Agama Islam Pilihanku, Bukan Dogma dari Orang Tua

Januari 24, 2020 No Comments PEMIKIRAN ZigerWix

Aku terlahir dari keluarga yang memeluk agama islam. Kedua orang tua, kakek, nenek, hingga buyutku, adalah keluarga muslim. Namun aku tidak terima jika ada yang mengatakan bahwa aku masuk islam karena kedua orang tuaku, karena keluargaku juga islam. Itu tidak benar, karena aku masuk islam atas pilihanku sendiri. Biar ku ceritakan ini, agar kita semua dapat mengambil pelajaran.

Mencari Keberadaan Tuhan

Awalnya aku menerima semua yang diajarkan oleh orang tuaku, tentang Tuhan. Namun, seiring bertambahnya usiaku, aku semakin penasaran dan mulai kritis. Puncaknya, pada kelas satu SMA, aku mulai menanyakan keberadaan Tuhan. “Apakah Tuhan itu ada?”. Selama ini, agama islam yang aku anut sudah jelas menerangkan keberadaan Tuhan. Yaitu Allah Subhanahu wata’ala, sebagai Sang Pencipta dan Maha Segalanya. Walau begitu, rasa ingin tahu yang merasuk kedalam pikiranku sangat besar. Aku terus mempertanyakan itu pada diriku sendiri.

Saat itu aku bimbang, ingin mendapat jawaban tentang pertanyaanku. Sebab, aku tidak ingin agama islam yang aku anut ini didapatkan begitu saja dari orang tuaku. Aku harus punya alasan sendiri, mengapa aku memilih agama ini. Hingga akhirnya aku mencari dan terus mencari tentang keberadaan Tuhan. Aku sadar, dengan mempertanyakan itu, mungkin aku sudah keluar dari islam. Akan tetapi, perlu di ketahui bahwa aku tidak menyesal pernah bertanya seperti itu.

Menemukan Jawaban – Agama Islam Pilihanku

Setelah beberapa lama aku mencari jawaban “apakah Tuhan itu ada?”, akhirnya aku menemukan titik terang. Jawaban ini mungkin akan membuka pintu hatimu juga, jadi silahkan ambil hikmahnya. Aku percaya adanya Tuhan dari sebuah cerita, dan pemikiran. Jika kamu benar-benar berpikir, maka kamu akan mengatahui bahwa Tuhan itu ada. Inilah alasan aku masuk agama islam dan percaya adanya Tuhan. Ketika aku ditanya, “Mengapa kamu masuk islam?”. Aku akan menjawab: karena aku berpikir. Aku akan keluar islam jika aku sudah tidak dapat berpikir lagi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, aku memeluk agama islam bukan karena dogma dari orang tua. Tapi karena aku berpikir, dan memilih atas pemikiranku sendiri. Aku bisa mempertanggungjawabkan ini, jadi tidak ada istilah islam karena warisan. Saat aku menemukan jawaban ini, aku langsung meminta beberapa temanku untuk menjadi saksi. Saat itu aku ucapkan dua kalimat syahadat lagi di depan temanku. Karena pertanyaanku tentang Tuhan, bisa jadi sudah membuat aku keluar dari islam.

Cerita yang Menyadarkan

Seperti yang sudah aku jelaskan, aku memeluk agama islam karena aku berpikir. Sebelumnya aku mendengarkan cerita yang membuat pemikiranku terbuka. Hingga akhirnya aku menyimpulkan bahwa Tuhan itu ada. Cerita seperti apa yang aku dengar?. Berikut cerita tersebut, semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya.

Baca Juga:  Mengapa Tidak Semua Keinginan Kita Terkabulkan

Ada sebuah tanah kosong yang terkena guncangan gempa bumi, tanah itu pun bergerak ke segala arah. Beberapa bagian dari tanah itu naik keatas, membentuk beberapa persegi. Tak disangka dari kejadian gempa tersebut menghasilkan sebuah pondasi rumah. – Agama Islam Pilihanku.

Pondasi Rumah - Agama Islam

Gempa terus terjadi, membuat tanah-tanah disampinganya tercampur dengan air dan pasir. Kemudian tanah kering berubah menjadi batu bata, yang tercampur dengan air dan pasir. Batu bata itu secara ajaib tersusun sehingga membentuk tembok rumah.

Dinding Rumah - Agama Islam

Beberapa bagian pada dinding itu runtuh, membentuk persegi panjang. Jadilah pintu dan jendela yang sempurna.

Jendela dan Pintu Rumah

Didekat area itu tumbuh pohon yang dahannya mengisi ruang-ruang kosong di bagian dinding. Jadilah kusen-kusen dari kayu alami, dan atap rumah yang rapih. Tak disangka ternyata pohon tersebut juga membawa tanah ke atas atap. Karena adanya panas matahari, tanah yang terangkat keatas tersebut menjadi genteng. – Agama Islam Pilihanku.

Atap Rumah

Lambat laun, dinding rumah itu terpapar sinar matahari sehingga warnanya berubah, layaknya rumah yang sudah dicat. Rumah yang sangat indah, tercipta dari kejadian alam yang tidak disengaja.

Ruah Indah Tercipta Secara Kebetulan

Kesimpulan – Agama Islam Pilihanku.

Kesimpulan apa yang dapat kamu ambil dari cerita diatas? Mustahil! Benar, cerita diatas hanyalah khayalan saja. Bagaimana mungkin sebuah rumah yang mewah dan rapih dapat tercipta secara alami. Itulah hal yang pertama aku pikirkan setelah mendengar cerita tersebut. Tidak mungkin sebuah rumah tercipta begitu saja, secara alami dan kebetulan. Itu hanya sebuah rumah, benda yang dapat manusia buat.

Bagaimana dengan bumi? matahari? dan miliaran galaxy yang ada di alam semesta ini. Apakah mereka semua tercipta secara alami dan kebetulan? Proses terjadinya memang secara alami, namun pasti ada yang mengaturnya. Tidak mungkin semua keseimbangan dialam ini terjadi secara kebetulan. Bayangkan saja, bagaimana jadinya jika gravitasi di bumi ini terlalu besar?. atau bagaimana jika jarak antara matahari dan bumi terlalu dekat?. Keseimbangan ini membuat aku berpikir bahwa alam semesta tidak tercipta begitu saja. Pasti ada yang mengatur semua ini, karena rumah saja yang bisa manusia buat tidak mungkin tercipta dengan sendirinya. Apalagi alam semesta ini?. Hal inilah yang akhirnya membuat aku yakin dengan keberadaan Tuhan. Aku percaya karena aku berpikir. – Agama Islam Pilihanku.

Saran

Jika teman-teman memiliki kritik dan saran silahkan bisa hubungi kami pada halaman KONTAK. Kami juga berharap teman-teman dapat berpartisipasi dalam membangun website ini. Terakhir, kami meminta maaf jika dalam website Ide Bebas terdapat banyak kekurangan. Terima kasih sudah mengunjungi website ini, semoga dapat bermanfaat.

PAHAMI SETIAP KATA DAN TEMUKAN RAHASIA DI DALAMNYA…

ZigerWix
ZigerWix Hanya ada satu hal di dunia ini yang benar-benar bebas. yaitu "PEMIKIRAN"

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *