Face App dan Resiko dalam Menggunakannya – Penting!

Juli 20, 2019 No Comments TEKNOLOGI ZigerWix

Siapa yang tak kenal dengan Face App?. Aplikasi ini kian ngetrend karena fiturnya yang bisa merubah wajah muda menjadi tua, ataupun sebaliknya. Saat ini, sudah lebih dari 100 juta orang mendownload aplikasi ini melalui Play Store. Maka jangan heran, bila anda melihat di status media sosial teman anda menjadi lebih tua. Sudah dapat dipastikan, itu karena aplikasi ini. Lalu, aplikasi seperti apa itu? Apakah bahaya Face App menghantui para penggunanya? Silahkan baca artikel ini dengan teliti.

Pengertian Face App

Face App merupakan aplikasi yang dibuat oleh pengembang asal rusia, yaitu Rusia Wireless Lab. Aplikasi ini dapat mengubah wajah yang ada di foto menjadi hasil yang realistis, yang bekerja menggunakan jaringan neural. Saat ini, aplikasi tersebut dikenal sebagai aplikasi yang dapat membuat wajah menjadi tua. Namun, bukan hanya itu saja. Ternyata aplikasi tersebut dapat juga digunakan untuk membuat wajah lebih muda, tersenyum, mencoba gaya rambut baru, dan merubah gender.

Aplikasi Face App sebenarnya pertama kali diluncurkan untuk iOS, pada Januari 2017. Sedangkan versi androidnya, diluncurkan satu bulan kemudian. Awalnya, aplikasi ini hanya digratiskan pada tiga hari pertama saja. Setelahnya, harus membayar agar dapat menggunakan semua fitur.

Meskipun dianggap baru, aplikasi ini masuk dalam jajaran aplikasi terbaik di App Store dan Play Sore pada tahun 2017. Bukan hanya itu, Face App juga pernah memperoleh badge Editor’s Choice dari Google. Aplikasi ini semakin viral setelah adanya hastag #FaceAppChallenge, dan #AgeChallenge. Hastag ini, belakangan mulai ramai di media sosial seperti twitter dan instagram. Dimana para pengguna meng-upload gambar wajahnya, serta merubah wajah sosok-sosok terkenal menjadi lebih tua.

Tentang

Swafoto sempurna hanya dengan satu ketukan.

Dapatkan swafoto sekelas sampul majalah dengan beberapa ketukan saja! Dipersembahkan oleh AI Face App, teknologi pengeditan potret neural tercanggih. Perbagus swafotomu atau nikmati saat-saat yang fun dengan bertukar gender, style rambut, dan transformasi menakjubkan lainnya.

Perbagus
• Swafoto kelas Hollywood dengan filter Kesan.
• Ganti warna dan style rambut.
• Pakai riasan malam atau siang yang sempurna.
• Temukan style jenggot/kumis yang sempurna untukmu.
• Tambahkan senyum yang indah.
• Ganti latar belakang dengan satu ketukan.
• Terapkan filter warna, lensa buram, dan beragam alat lainnya.

Rasakan yang fun.
• Tukar gender.
• Biarkan AI mencari style dan warna rambut terbaik untukmu.
• Ganti usiamu.
• Dan tato yang mantap.
• Biarkan AI menemukan style terbaik untukmu.
• Jajal filter Pembunuh Bayaran, Heisenberg, dan banyak transformasi menakjubkan lainnya.

Kontroversi Face App

Ternyata, dibalik kesuksesannya, Face App memiliki beberapa kontroversi. Fitur lama aplikasi ini, pernah dikritik karena beberapa alasan. Yaitu, salah satu diantaranya adalah fitur transformasi ‘hot’. Fitur tersebut dapat membuat orang yang berkulit hitam, menjadi seperti orang Kaukasia. Kontroversi aplikasi ‘penua’ wajah ini, juga pernah dikritik karena fitur ‘filter etis’ nya. Yaitu, fitur yang dapat membuat seseorang terlihat seperti orang kulit hitam. orang kulit putih, orang Asia, dan orang India.

Selain itu, kontroversi lainnya adalah kebijakan yang tidak jelas. Seperti yang dilansir dari Mashable, aplikasi ini mengumpulkan informasi berupa lokasi dan riwayat penelusuran browser. Yaitu, mengumpulkan informasi dari laman web yang dikunjungi, perangkat yang dipakai, add-on, dan informasi lainnya. Jika diamati, untuk apa aplikasi edit wajah ini menggunakan data tersebut?.

Baca Juga:  Internet, Pengertian dan Ekspektasi Vs Realitanya

Bahaya Aplikasi Face App

Seperti aplikasi lain pada umumnya, Face App juga memiliki kebijakannya sendiri. Tentu saja, kebijakan tersebut harus disetujui oleh semua pengguna aplikasi ini. Dengan menginstall aplikasi ‘penua’ ini, para pengguna sudah menyetujui kebijakan dan ketentuannya. Apakah persetujuan tersebut adalah bahaya Face App?

Akses Aplikasi

Pada versi 3.4.9.1, aplikasi Face App setidaknya meminta sepuluh akses pada device pengguna. Semua akses tersebut harus disetujuai oleh pengguna, agar aplikasi ini dapat berjalan dengan lancar. Akses yang pertama adalah kamera, yaitu ijin untuk mengakses gambar dan video yang tersimpan dalam device. Kemudian akses penyimpanan, aplikasi ini dapat membaca konten kartu SD, dan mengubah atau menghapus konten kartu SD pengguna.

Sementara akses lainnya yaitu, akses jaringan, melihat sambungan jaringan, mencegah ponsel menjadi tidak aktif, dan play install referrel API. Serta tiga akses lainnya, adalah layanan penagihan Google Play, terima data dari internet, dan membaca konfigurasi layanan Google.

Kebijakan Privasi

Banyak yang tidak menyadari, atau bahkan mengabaikan bahaya ini. Sebenarnya, cara kerja aplikasi Face App adalah meminta penggunanya untuk meng-upload foto yang akan di edit ke cloud. Dengan begitu, foto yang di upload bisa saja di salah gunakan. Bahaya dalam privasi ini, juga tidak berhenti disini. Jika diamati, sebelum menggunakan aplikasi ini untuk pertama kalinya, akan muncul pemberitahuan. Yaitu, persetujuan dari pengguna Face App.

Persetujuan tersebut muncul ketika pertama kali pengguna membuka Face App, dan hanya ada dua pilihan. Yaitu, BATALKAN dan SETUJU. Itu artinya, pengguna harus menyetujui persetujuan ini, atau tidak menggunakan aplikasi ini sama sekali. Bunyi persetujuan yang memiliki header “Pemrosesan Foto Cloud” tersebut seperti berikut. (Ini juga salah satu bentuk bahaya face app, dimana foto pengguna akan tersimpan di server aplikasi).

Setiap foto yang kamu pilih untukk pengeditan akan diunggah ke server kami untuk pemrosesan gambar dan transformasi wajah.

Persetujuan Face App

Lalu apa bahayanya meng-upload foto pengguna ke server Face App?. Menurut ahli dari Unite Kingdom, James Whatley, dalam cuitan twitternya mengatakan.

Anda memberi FaceApp sebuah lisensi, tidak dapat dibatalkan, bebas royalti … untuk menggunakan, mengadaptasi, menerbitkan, mendistribusikan konten Anda, dalam semua format media, ketika Anda memposting atau sedang berbagi“.

Jadi, bagaimana menurut kalian?. Apakah akan tetap menggunakannya, atau memikirkan ulang resiko yang akan terjadi?. Pada artikel ini tidak memprovokasi siapapun, karena artikel ini dibuat hanya untuk berbagi informasi. Semoga bermanfaat.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

ZigerWix
ZigerWix Hanya ada satu hal di dunia ini yang benar-benar bebas. yaitu "PEMIKIRAN"

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *