan yang dibutuhkan untuk menjaga retina tetap sehat, dan melindungi daya penglihatan.

Baca Juga:  Ipukan, Wisata Kuningan untuk Kemping dengan 2 Air Terjun

Sebagai antiseptik. Daun Kersem yang direbus, dapat membunuh mikroba yang berbahaya bagi tubuh. Hal ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan bakteri jahat. Antiseptik tersebut berasal dari senyawa yang terkandung didalamnya, seperti tanin, flavonoid, dan saponin. Sehingga dapat menekan pertumbuhan bakteri berbahaya seperti diphtheriae, S.aureus, P.vulgaris, S.epidermidis, dan K.Rhizophil.

Obat dari Buah Kersen/Kersem di Bendungan Kemplang
Manfaat Buah Kersen/Kersem

Catatan untuk Para Pemuda

Bendungan Kemplang memang sangat menawan, sangat indah dan mengagumkan. Namun begitu, tanpa adanya pemanfaatan potensi dengan baik maka keindahan tersebut akan hilang. Saat ini, Kemplang cukup banyak menanggung luka karena ulah tangan-tangan monyet yang ada. Para monyet-monyet itu mencoret-coret keindahan Kemplang, dengan tulisan nama atau kelompok mereka. Sebagai pemuda Cangkuang, seharusnya kita lawan mereka, Jangan sampai keindahan kemplang dikotori oleh tangan-tangan monyet itu.

Ulah Tangan-tangan Monyet
Ulah Tangan-tangan Monyet
Coretan yang Merusak Keindahan Kemplang
Coretan-coretan yang Merusak

Catatan lain juga ada pada ketertiban dan kesadaran kita, karena di sekitar pintu bendungan terdapat banyak sampah. Mari kita kurangi beban Bendungan Kemplang dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sebagai pemuda yang baik, kita juga harus selalu menjaga kebersihan disana. Memungut sampah yang ada, dan membuangnya ke tempat yang seharusnya. Mari kita jaga, dan cintai Desa Cangkuang dan Bendungan Kemplang.

Sampah di Kemplang
Sampah yang Tidak Terkontrol

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

Tags
ZigerWix
ZigerWix Hanya ada satu hal di dunia ini yang benar-benar bebas. yaitu "PEMIKIRAN"

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *